Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:13 WIB
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto (tengah). Antara/Darwin Fatir.
  • Kasus penyiraman air keras aktivis KontraS jadi sorotan pejabat HAM PBB.
  • Wamen HAM desak polisi segera ungkap pelaku penyerangan aktivis Andrie Yunus.
  • Serangan aktivis KontraS berisiko ganggu kredibilitas Indonesia di forum internasional.

Suara.com - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, mengatakan bahwa serangan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, telah menjadi perhatian internasional. Kasus tersebut kini berada dalam pantauan serius pejabat HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mugiyanto mengungkapkan bahwa insiden tersebut berisiko memengaruhi posisi diplomatik Indonesia di forum HAM internasional.

“Kementerian HAM menyadari bahwa peristiwa ini telah menjadi atensi Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, serta Pelapor Khusus PBB untuk Perlindungan Pembela HAM, Mary Lawlor. Hal ini cukup mengganggu posisi Indonesia sebagai anggota sekaligus Presiden Dewan HAM PBB,” ujar Mugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kementeriannya telah menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian agar proses penyelidikan dipercepat. Pemerintah mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku, motif, hingga aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Mugiyanto menilai pengungkapan kasus ini sangat krusial guna meredam spekulasi liar yang berkembang di masyarakat. Ia mengingatkan aparat keamanan agar tidak menganggap remeh insiden ini.

“Percepatan penyelidikan dan pengungkapan informasi yang transparan mengenai serangan air keras terhadap Saudara Andrie Yunus sangat mendesak dilakukan. Hal ini penting agar publik dan pemerintah mendapatkan kepastian hukum,” tegasnya.

Menurutnya, jika kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan, komitmen pemerintah dalam perlindungan HAM akan dipertanyakan.

“Aparat keamanan jangan menganggap ini persoalan kecil. Ini masalah besar yang dapat mengganggu kredibilitas bangsa Indonesia di mata dunia,” tambah Mugiyanto.

Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal saat dalam perjalanan pulang usai melakukan rekaman podcast di kantor YLBHI pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Diskusi tersebut diketahui membahas isu sensitif bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Insiden tersebut terjadi di perempatan Jalan Salemba–Jalan Talang, Jakarta. Korban diadang oleh dua orang terduga pelaku yang berboncengan sepeda motor. Akibat serangan brutal itu, Andrie menderita luka bakar hingga 24 persen dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSCM, Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus

Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 12:13 WIB

Ketika Air Keras Menjadi Pesan: Ancaman Nyata bagi Suara Kritis Demokrasi

Ketika Air Keras Menjadi Pesan: Ancaman Nyata bagi Suara Kritis Demokrasi

Your Say | Minggu, 15 Maret 2026 | 12:25 WIB

Siskaeee Geram Pelaku Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Belum Ditangkap: Giliran Bokepku Bisa!

Siskaeee Geram Pelaku Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Belum Ditangkap: Giliran Bokepku Bisa!

Entertainment | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:51 WIB

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

Bantah Indonesia Gelap, Prabowo Sindir Pihak yang Ingin Kabur: Silakan...

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:48 WIB

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:47 WIB

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:37 WIB

Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil

Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:23 WIB

Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer

Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:21 WIB

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029: Kalau Bisa Lebih Dulu, Kita Kerja Cepat

Prabowo Targetkan Swasembada Energi 2029: Kalau Bisa Lebih Dulu, Kita Kerja Cepat

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:57 WIB

Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus

Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB