Tangkapi Aktivis Papua, Wiranto: Ini Negara Hukum Bung

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Selasa, 03 September 2019 | 20:53 WIB
Tangkapi Aktivis Papua, Wiranto: Ini Negara Hukum Bung
Menkopolhukam Wiranto (tengah) bersama para tokoh Papua dan Papua Barat menyampaikan keterangan terkait kondisi keamanan Papua di Jakarta, Jumat (30/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Penangkapan Aktivis dan Mahasiswa Dikhawatirkan Memperkeruh Situasi di Papua, Wiranto: Ini Negara Hukum Bung

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengklaim, penangkapan terhadap delapan aktivis dan mahasiswa Papua yang dilakukan oleh aparat kepolisian telah berdasar alasan hukum.

Wiranto tak khawatir atas adanya penilaian sebagian pihak, yang menyebut tindakan penangkapan tersebut dapat memperkeruh situasi di Papua dan Papua Barat.

Menurut Wiranto, hal yang justru lebih bahaya adalah pembiaran terhadap delapan aktivis dan mahasiswa Papua yang diduga melakukan pelangggaran hukum.

Untuk itu, Wiranto merasa tak perlu untuk menanggapi penilaian sejumlah pihak bahwapenangkapan tersebut dapat menyulut rekasi yang lebih besar terkait di Papua dan Papua Barat.

"Ini negara hukum bung, jadi jangan sampai kita terkecoh. Jangan ditanggapi," kata Wiranto saat jumpa pers di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Wiranto menegaskan, siapa pun yang terbukti melakukan pelangggaran hukum akan ditindak dan diadili. Sebab, kata dia, negara Indonesia adalah negara hukum.

"Jadi penangkapan aktivis itu pasti ada alasannya, apakah dia menghasut, membakar, merusak kalau terbukti (dihukum), tidak, ya dilepaskan pasti," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Nelson Simamora meminta aparat kepolisian menghentikan penangkapan secara sewenang-wenang terhadap mahasiswa Papua. Sebab, hal itu dikhawatirkan justru akan memperburuk masalah yang terjadi di Papua.

baca juga

Menurut Nelson, seharusnya aparat kepolisian mengambil langkah inisiatif dalam menyeleksi konflik di Papua dengan upaya dialog dan damai.

Bukan justru melakukan penyisiran ke sejumlah asrama dan menangkap mahasiswa Papua secara sewenang-wenang.

"Kami menghkhawatirkan upaya berlebihan yang dilakukan kepolisian yang dapat memperburuk masalah terkait Papua," kata Nelson.

Sementara baru-baru ini Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yowono mengatakan sebanyak dua orang dari delapan aktivis dan mahasiswa Papua yang ditangkap, telah dibebaskan.

Keduanya dibebaskan lantaran tidak terbukti turut mengibarkan bendera Bintang Kejora saat aksi demonstrasi di depan Istana Negara pada Rabu (28/8) lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wiranto: Pengibaran Bendera Bintang Kejora adalah Ilegal

Wiranto: Pengibaran Bendera Bintang Kejora adalah Ilegal

News | Selasa, 03 September 2019 | 20:24 WIB

Papua Mulai Adem, Anak Buah Prabowo Ditahan, Jokowi Bertemu Tokoh Papua

Papua Mulai Adem, Anak Buah Prabowo Ditahan, Jokowi Bertemu Tokoh Papua

Video | Selasa, 03 September 2019 | 20:01 WIB

Mulai 4 September Blokir Internet di Papua Diturunkan ke Level Kabupaten

Mulai 4 September Blokir Internet di Papua Diturunkan ke Level Kabupaten

Tekno | Selasa, 03 September 2019 | 19:22 WIB

Wiranto: Kami Tak Minta Bantuan AS buat Selesaikan Masalah Papua

Wiranto: Kami Tak Minta Bantuan AS buat Selesaikan Masalah Papua

News | Selasa, 03 September 2019 | 19:19 WIB

Gaya Santai Jokowi saat Makan Siang Bareng Warga Papua

Gaya Santai Jokowi saat Makan Siang Bareng Warga Papua

Foto | Selasa, 03 September 2019 | 19:15 WIB

Terkini

ChipsetXring O3 XiaomiTembus 5,22 Juta Poin AnTuTu, PenentangSnapdragon dan Dimensity?

ChipsetXring O3 XiaomiTembus 5,22 Juta Poin AnTuTu, PenentangSnapdragon dan Dimensity?

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:28 WIB

Promo Tiket Bioskop CGV dari BRI, Berlaku Selama September!

Promo Tiket Bioskop CGV dari BRI, Berlaku Selama September!

Bri | Minggu, 06 September 2026 | 11:15 WIB

Bagaimana Cara Mengatasi Bibir yang Terasa Panas atau Menyengat setelah Memakai Lip Plumper?

Bagaimana Cara Mengatasi Bibir yang Terasa Panas atau Menyengat setelah Memakai Lip Plumper?

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 11:15 WIB

Kembali ke Akar! Lisa BLACKPINK Rilis "SaWaDiKa" dan Gebrak Bangkok di MV Barunya

Kembali ke Akar! Lisa BLACKPINK Rilis "SaWaDiKa" dan Gebrak Bangkok di MV Barunya

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:15 WIB

9 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Krakatau

9 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Krakatau

Riau | Minggu, 06 September 2026 | 11:09 WIB

Status Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Aktif Gunung Anak Krakatau

Status Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Aktif Gunung Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 11:05 WIB

Katekyo Hitman Reborn! Rayakan 20 Tahun, Hadirkan Reborn! Music Month

Katekyo Hitman Reborn! Rayakan 20 Tahun, Hadirkan Reborn! Music Month

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 10:59 WIB

Fenomena Living with Parents: Gagal Mandiri atau Strategi Finansial Gen Z?

Fenomena Living with Parents: Gagal Mandiri atau Strategi Finansial Gen Z?

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 10:51 WIB

Sering Ngeluh Soal Motor, Fabio Quartararo Kena Semprot Bos Yamaha!

Sering Ngeluh Soal Motor, Fabio Quartararo Kena Semprot Bos Yamaha!

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 10:51 WIB

KAI Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau, Perjalanan Kereta Masih Normal

KAI Pantau Dampak Erupsi Anak Krakatau, Perjalanan Kereta Masih Normal

News | Minggu, 06 September 2026 | 10:49 WIB

×