Bagi 2.706 Sertifikat Tanah, Jokowi ke Warga: Jangan Sampai Buat Beli Motor

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh
Bagi 2.706 Sertifikat Tanah, Jokowi ke Warga: Jangan Sampai Buat Beli Motor
Presiden Jokowi saat bagikan 2.706 sertifikat tanah di Kupang, NTB. (Suara.com/Ummi HS).

Namun ia meyakini, jika masyarakat sudah memegang sertifikat tanah, tidak ada lagi yang namanya sengketa lahan atau konflik lahan.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sebanyak 2.706 sertifikat tanah kepada masyarakat Kupang di halaman Kantor Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (21/8/2019).

Dalam sambutannya, Jokowi meminta kepada para penerima sertifikat tanah untuk memfotokopi dan memberi bungkus sertifikat tanah yang diberikan tidak rusak.

"Jadi kalau sudah diberi plastik, tolong sampai di rumah difotocopi yang satu taruh di lemari satu, yang fotokopi taruh di lemari dua. Kalau yang ini hilang masih ada fotokopi-nya, fotocopinya hilang, aslinya masih difotokopi kalau yang asli hilang urus ke kantor BPN mudah," ujar Jokowi dalam sambutannya.

"Karena kalau enggak diberi plastik ini juga, kadang-kadang kalau gentengnya bocor, kena air, sertifikat rusak. Ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki, namanya sertifikat. Sekali lagi, ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki," sambungnya.

Jokowi pun menceritakan saat berkunjung ke berbagai daerah, dirinya kerap mendengar adanya keluhan sengketa atau konflik tanah antara masyarakat dengan masyarakat, dengan perusahaan ataupun dengan pemerintah.

Namun ia meyakini, jika masyarakat sudah memegang sertifikat tanah, tidak ada lagi yang namanya sengketa lahan atau konflik lahan.

"Kalau sudah pegang seperti ini enak, ada orang datang ngaku-ngaku, ini tanah saya, bukan, ini tanah saya, nih sertifikatnya ada. Namanya di sini ada luasnya ada di sini, sudah, enggak ada masalah kalau sudah pegang ini (sertifikat)," kata dia.

Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta masyarakat bersikap bijak dan teliti jika ingin menggunakan sertifikat tanah sebagai jaminan untuk meminjam uang.

"Yang (sertifikat tanahnya) mau dipakai untuk jaminan ke bank, saya titip tolong kalau mau pinjam ke bank dihitung dulu dikalkulasi dulu bisa ngangsurnya enggak , tiap bulannya bisa nyicil enggak, kalau enggak?" katanya. 

"Jangan pinjam uang ke bank. Dan kalau sudah pinjam harus produktif dipakai untuk usaha, entah untuk pertanian, buka toko tambah usaha gunakan untuk yang produktif," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan uang pinjaman dengan membeli barang konsumtif seperti motor, namun digunakan untuk usaha.

"Jadi saya titip kalau ada yang mau pinjam ke bank, dapat Rp 30 juta, gunakan seluruhnya untuk usaha. Jangan sampai dipakai untuk tadi, beli sepeda motor, atau beli yang lain, TV, nanti dulu,” kata dia. 

Dalam pembagian sertifikat tanah, Jokowi didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofjan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Staf Khusus Presiden Gories Mere, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Kabupaten Kupang Korinus Masneno, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS