Cari Pesawat Hilang di Papua, Tim SAR Gabungan Terkendala Cuaca Buruk

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 20 September 2019 | 10:52 WIB
Cari Pesawat Hilang di Papua, Tim SAR Gabungan Terkendala Cuaca Buruk
Kondisi cuaca berkabut menghalangi pencarian pesawat hilang kontak di pedalaman Papua, Jumat (20/9/2019) (Antara/Kantor SAR Timika)

Suara.com - Proses pencarian pesawat Twin Otter DHC6 seri 400 dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpediem terkendala cuaca buruk. Pesawat tersebut hilang kontak dalam penerbangan Timika menuju Ilaga, Papua, sejak Rabu (18/9/2019).

Selama melakukan pencarian petugas terkendala cuaca kabut tebal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika Monce Brury mengatakan pada Jumat pagi telah dilaksanakan empat kali penerbangan Tim SAR gabungan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju lokasi yang diduga sebagai lokasi kecelakaan pesawat Twin Otter PK-DHC.

"Hari ini kami sudah melaksanakan pencarian dengan empat sorti. Kami terkendala cuaca berkabut sehingga tidak efisian dan tidak maksimal untuk melakukan pencarian. Kami semua masih menunggu kalau ada perubahan cuaca maka tim segera diberangkatkan," ujar Monce seperti diberitakan Antara, Jumat (20/9/2019).

Monce mengatakan semua pihak mendukung kegiatan operasi SAR dalam rangka mencari dan menemukan pesawat Twin Otter PK-DHC yang hingga kini belum diketahui pasti keberadannya.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian pesawat hilang kontak di pedalaman Papua, Jumat (20/9/2019) (ANTARA/Evarianus Supar)
Tim SAR gabungan melakukan pencarian pesawat hilang kontak di pedalaman Papua, Jumat (20/9/2019) (ANTARA/Evarianus Supar)

Selain dari pihak TNI, Polri, Basarnas dan pihak maskapai dalam hal ini PT Carpediem Air, PT Airfast Indonesia juga direncanakan akan mengerahkan armada helikopternya untuk membantu pencarian pesawat hilang kontak tersebut.

"Fokus kami saat ini yaitu mencari di titik awal terjadi lost contact," jelas Monce.

Secara terpisah, Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan mengatakan jajarannya mengerahkan personel maupun material termasuk pelibatan alutsista helikopter penerbangan TNI AD untuk membantu operasi SAR pencarian pesawat yang hilang kontak di pedalaman Papua itu.

"Jika memang dibutuhkan oleh SAR kita siap mendukung, namun sampai saat ini kita masih fokus di tahap pencarian belum ke tahap rescue atau evakuasinya," kata Letkol Nainggolan.

Dandim mengatakan wilayah Distrik Hoeya yang diduga menjadi lokasi insiden pesawat Twin Otter PK-CDC itu hingga kini belum memiliki perangkat Koramil dan Polsek yang bisa menginformasikan adanya temuan pesawat tersebut.

Ia nenyebut pelibatan pasukan darat bisa saja dilakukan jika sudah mengetahui posisi keberadaan pesawat Twin Otter PK-CDC.

"Untuk pelibatan pasukan darat itu berdasarkan analisa pencarian hari ini. Itu kita pertimbangkan kalau hasil pencarian menemukan titik terang. Yang jelas kita berharap untuk tahap pencarian hari ini bisa menemukan hasil, mudah-mudahan bisa mendapatkan titik terang," kata Nainggolan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesawat Twin Otter Hilang Kontak di Papua Belum Ditemukan

Pesawat Twin Otter Hilang Kontak di Papua Belum Ditemukan

News | Kamis, 19 September 2019 | 09:14 WIB

Pesawat Twin Otter yang Hilang di Papua Lagi Angkut Beras Bulog

Pesawat Twin Otter yang Hilang di Papua Lagi Angkut Beras Bulog

News | Rabu, 18 September 2019 | 14:41 WIB

Pesawat Hilang Kontak di Papua, Bawa Beras 1.700 Kilogram

Pesawat Hilang Kontak di Papua, Bawa Beras 1.700 Kilogram

Bisnis | Rabu, 18 September 2019 | 14:37 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

Mahfud MD Kenang Juwono Sudarsono: Dari Pengganti di Era Gus Dur hingga Ilmuwan Besar

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:00 WIB