Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran

Fabiola Febrinastri

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:36 WIB
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
KKasatgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, di Palembayan, Sumbar. (Dok: Kemendagri)

Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, berhasil merelokasi seluruh pengungsi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut). Para penyintas bencana banjir dan longsor di Sumut telah seluruhnya meninggalkan tenda pengungsian dan beralih ke hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap) yang dibangun lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah.

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret, tercatat penurunan jumlah pengungsi cukup signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Semula total pengungsi bencana Sumatera yang berada di tenda berjumlah sebanyak 1.314 kepala keluarga (KK), namun kini tercatat terdapat 812 KK yang masih berada di tenda atau berkurang 502 KK.

Saat ini pengungsi yang masih berada di tenda, seluruhnya berada di daerah terdampak bencana di Aceh. Sementara, untuk pengungsi di Sumut telah seluruhnya direlokasi ke hunian yang lebih layak. Hasil ini sepadan dengan capaian relokasi jumlah pengungsi di Sumatera Barat (Sumbar), yang lebih dulu berhasil direlokasi seluruhnya ke hunian layak.

Keberhasilan merelokasi seluruh pengungsi di Sumut dan di Sumbar ini tidak terlepas dari percepatan pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak. Jumlah huntara yang rampung dibangun juga terus meningkat setiap saat.

Adapun rinciannya, dari total rencana 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, hingga saat ini 15.595 unit diantaranya telah selesai dibangun, atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan. Sementara di Sumbar, pembangunan huntara bahkan telah mencapai 100 persen, dan di Sumut sudah mencapai 95 persen, kemudian di Aceh mencapai sekitar 77 persen.

Sembari meningkatkan pembangunan huntara, Satgas PRR juga bertahap merampungkan pembagunan huntap. Data Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera per 14 Maret, merinci ada 110 unit huntap yang selesai dibangun dari 36.669 huntap yang akan dibangun. Sementara ada 1.359 unit lainnya yang sedang dalam proses pembangunan.

Selain pembangunan huntara, strategi pemerintah dalam penurunan jumlah pengungsi juga dibarengi dengan pemberian bantuan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana tidak memilih tinggal di huntara. Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pihaknya berkomitmen mengurangi jumlah pengungsi bencana Sumatera dengan merelokasi mereka ke hunian yang lebih layak.

Tito memastikan, pemerintah tidak akan membiarkan pengungsi tinggal di tenda terlampau lama. Oleh karenanya, ia memperintahkan lintas sektor untuk mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

baca juga

“Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda,” ujar Tito.

Hal itu diungkapkan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pembahasan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (5/3/2026). ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendagri Dorong Modernisasi Alutsista dan Penguatan Anggaran Daerah Untuk Damkar

Kemendagri Dorong Modernisasi Alutsista dan Penguatan Anggaran Daerah Untuk Damkar

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 08:15 WIB

Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera

Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:05 WIB

Awali Kunjungan di Aceh Timur, Kasatgas Tito Salat Subuh dan Serahkan Bantuan Kemasyarakatan

Awali Kunjungan di Aceh Timur, Kasatgas Tito Salat Subuh dan Serahkan Bantuan Kemasyarakatan

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:22 WIB

Kasatgas Tito Apresiasi Dukungan DPR Percepat Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Kasatgas Tito Apresiasi Dukungan DPR Percepat Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 05:01 WIB

Kasatgas Tito Pastikan Negara Bersama Masyarakat Terdampak Bencana

Kasatgas Tito Pastikan Negara Bersama Masyarakat Terdampak Bencana

DPR | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:01 WIB

Mendagri Minta Jajarannya Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden

Mendagri Minta Jajarannya Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:49 WIB

Terkini

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:18 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

×