Minta Pasukan TNI - Polri Ditarik, DPR Papua: Jangan Buat Situasi Mencekam

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 04 September 2019 | 10:26 WIB
Minta Pasukan TNI - Polri Ditarik, DPR Papua: Jangan Buat Situasi Mencekam
ILUSTRASI - Rakyat Papua di Deiyai saat duduki kantor bupati, 26 Agustus 2019. [Yuli Mote for SP]

Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), John NR Gobai, meminta Polri dan TNI segera menarik pasukan tambahan di Kabupaten Deiyai. Gobai menilai penarikan pasiukan tersebut dapat membuat masyarakat di Deiyai beraktifitas seperti biasa.

Gobai kemudian meminta akses jalan yang menghubungkan Nabire dengan Enarotali, Kabupaten Paniai, segera dibuka. Hal ini untuk mempercepat pemulihan situasi di Deiyai pasca demonstrasi menoak rasisme yang berujung kerusuhan beberapa waktu lalu.

“Setelah rangkaian kekerasan yang terjadi di Waghete pada 28 Agustus 2019 lalu, aparat keamanan dikirim dari Timika dan Nabire, menggunakan pesawat udara. Selain itu, ada juga (penambahan pasukan) yang dikirim mengunakan truk dan angkutan dari Nabire menuju Deiyai,” kata Gobai seperti diberitakan jubi.co.id - jaringan Suara.com, Rabu (4/9/2019).

Menurut Gobai, adanya pasukan TNI dan Polri membuat masyarakat sekitar takut. Hingga kini, angkutan umum dari Nabire masih belum bisa melintas ke Paniai, dan angkutan umum dari Paniai pun tidak bisa melintas ke Nabire.

“Saya minta aparat yang ada di (Kabupaten) Deiyai yang berlebihan segera ditarik dari Kabupaten Deiyai. Jangan terus membuat situasi mencekam di Deiyai, Puncak dan Nduga. Saya (juga) meminta akses jalan dari dan menuju Paniai dan Deiyai (harus segara) dibuka,” kata Gobai.

Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Minta Proses Hukum Perusuh Dihentikan

Lebih lanjut, Gobai meminta proses hukum terhadap para warga sipil yang mengikuti unjukrasa anti rasisme segera dihentikan.

Menurutnya rangkaian kekerasan yang terjadi di Waghete, ibu kota Kabupaten Deiyai, pada Rabu (28/8/201) bukan dimulai oleh pihak pengunjukrasa.

Gobai menyebut hasil investigasi SKP Dekanat Paniai Keuskupan Timika yang menemukan fakta bahwa tepat sebelum amuk massa yang membunuh seorang tentara, ada mobil aparat keamanan melaju dari arah Enarotali dengan kecepatan tinggi.

Mobil itu menyerempet pengunjukrasa yang sedang berarakan memasuki Kantor Bupati Deiyai, dan menabrak Yustinus Takimai (17) hingga tewas. Kronologi peristiwa itu menunjukkan bahwa para pengunjukrasa anti rasisme di Kantor Bupati Deiyai adalah korban kekerasan aparat keamanan.

baca juga

“Saya mendapat informasi bahwa sepuluh warga Deiyai telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Paniai. Pertanyaan kemudian adalah apakah oknum aparat yang melakukan penembakan kepada masyarakat telah diproses hukum? Menurut laporan yang menjadi pemicu [tindakan kekerasan pengunjukrasa] adalah oknum aparat yang menabrak masyarakat. Saya meminta untuk tindak tegas pelaku penembak warga sipil yang mati di Deiyai,” katanya.

Selain itu Gobai meminta aparat keamanan tidak serta merta menyimpulkan pengunjukrasa anti rasisme di Kantor Bupati Deiyai adalah kelompok separatis.

Aksi ujuk rasa berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). (STR / AFP)
Aksi ujuk rasa berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). (STR / AFP)

Pengibaran bendera bintang kejora oleh para pengunjukrasa harus dilihat sebagai ekspresi politik yang dilakukan secara damai, dalam konteks kemarahan para pengunjukrasa atas kasus rasisme dan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu.

“Masyarakat di Deiyai adalah korban dalam kekerasan aparat di Deiyai. Saya menilai seakan akan kasus pertikaian di antara kelompok warga di Kota Jayapura, Papua, seakan akan menutupi kasus penembakan di Deiyai, Puncak dan Nduga,” ujar Gobai.

Secara terpisah Direktur Eksekutif Lembaga, Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy mengatakan aparat keamanan Indonesia diduga keras telah melakukan tindak pelanggaran hak asasi manusia berat dalam insiden penembakan di Kantor Bupati Deiyai pada Rabu (28/8/2019). Hal itu dinyatakan Warinussy melalui siaran pers yang diterima Jubi pada Selasa (3/9/2019).

Warinussy menyatakan hasil investigasi SKP Dekanat Paniai Keuskupan Timika memunculkan dugaan bahwa aparat keamanan telah melakukan tidak kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana dimaksud Pasal 7 huruf b. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM). Warinussy mendesak Komisi Nasional HAM segera melakukan penyelidikan terhadap kasus penembakan di Kantor Bupati Deiyai itu.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituduh Jadi Dalang Kerusuhan di Papua, Ini Jawaban Benny Wenda

Dituduh Jadi Dalang Kerusuhan di Papua, Ini Jawaban Benny Wenda

News | Rabu, 04 September 2019 | 09:22 WIB

Soal Penumpang Gelap Kisruh Papua, Wiranto: Kami Tahu Tapi...

Soal Penumpang Gelap Kisruh Papua, Wiranto: Kami Tahu Tapi...

News | Rabu, 04 September 2019 | 10:09 WIB

Soal Benny Wenda, Moeldoko Sebut Pemerintah Belum Putuskan Memulangkannya

Soal Benny Wenda, Moeldoko Sebut Pemerintah Belum Putuskan Memulangkannya

News | Rabu, 04 September 2019 | 04:00 WIB

Terkini

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor

Banten | Selasa, 03 November 2026 | 19:08 WIB

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

Terima Audiensi PB PMII, Mensos Gus Ipul: Pasal 31, 33, dan 34 Jadi Jantung Negara Kesejahteraan

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:05 WIB

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Ekspansi Mobil Mewah Hongqi dan Foton Sapa Warga Lewat Indomobil Expo 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 19:03 WIB

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Bupati Sidrap Sediakan Lahan untuk Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Krisis Iklim Ancam Kesehatan Dunia, WHO Didesak Tetapkan Status Darurat

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:01 WIB

Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'

Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:00 WIB

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:00 WIB

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

Sengketa Lahan Gunung Sindur Memanas: Proses Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong Berpotensi Gagal

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:58 WIB

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:45 WIB

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

×