MRP: Jokowi Terima Langsung Aspirasi Rakyat Papua Mau Merdeka

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 11:11 WIB
MRP: Jokowi Terima Langsung Aspirasi Rakyat Papua Mau Merdeka
Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme menggelar aksi damai di depan Mabes TNI dan Istana Negara, Rabu (28/8/2019). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Ketua Majelis Rakyat Papua atau MRP Timotius Murib mengatakan sudah memenyampaikan aspirasi rakyat Papua ingin merdeka. Aspirasi kemerdekaan Papua sudah diterima Senin (26/8/2019) lalu.

Hal ini disampaikan Timotius Murib untuk menyikapi demonstrasi di Kota Jayapura, Papua, yang berkembang menjadi amuk massa. Dalam unjukrasa pada Kamis, massa membakar Kantor MRP, merusak sejumlah hotel, kantor, dan pusat perbelanjaan di Kota Jayapura.

Murib menyatakan ia telah menerima laporan Kantor MRP dibakar massa. Namun ia belum mendapat laporan taksiran kerugian akibat pembakaran itu.

“Ruang sidang utama, ruang umum, dan ruang keuangan [MRP] yang dibakar. Yang tidak terbakar ruang pimpinan dan ruang-ruang Kelompok Kerja MRP,” ujar Murib.

Laporan wartawan Jubi di lapangan pun menyebutkan pembakaran juga menimpa beberapa kantor dan fasilitas umum seperti kantor Grapari di Kotaraja, Stasiun Bumi PT Telkom di Jayapura, PTC Entrop, juga kantor Polsek Jayapura Selatan di Entrop. Massa juga melempari sejumlah hotel dan perkantoran di Abepura dengan batu.

Timotius Murib, menyayangkan demonstrasi yang berujung anarkis itu, namun memaklumi peristiwa itu terjadi karena Negara lamban memenuhi aspirasi masyarakat Papua yang telah disampaikan selama dua pekan terakhir. “Memang tidak bisa dibendung [unjukrasa berkembang menjadi amuk massa. Itu] kekecewaan rakyat, [yang] sudah disampaikan terus-menerus di seluruh tanah Papua,” ujarnya.

Kendati demikian, Murib mengimbau seluruh masyarakat Papua untuk menahan diri, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat pada umumnya.

“Sebagai pimpinan MRP, saya meminta kepada seluruh masyarakat Papua, seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi ini, terkait kejadian pertama tanggal 16 Agustus di Surabaya, terakhir hubungan internet juga putus. Konsekuensi yang kita bisa rasakan ini adalah kerugian terhadap masyarakat umum. Oleh karenanya, saya berharap seluruh masyarakat Papua tenang. Tenang karena pemimpin hari ini menyampakan aspirasi, kerinduan, keinginan yang sama [dengan masyarakat Papua] kepada Negara,” pesannya.

Murib juga meminta seluruh pimpinan massa aksi untuk menenangkan seluruh basis massanya. “Kami sudah menyuarakan [semua aspirasi masyarakat Papua] dan berbicara kepada Presiden. Jadi saya berharap seluruh ketua atau koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan supaya menyampaikan kepada massa masing-masing, supaya kita tenang. Karena, kerugian yang akan dirasakan akibat daripada anarki yang kita lakukan ini dapat menyakiti rakyat sendiri,” imbaunya lagi.

baca juga

Menurut Murib, seluruh aspirasi masyarakat Papua itu telah disampaikan bersama-sama oleh para pemimpin di Provinsi Papua kepada Presiden Joko Widodo pada Senin pekan ini. Saat itu Presiden menemui Gubernur Papua Lukas Enembe, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Yunus Wonda, Ketua MRP Timotius Murib, dan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen. Pertemuan itu berlangsung di Istana Negara.

Disebutkan Murib, aspirasi yang disampaikan para pemimpin Provinsi Papua kepada Presiden Joko Widodo itu termasuk masalah persekusi dan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya yang akhirnya berdampak ke mana-mana, dan permintaan pemulangan semua mahasiswa Papua dari seluruh kota studi mahasiswa Papua di Indonesia. Para pemimpin Provinsi Papua juga meminta pemerintah segera memulihkan jaringan komunikasi dan informasi di Papua dan Papua Barat, baik telepon ataupun internet.

Murib menyatakan para pemimpin Provinsi Papua juga telah menjelaskan mengapa masyarakat masyarakat Papua yang menuntut referendum. Para pemimpin Provinsi Papua menjelaskan kepada Joko Widodo bahwa aspirasi masyarakat Papua untuk memerdekakan Papua terjadi karena masyarakat Papua terus mengalami kekerasan.

“Kita sudah bicarakan dengan Bapak Presiden kemarin agar [akses internet] segera dibuka. [Penjelasan kami] termasuk apa yang menjadi aspirasi hari ini. Karena terus menerus terjadi kekerasan [kepada masyarakat Papua] sehingga [masyarakat Papua] meminta Papua untuk lepas dari NKRI. Masyarakat sedang minta untuk merdeka, dan itu sudah disampaikan kepada Kepala Negara,” tandasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Terakhir Jayapura, Telkomsel Beberkan Penyebab Jaringannya Terputus

Kondisi Terakhir Jayapura, Telkomsel Beberkan Penyebab Jaringannya Terputus

Tekno | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 10:58 WIB

Kondisi Terkini Jayapura Usai Aksi Unjuk Rasa

Kondisi Terkini Jayapura Usai Aksi Unjuk Rasa

Foto | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 10:56 WIB

Papua Mencekam dan Lumpuh, Anak Sekolah Tak Bisa Sekolah Sepekan

Papua Mencekam dan Lumpuh, Anak Sekolah Tak Bisa Sekolah Sepekan

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 10:49 WIB

PBB Didesak Intervensi Kerusuhan Papua Sebelum Terjadi Pertumpahan Darah

PBB Didesak Intervensi Kerusuhan Papua Sebelum Terjadi Pertumpahan Darah

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 10:40 WIB

Kantor LKBN Antara di Papua Dirusak, Dicoret Black Boy

Kantor LKBN Antara di Papua Dirusak, Dicoret Black Boy

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 10:26 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×