Ditawari Miras oleh Polwan saat Demo, Mahasiswa Papua: Penghinaan!

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 11:35 WIB
Ditawari Miras oleh Polwan saat Demo, Mahasiswa Papua: Penghinaan!
Mahasiswa Papua tolak miras dari polisi saat jeda demo - (Facebook/Papua Merdeka)

Suara.com - Aliansi mahasiswa Papua yang melakukan aksi unjuk rasa ditawari sejumlah botol miras oleh seorang wanita berseragam dinas polisi saat istirahat.

Video kejadian itu tak ayal tersebar luas di media sosial dan menimbulkan banyak tanda tanya.

Akun Facebook Papua Merdeka, yang mengunggah videonya, menyebutkan, kejadian itu berlangsung saat jeda demonstrasi di Bandung, Kamis (22/8/2019).

"Jadi minuman ini seperti minuman segar saja, yang Ibu sampaikan untuk diberikan kepada adik-adik," ucap polwan itu menggunakan megafon.

Ia pun diminta para mahasiswa yang berkumpul di sekelilingnya untuk meneguk minuman beralkohol tersebut.

Tak ada penolakan, tetapi tak terlihat dirinya membuka botol dan meminum minuman yang disebut-sebut mengandung 19 persen alkohol itu.

"Ibu tidak punya niat untuk menjatuhkan adik-adik dan lain sebagainya. Tidak sama sekali. Ibu hanya mau mengajak adik-adik untuk menjaga kondusivitas," katanya lagi.

Namun, mahasiswa yang berdiri tak jauh darinya menyatakan penolakan terhadap tawaran dua dus wiski bermerek Topi Koboi itu.

Hanya terdengar suaranya, mahasiswa laki-laki yang juga menggunakan megafon itu menyebut dirinya sebagai bagian dari aksi solidaritas.

baca juga

Ia terang-terangan menolak tawaran polwan tadi karena merasa dilecehkan.

Mahasiswa Papua tolak miras dari polisi saat jeda demo - (Facebook/Papua Merdeka)
Mahasiswa Papua tolak miras dari polisi saat jeda demo - (Facebook/Papua Merdeka)

"Terbukti di sini ada 19 persen alkohol, ada tulisannya. Nah kita di sini, yang tergabung di aliansi massa aksi hari ini, ingin mengembalikan niat Ibu. Kemudian kami menyatakan sikap kami bahwa ini sebagai bentuk penghinaan terhadap mahasiswa Papua," tegasnya.

Sontak para mahasiswa di video saling bersahutan mendukung pria yang mewakili suaranya.

"Kenapa kami bisa menyimpulkan ini sebuah penghinaan? Karena selama ini stigma masyarakat terhadap mahasiswa Papua, terhadap rakyat Papua adalah pemabuk," lanjutnya.

"Tidak mau, tidak bisa, Indonesia punya hukum," teriak seorang mahasiswa.

Selain miras, mahasiswa tersebut mengatakan, pihaknya akan mengembalikan beras dan mi instan yang mereka dapat dari wanita atas nama 'Ibu Kristin'.

Polwan yang memberikan miras lalu merespons kembali dengan mengaku tak berniat menjatuhkan. Ia mengatakan memiliki adat yang sama di tempat asalnya, yang ia sebut 'Timor'.

Kemudian dirinya meminta maaf dan memasukkan kembali puluhan botol miras ke dalam kardus, lalu membawanya pergi.

Di sisa video berdurasi 15 menit itu, massa menyanyikan jargon "Lawan lawan lawan rasisme, lawan rasisme sekarang juga."

Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian tentang kejadian ini.

Berbagai aksi massa belakangan ini terjadi di berbagai daerah. Pada Rabu (21/8/2019) pagi, aksi unjuk rasa berujung kerusuhan pecah di Fakfak.

Demonstrasi itu menyusul kericuhan serupa di Manokwari dan Sorong, yang sama-sama dipicu insiden pengepungan dan penangkapan serta ujaran rasis yang menimpa sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang belum lama ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putri Gus Dur Minta Maaf kepada Rakyat Papua

Putri Gus Dur Minta Maaf kepada Rakyat Papua

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 21:44 WIB

Moeldoko: Sudah Ada Petunjuk dari Para Pejabat, Tindak Tegas Aparat Rasis!

Moeldoko: Sudah Ada Petunjuk dari Para Pejabat, Tindak Tegas Aparat Rasis!

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:55 WIB

Bahas Asrama Papua, Mendagri Minta Lucas dan Dominggus Temui Khofifah

Bahas Asrama Papua, Mendagri Minta Lucas dan Dominggus Temui Khofifah

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:34 WIB

Dukung Rakyat Papua, ILPS Hong Kong dan Macau Gelar Aksi di depan KJRI

Dukung Rakyat Papua, ILPS Hong Kong dan Macau Gelar Aksi di depan KJRI

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:25 WIB

Viral Video Siswa SMA Tenggak Anggur Merah di Kelas saat Ada Guru

Viral Video Siswa SMA Tenggak Anggur Merah di Kelas saat Ada Guru

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Terkini

Sarang de Chocolate: Toko Cokelat Misterius, Tempat Cinta dan Luka Menemukan Ruang untuk Pulih

Sarang de Chocolate: Toko Cokelat Misterius, Tempat Cinta dan Luka Menemukan Ruang untuk Pulih

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:00 WIB

Di Bawah Lampu Loteng: KKN, Kenangan, dan Perpisahan

Di Bawah Lampu Loteng: KKN, Kenangan, dan Perpisahan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:59 WIB

Emir Qatar Mendadak Kirim Surat Khusus ke Presiden Prabowo Lewat Menlu Sugiono, Ada Apa?

Emir Qatar Mendadak Kirim Surat Khusus ke Presiden Prabowo Lewat Menlu Sugiono, Ada Apa?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:57 WIB

Panduan Praktis Menghitung Luas Trapesium dan Belah Ketupat Lengkap dengan Contoh Soal

Panduan Praktis Menghitung Luas Trapesium dan Belah Ketupat Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:56 WIB

Terdiri dari 15 Pasal, RUU Pengaturan Reforma Agraria Siap Disahkan Jadi UU di Paripurna

Terdiri dari 15 Pasal, RUU Pengaturan Reforma Agraria Siap Disahkan Jadi UU di Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 13:54 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Senin, 21 September 2026 | 13:53 WIB

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Batam | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

News | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:51 WIB

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:50 WIB

×