Suara.com - Aparat kepolisian telah mengantongi identitas pemotor arogan yang berkendara di trotoar dan menyerang pejalalan kaki di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Aksi pemotor itu sempat viral setelah videonya viral di media sosial.
"Data dan identitasnya sudah kita dapati," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan kepada wartawan, Senin (9/9/2019).
Hanya saja, Harry belum mebeberkan identitas pemotor tersebut. Dirinya mengatakan, pihaknya akan segera mengamankan sosok pemotor tersebut.

"Semoga segera kita tuntaskan ya," sambungnya.
Harry menambahkan jika korban sampai saat ini belum diperiksa oleh polisi. Selain itu, korban juga belum membuat laporan.
"Korban belum membuat laporan," imbuh Harry.
Sebelumnya, pertikaian terjadi antara seorang pengendara sepeda motor dan pejalan kaki di atas trotoar di Jakarta. Kejadian itu direkam oleh seorang pria hingga kemudian videonya banyak diunggah di media sosial, Minggu (8/9/2019).

Seorang pria ber-jumper hitam dan mengenakan helm serta sarung tangan menunduk melihati layar ponselnya di video itu. Di dekatnya, seorang wanita berkacamata memarahi pria itu sambil merangkul bocah laki-laki berbaju merah. Padahal, tak hanya wanita tadi, pria di balik kamera juga ikut menegurnya.
"Mas sudah tahu ini trotoar lo Mas," ucap perekam video.
"Wajar dong anak saya lari-lari. Trotoar, ini bukan jalan raya!" timpal si ibu.

Pemotor tetap tak bereaksi, hingga ia mengendarai lagi sepeda motornya dan menyerang kamera yang merekamnya. Sementara bocah laki-laki yang dirangkul ibunya menangis dan ditenangkan oleh sang ibu. Tampaknya pemotor yang menyalahi aturan itu memarahi anak kecil karena menghalangi laju kendaraannya di atas trotoar, sehingga ibunya marah, begitu juga pejalan kaki lain, yang melihat tingkahnya di lokasi kejadian.
Menurut pengguna akun Twitter @radcal2k, peristiwa itu terjadi di "Jalan H Agus Salim gedung lama eks Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang banyak jendela kotak-kotaknya. Ya dekat Sarinah juga."