Polemik Pin Emas, PAN DKI: Kami Tak Pakai Sampai Jakarta Makmur

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 18:52 WIB
Polemik Pin Emas, PAN DKI: Kami Tak Pakai Sampai Jakarta Makmur
Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio mengaku sudah memberikan arahan kepada para anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yang terpilih dari partainya soal pin emas yang ditolak PSI.

Ia meminta agar pin emas itu tidak digunakan sampai warga Jakarta makmur.

Menurutnya, hal ini ia lakukan karena sudah tidak mungkin menolak pemberian pin tersebut. Namun ia mempersilahkan para anggota DPRD DKI dari PAN untuk menerimanya.

"Saya sudah menginstrukaikan teman-teman DPRD ya, sudah ini kamu kalau sudah diterima dipakainya nanti setelah masyarakat Jakarta makmur," ujar Eko di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (23/8/2019).

Eko juga meminta agar kader PAN di DPRD DKI yang sudah memiliki pin tersebut agar tidak menerimanya. Menurutnya satu kali diberikan pin sudaj cukup bagi anggota DPRD.

"Saya kasih pilihan kalau anggota yang sudah terpilih enggak usah diberikan pin emas lagi, yang baru boleh," kata dia.

Komedian sekaligus politisi ini juga menganggap pin hanya sebagai tanda identitas anggota DPRD. Karena itu ia merasa bahan pembuatannya harus disesuaikan anggaran.

"Identitas diri juga enggak harus pin emas, yang penting identitas, presiden aja punya," kata dia.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta akan mengadakan pembuatan pin untuk tiap anggotanya di periode 2019-2024. Nilai anggarannya bahkan mencapai 1,3 miliar untuk atribut yang terbuat dari emas itu.

baca juga

Sekretaris Dewan (Sekwan) Muhammad Yuliadi mengatakan tiap anggota akan diberikan dua pin. Total berat pin emas yang didapatkan anggota legislatif DKI terpilih itu seberat 12 gram.

"Masing - masing mendapakan dua pin seberat 7 gram dan 5 gram dari emas 22 karat," ujar Yuliadi saat dihubungi, Selasa (20/8/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pin Emas untuk Anggota Dewan yang Terhormat, PSI: Buang-buang Anggaran

Pin Emas untuk Anggota Dewan yang Terhormat, PSI: Buang-buang Anggaran

Bisnis | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 09:06 WIB

Pin Emas Anggota Dewan, Fadli Zon: Ngapain sih Ngomong yang Kecil-kecil

Pin Emas Anggota Dewan, Fadli Zon: Ngapain sih Ngomong yang Kecil-kecil

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:57 WIB

Asiknya! Ternyata Anggota DPRD DKI Jakarta Lama Dapat Pin Emas Juga

Asiknya! Ternyata Anggota DPRD DKI Jakarta Lama Dapat Pin Emas Juga

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:21 WIB

Sindir Pin Emas DPRD DKI, Ferdinand: Semoga Tak Polusi dan Macet Lagi

Sindir Pin Emas DPRD DKI, Ferdinand: Semoga Tak Polusi dan Macet Lagi

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:02 WIB

Tolak Pakai Pin Emas DPRD 22 Karat, Gerindra DKI: PSI Mau Pakai Kayu?

Tolak Pakai Pin Emas DPRD 22 Karat, Gerindra DKI: PSI Mau Pakai Kayu?

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:33 WIB

Tolak Anggaran Rp 1,3 Miliar untuk Pin DPRD, PSI Pilih Beli di Online Shop

Tolak Anggaran Rp 1,3 Miliar untuk Pin DPRD, PSI Pilih Beli di Online Shop

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:59 WIB

PSI Tolak Pengadaan Pin Rp 1,3 Miliar DPRD DKI: Bentuk Penghinaan ke Publik

PSI Tolak Pengadaan Pin Rp 1,3 Miliar DPRD DKI: Bentuk Penghinaan ke Publik

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:02 WIB

Terkini

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:06 WIB

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat

Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat

Video | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana

Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia

Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:58 WIB

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:57 WIB

×