Wiranto: Hari Ini Saya Bahagia, Papua dan Papua Barat Sudah Kondusif

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 01 September 2019 | 10:25 WIB
Wiranto: Hari Ini Saya Bahagia, Papua dan Papua Barat Sudah Kondusif
Menkopolhukam Wiranto (tengah) bersama para tokoh Papua dan Papua Barat menyampaikan keterangan terkait kondisi keamanan Papua di Jakarta, Jumat (30/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengklaim keamanan Papua dan Papua Barat sudah mulai kondusif. Sepekan terakhir Papua dan Papua Barat diguncang kerusuhan karena isu rasisme.

Menurut dia, semua wilayah di Papua dan Papua Barat sudah damai. Kehidupan di sana sudah mulai berjalan, pertokoan pun sudah mulai buka.

"Hari ini saya bahagia sekali. Pagi tadi saya dapat laporan bahwa Papua dan Papua Barat sudah kondusif," kata Wiranto dalam sambutannya pada acara musik dan tari Yospan Papua di sela-sela kegiatan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Seorang warga mengamati Kantor Bea Cukai Papua serta sejumlah mobil yang terbakar saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019). [ANTARA FOTO/Indrayadi]
Seorang warga mengamati Kantor Bea Cukai Papua serta sejumlah mobil yang terbakar saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019). [ANTARA FOTO/Indrayadi]

"Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan terima kasih kepada teman-teman di Papua dan Papua Barat yang sudah sadar bahwa tidak perlu kita berkelahi, tidak perlu kita anarkis, tidak perlu kita bakar-bakaran. Kalau bakar makanan boleh, bakar batu boleh, asal jangan bakar bangunan dan bakar fasilitas umum," papar Wiranto.

Ia berharap setiap permasalahan yang ada bisa dibicarakan dengan baik, dengan hati yang damai tanpa perlu melakukan aksi anarkis.

"Kita bersyukur hari ini atas inisiatif tokoh Papua Freddy Numberi dan kawan-kawan, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya, kita semua mencoba untuk menyiarkan bahwa kita semua bersaudara dan untuk mengabarkan kepada seluruh Indonesia dan seluruh dunia bahwa kita semua bersaudara dan kita siap menyelesaikan masalah dengan sebaik-baiknya," papar Wiranto.

Ia juga berharap semangat itu bisa terus menyebar sehingga segera mendinginkan suasana dan bersatu kembali sebagai sebuah bangsa.

Kantor LKBN Antara Papua. (Antara)
Kantor LKBN Antara Papua. (Antara)

Sebelumnya diberikan Jubi (media partner Suara.com di Papua), sebanyak 8 sipil atau masyarakat umum tewas ditembak saat unjuk rasa anti rasisme di Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019) lalu. Data ini dipaparkan oleh Wakil Bupati Deiyai Hengky Pigai.

Pigai menyatakan sejumlah delapan warga sipil tewas dalam insiden itu. Sejumlah 16 warga sipil lainnya terluka dan masih dirawat di rumah sakit.

baca juga

“Jumlah korban masyarakat sipil itu sudah delapan orang meninggal. Yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Paniai di Madi ada 16 orang. Itu korban yg sudah ditemukan. Akan tetapi, masih ada korban yang dalam pencarian. Jadi, [data] jumlah korban [ini bersifat] sementara,” kata Pigai saat dihubungi melalui sambungan telepon di Waghete, Minggu (1/9/2019).

Meski memastikan sedikitnya delapan warga tewas dalam insiden penembakan dalam bentrokan antara pengunjukrasa anti rasisme pada Rabu, Pigai tidak bersedia merinci nama para korban. Pigai menyatakan pihaknya akan terus memverifikasi data korban, mengigat banyak pengunjukrasa yang melarikan diri ke hutan saat penembakan terjadi.

Sementara itu, Aktivis hak asasi manusia sekaligus Ketua Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, Yones Douw yang juga menghimpun dan memverifikasi data korban menyatakan hingga Sabtu (31/8/2019) pihaknya telah berhasil memastikan identitas tujuh warga sipil yang tewas dalam insiden penembakan di Kantor Bupati Deiyai itu. Yones Douw juga menyatakan pihaknya telah menerima infomasi keberadaan satu jenazah lain di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai di Madi, namun belum berhasil memverifikasi identitas jenazah itu.

Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme Dan Militerisme melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8). [Suara.com/Arya Manggala]
Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme Dan Militerisme melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Di antara tujuh korban tewas yang telah diketahui identitasnya oleh Yones Douw itu, sejumlah tiga jenazah korban tewas sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Paniai di Madi.

“Mereka adalah Alpius Pigay berusia 20 tahun, Pilemon Waine berusia 28 tahun, dan Aminadab Potouki berusia 24 tahun. Identitasnya kami ketahui karena ketiga jenazah itu telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Douw.

Selain itu, ada empat warga sipil lain yang tewas di halaman Kantor Bupati Deiyai, dan langsung dibawa dan diurus kerabatnya masing-masing tanpa sempat dibawa ke rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabup: 8 Masyarakat Tewas Ditembak saat Unjuk Rasa di Kantor Bupati Deiyai

Wabup: 8 Masyarakat Tewas Ditembak saat Unjuk Rasa di Kantor Bupati Deiyai

News | Minggu, 01 September 2019 | 10:10 WIB

6.000 Tentara dan Polisi Terjun ke Papua, Kapolri: Kalau Kurang Tambah Lagi

6.000 Tentara dan Polisi Terjun ke Papua, Kapolri: Kalau Kurang Tambah Lagi

News | Minggu, 01 September 2019 | 09:59 WIB

Kapolri Minta Doa Keselamatan Pasukan TNI dan Polisi di Papua

Kapolri Minta Doa Keselamatan Pasukan TNI dan Polisi di Papua

News | Minggu, 01 September 2019 | 09:52 WIB

Telkomsel: Layanan SMS dan Telepon di Jayapura Sudah Pulih 90 Persen

Telkomsel: Layanan SMS dan Telepon di Jayapura Sudah Pulih 90 Persen

Tekno | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 21:42 WIB

Pasca-Rusuh, Kondisi Jayapura Aman dan Kondusif

Pasca-Rusuh, Kondisi Jayapura Aman dan Kondusif

Foto | Minggu, 01 September 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Tiket Nonton Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Dijual Hari Ini, Harga Mulai Rp100 Ribu

Tiket Nonton Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Dijual Hari Ini, Harga Mulai Rp100 Ribu

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 10:52 WIB

Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, YLKI Desak Pemerintah Buka Posko Aduan

Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, YLKI Desak Pemerintah Buka Posko Aduan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:51 WIB

Bukan Acara Biasa, FestVent Volume 3 Ajak Anak Muda Keluar dari Zona Nyaman

Bukan Acara Biasa, FestVent Volume 3 Ajak Anak Muda Keluar dari Zona Nyaman

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 10:49 WIB

Akun Instagram Densu Dipenuhi Curhat Penonton Baby Udon: Abang Bikin Kami Mau Berjuang Lagi

Akun Instagram Densu Dipenuhi Curhat Penonton Baby Udon: Abang Bikin Kami Mau Berjuang Lagi

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 10:49 WIB

Berkat Laporan BNI, Oknum Agen Nakal Satu Per Satu Diringkus di Jember

Berkat Laporan BNI, Oknum Agen Nakal Satu Per Satu Diringkus di Jember

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 10:49 WIB

AI Masuk Kelas, Acer Tantang Guru dan Sekolah Hadirkan Inovasi Nyata

AI Masuk Kelas, Acer Tantang Guru dan Sekolah Hadirkan Inovasi Nyata

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 10:48 WIB

Siapa Jose Henrique? Garangnya Bikin Kiper Arema FC Adi Satryo Was-was

Siapa Jose Henrique? Garangnya Bikin Kiper Arema FC Adi Satryo Was-was

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 10:44 WIB

Daftar Artis yang Pernah Jadi Sinden OVJ, Ada Dewi Gita hingga Winda Viska

Daftar Artis yang Pernah Jadi Sinden OVJ, Ada Dewi Gita hingga Winda Viska

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 10:42 WIB

Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank

Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 10:41 WIB

Bakal Ada BUK Migas seperti Usul DPR, Potong Birokrasi Langsung di Bawah Presiden

Bakal Ada BUK Migas seperti Usul DPR, Potong Birokrasi Langsung di Bawah Presiden

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:41 WIB

×