Dewan Pers Bentuk Satgas Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis di Papua

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 05 September 2019 | 17:55 WIB
Dewan Pers Bentuk Satgas Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis di Papua
Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Agus Dharmajaya. (Suara.com/Shifa Audia)

Suara.com - Dewan Pers membentuk Satgas antikekerasan terhadap jurnalis di Papua dan Papua Barat. Satgas ini dibentuk untuk menangani dugaan kekerasan terhadap jurnalis yang bertugas melakukan peliputan saat masyarakat melakukan demonstrasi tolak rasisme yang berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Agus Dharmajaya mengatakan pihaknya akan menelusuri kejadian di tempat peristiwa itu terjadi. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah wartawan tersebut sedang melakukan tugas jurnalistik atau tidak.

"Kita maksimalkan untuk waktu yang pendek mendapatkan penemuan bukti-bukti apa sih yang terjadi dan lain hal," kata Agus saat konferensi pers di Kantor Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019).

Agus menerangkan, Satgas tersebut terdiri dari anggota dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Tim Satgas ini akan bertugas di Papua dan Papua Barat selama 3 bulan.

Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Agus menjelaskan kekerasan jurnalis selama kerusuhan Papua terjadi di Sorong dan Jayapura. Sementara tim satgas tersebut akan berangkat malam ini ke Papua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dewan Pers, kekerasan yang dialami jurnalis selama meliput kerusuhan Papua tidak hanya berbentuk fisik, tapi juga verbal. Termasuk kekerasan mengintimidasi wartawan dengan mengatakan tidak mempercayai wartawan lagi.

Ia menegaskan, Satgas tersebut akan membela jurnalis korban kekerasan di Papua dan di luar Papua.

"Kekerasan itu tidak hanya kekerasan fisik, tapi verbal juga. Itu yang menurut saya agak lebih mahal nilai tertekannya," kata Agus.

Untuk diketahui, dua Jurnalis televisi lokal dan nasional dilaporkan mendapat kekerasan pada 23 Agustus 2019 lalu. Kejadian itu di Kota Sorong saat mereka meliput aksi protes rasisme di Kota Malang dan Surabaya. Mereka diintimidasi. (Shifa Audia)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Blokir Internet Papua, Dewan Pers: Jadi Kayak Ada yang Disembunyikan

Soal Blokir Internet Papua, Dewan Pers: Jadi Kayak Ada yang Disembunyikan

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 17:59 WIB

Ketua AJI: Gimana Jurnalis Mau Profesional kalau Gaji Tidak Memadai

Ketua AJI: Gimana Jurnalis Mau Profesional kalau Gaji Tidak Memadai

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 22:31 WIB

Jadi Ketua Dewan Pers, M Nuh: Media Harus Jadi Oksigen Baik Bagi Masyarakat

Jadi Ketua Dewan Pers, M Nuh: Media Harus Jadi Oksigen Baik Bagi Masyarakat

News | Rabu, 12 Juni 2019 | 22:29 WIB

Terkini

Kemnaker Jelaskan Persyaratan Penerima BSU 2026

Kemnaker Jelaskan Persyaratan Penerima BSU 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 13:26 WIB

Tak Dapat Lawan di FIFA Matchday November, John Herdman Siapkan Agenda Khusus untuk Timnas Indonesia

Tak Dapat Lawan di FIFA Matchday November, John Herdman Siapkan Agenda Khusus untuk Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 13:26 WIB

Saraswati Fellowship Perluas Ekosistem Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Saraswati Fellowship Perluas Ekosistem Kepemimpinan Perempuan Indonesia

News | Minggu, 08 November 2026 | 13:24 WIB

Helikopter Super Puma BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Water Bombing Karhutla

Helikopter Super Puma BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Water Bombing Karhutla

Kalbar | Minggu, 08 November 2026 | 13:22 WIB

Persis Solo Takluk 1-2 dari Persiba, Dua Pemain Laskar Sambernyawa Diguyur Kartu Merah

Persis Solo Takluk 1-2 dari Persiba, Dua Pemain Laskar Sambernyawa Diguyur Kartu Merah

Surakarta | Minggu, 08 November 2026 | 13:22 WIB

7 Moisturizer Vitamin C untuk Kulit Kusam dan Kering Usia 30 Tahun ke Atas

7 Moisturizer Vitamin C untuk Kulit Kusam dan Kering Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 13:20 WIB

Pengamat Sebut Jokowi Bersandiwara di Sidang Ijazah, Soroti Gestur dan Cara Bicaranya

Pengamat Sebut Jokowi Bersandiwara di Sidang Ijazah, Soroti Gestur dan Cara Bicaranya

News | Minggu, 08 November 2026 | 13:16 WIB

Gaming Bebas Panas: Cara Aktifkan Bypass Charging di Berbagai Merek HP Android

Gaming Bebas Panas: Cara Aktifkan Bypass Charging di Berbagai Merek HP Android

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 13:11 WIB

Kunjungi BRI Consumer Expo Goes to Podomoro Golf View: Hunian & Kendaraan Impian Tersedia Lengkap

Kunjungi BRI Consumer Expo Goes to Podomoro Golf View: Hunian & Kendaraan Impian Tersedia Lengkap

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 13:11 WIB

Menyelamatkan Nyali Birokrasi: ASN Inovatif Diancam Bui?

Menyelamatkan Nyali Birokrasi: ASN Inovatif Diancam Bui?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 13:10 WIB

×