Disenyumi Anies, Gadis Pembawa Baki: Aku Gugup, Napas Tak Teratur

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Disenyumi Anies, Gadis Pembawa Baki: Aku Gugup, Napas Tak Teratur
Alaia Safia, anggota Paskibraka yang bertugas membawa baki saat peringatan HUT RI ke-74 di Pulau Reklamasi. (Suara.com/Fakhri).

"Tidak sangka aku. Merasanya aku tuh masih belum bisa bawa bakinya. Tidak pernah menyangka bisa akhirnya yang membawa baki kan," kata Alaia.

Suara.com - Membawa baki yang berisi bendera pusaka merah putih menjadi dambaan bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) wanita saat upacara memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia.  Posisi ini dianggap memiliki peran penting dan kerap menjadi sorotan.

Meskipun didambakan, menjadi pembawa baki memiliki tanggung jawab besar lantaran tugasnya tak bisa dibilang enteng. 

Hal ini yang dialami oleh Alaia Safia, siswa SMA 66 Cilandak, Jakarta Selatan yang terpilih menjadi pembawa baki saat upacara Kemerdekaan HUT RI ke 74 yang digelar di Pantai Maju atau Pulau D hasil reklamasi. 

Alaia Safia, (kanan) anggota Paskibraka yang bertugas membawa baki di upacara bendera di Pulau Reklamasi yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta. (Suara.com/Fakhri).
Alaia Safia, (kanan) anggota Paskibraka yang bertugas membawa baki di upacara bendera di Pulau Reklamasi yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta. (Suara.com/Fakhri).

Pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai inspektur upacara.

Setelah Anies mempersilakan pengibaran bendera dimulai, Alaia dan Paskibraka lainnya berjalan memasuki lokasi upacara. Alaia dan Paskibraka lainnya mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) warna putih.

Suara langkah para siswa terpilih se-DKI Jakarta itu terdengar jelas oleh para peserta upacara. Wajah tegas dari Paskibraka pria dan senyuman manis dari yang wanita terpampang jelas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memimpin upacara HUT RI ke-74 di Pulau Reklamasi. (Suara.com/Fakhri).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memimpin upacara HUT RI ke-74 di Pulau Reklamasi. (Suara.com/Fakhri).

Di hadapan Anies, Alaia maju sendiri menaiki empat anak tangga dengan perlahan menuju ke tempat Anies dan bendera pusaka menunggu. Setelah sampai, Anies meletakkan bendera pusaka pada baki di tangan Alaia.

Sekali lagi, Alaia menuruni anak tangga satu-persatu dengan wajah senyum yang masih terlihat di wajahnya. Alaia kembali ke barisan bersama Paskibraka lainnya untuk mengibarkan bendera pusaka.

Sampai lagu Indonesia Raya dikumandangkan bersamaan dengan dinaikannya bendera, Paskibraka DKI Jakarta berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Mereka kembali ke barisannya seperti semula.

Usai upacara, Alaia mengaku gugup saat menerima bendera langsung dari orang nomor satu di DKI itu. Namun saat menerima bendera, Anies disebutnya sempat melempar senyum kepadanya.

"Gugup aku. Napas tidak teratur. Tapi aku coba tenang. Pak Anies juga sempat senyum gitu," ujar Alaia di lokasi upacara, Sabtu (17/8/2019).

Proses hingga Alaia terpilih menjadi pembawa baki tidak mudah. Ia harus melewati berbagai seleksi dari tingkat kecamatan, Kota, hingga Provinsi. Bahkan saat sudah terpilih sebagai Paskibraka DKI, ia harus bersaing dengan 26 rekannya.

Seleksi terakhir, pelatih Paskibrakanya harus memilih di antara enam nama. Akhirnya jelang pelaksaanan pengibaran bendera, Alaia sumringah saat tahu namanya terpilih sebagai pembawa baki.

"Tidak sangka aku. Merasanya aku tuh masih belum bisa bawa bakinya. Tidak pernah menyangka bisa akhirnya yang membawa baki kan," kata Alaia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS