RUU KPK Disebut Jadi Bukti Pemerintah Tak Dukung Pemberantasan Korupsi

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Minggu, 08 September 2019 | 13:40 WIB
RUU KPK Disebut Jadi Bukti Pemerintah Tak Dukung Pemberantasan Korupsi
Aksi pegawai dan pimpinan KPK tutup gedung Merah Putih menolak RUU KPK. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rasamala Aritonang menyoroti sikap pemerintah dalam tindakan pemberantasan korupsi.

Hal ini mengacu pada Revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau RUU KPK yang tengah digodok DPR RI.

Rasamala berpendapat jika pemerintah tak mempunyai niatan untuk mendukung pemberantasan korupsi.

"Kita tidak melihat mana dukungan pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Ini momentum presiden tunjukkan keberpihakan pada penindakan tindak pidana korupsi," ujar Rasamala di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

Kekinian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai harus menolak RUU KPK. Sebab, kata Rasamala, bola panas draft revisi Undang-Undang KPK saat ini ada di tangan Jokowi.

"Maka satu keputusan DPR berniat memperkuat penindakan korupsi. Sampai saat ini kami tidak mendengar dan melihatnya. Tapi bola panas sekarang ada di tangan Presiden," sambungnya.

RUU KPK tersebut dinilai menjadi sebuah alat untuk melemahkan KPK. Nantinya, kata Rasamala, KPK hanya sekedar ada dan bukan menjadi lembaga penindakan.

"Mungkin KPK hanya sekedar ada dan ada aktivitas seperti tidak ada penangkapan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi. Dan para pelaku kejahatan dan korupsi merasa bebas dan bisa bebas mencuri uang negara tanpa ada penindakan. Ini bahaya bukan hanya korupsinya saja, tapi bicara hukum dan ekonomi kita rapuh," Rasamala menjelaskan.

Untuk diketahui, Badan Legislasi DPR RI mengusulkan revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) agar dapat menjadi RUU usulan DPR.

baca juga

Usul Badan Legislasi DPR RI tentang RUU Usul Badan Legislasi DPR RI tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tersebut dibawa ke rapat paripurna untuk mendengarkan pandangan fraksi pada hari ini, Kamis (5/9/2019).

Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi partai politik di parlemen satu suara menyetujui revisi undang-Undang tersebut. Selanjutnya, pembahasan akan ditindaklanjuti melalui mekamisme yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Ada Audit Internal, Pimpinan KPK Tolak Pembentukan Dewan Pengawas

Sudah Ada Audit Internal, Pimpinan KPK Tolak Pembentukan Dewan Pengawas

News | Minggu, 08 September 2019 | 13:17 WIB

Pegawai dan Pimpinan KPK Tutup Gedung Merah Putih dengan Kain Hitam

Pegawai dan Pimpinan KPK Tutup Gedung Merah Putih dengan Kain Hitam

News | Minggu, 08 September 2019 | 10:00 WIB

Tolak RUU, Pegawai KPK Bagi-bagi Mawar Putih di Car Free Day

Tolak RUU, Pegawai KPK Bagi-bagi Mawar Putih di Car Free Day

News | Minggu, 08 September 2019 | 08:38 WIB

Eks Plt KPK Indriyanto Seno Setuju Revisi UU KPK, Ini Alasannya

Eks Plt KPK Indriyanto Seno Setuju Revisi UU KPK, Ini Alasannya

News | Minggu, 08 September 2019 | 01:30 WIB

Bantah Usulkan RUU KPK, Samad Tuduh Taufiequrachman Ruki

Bantah Usulkan RUU KPK, Samad Tuduh Taufiequrachman Ruki

News | Sabtu, 07 September 2019 | 22:39 WIB

Sikapi RUU KPK, Abraham Samad: Dewan Pengawas Makhluk Apalagi?

Sikapi RUU KPK, Abraham Samad: Dewan Pengawas Makhluk Apalagi?

News | Sabtu, 07 September 2019 | 22:14 WIB

ICW soal RUU KPK: Bola Panas Ada di Jokowi

ICW soal RUU KPK: Bola Panas Ada di Jokowi

News | Sabtu, 07 September 2019 | 20:48 WIB

Terkini

Nekat! Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Disulap Jadi Sarang Judi Online

Nekat! Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Disulap Jadi Sarang Judi Online

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Tren Joki Baca Buku: Melorotnya Literasi atau Jadi Ladang Cuan Kutu Buku?

Tren Joki Baca Buku: Melorotnya Literasi atau Jadi Ladang Cuan Kutu Buku?

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Gandeng Pakar hingga Akademisi, WALHI Jabar Harap EIGER Nature Jadi Pilot Project

Gandeng Pakar hingga Akademisi, WALHI Jabar Harap EIGER Nature Jadi Pilot Project

Bogor | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:17 WIB

KPK 'Sentil' Nusron Wahid Absen Pemeriksaan: Hendaknya Jadi Teladan, Bukan Menunda Hukum

KPK 'Sentil' Nusron Wahid Absen Pemeriksaan: Hendaknya Jadi Teladan, Bukan Menunda Hukum

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Review Film Fall (2022): Saat Ketinggian Ekstrem Membongkar Rahasia dan Trauma Terkelam

Review Film Fall (2022): Saat Ketinggian Ekstrem Membongkar Rahasia dan Trauma Terkelam

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Apakah Bedak yang Sudah Expired Masih Bisa Dipakai?

Apakah Bedak yang Sudah Expired Masih Bisa Dipakai?

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Siapa Tonny Tesar? Anggota DPR Fraksi Nasdem Diisukan Usul Pemakzulan Gibran

Siapa Tonny Tesar? Anggota DPR Fraksi Nasdem Diisukan Usul Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:13 WIB

Pemkot Bandung Tegaskan PKL Tetap Boleh Jualan, Tapi Ada Syaratnya

Pemkot Bandung Tegaskan PKL Tetap Boleh Jualan, Tapi Ada Syaratnya

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Komnas HAM Kritik Miskonsepsi MBG, Utamakan Jumlah Penerima Ketimbang Kualitas Gizi

Komnas HAM Kritik Miskonsepsi MBG, Utamakan Jumlah Penerima Ketimbang Kualitas Gizi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Survei Global Catat Mayoritas Perusahaan Cari Alternatif VMware

Survei Global Catat Mayoritas Perusahaan Cari Alternatif VMware

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:05 WIB

×