Papua Minta Dialog seperti Aceh dan GAM, Libatkan Finlandia untuk Penengah

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 24 September 2019 | 14:51 WIB
Papua Minta Dialog seperti Aceh dan GAM, Libatkan Finlandia untuk Penengah
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Perwakilan dari DPRD Papua dan Papua Barat menyampaikan delapan poin masukan yang dibubuhkan dalam sepucuk surat untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Salah satu poin yang dituliskan ialah mereka meminta pemerintah pusat bisa membuka dialog dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di Papua termasuk gerakan separatis Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat atau (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Permintaan tersebut tidak terlepas dari pengalaman saat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) akhirnya mengakui Indonesia usai melakukan dialog bersama pemerintah. Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Ferdinando Solossa menyampaikan bahwa peristiwa itu tidak terlepas dari adanya sebuah komunikasi.

Ferdinando juga menyebutkan dalam upaya dialog itu juga hadir pihak penengah yakni Finlandia untuk meminimalisir kecurigaan.

"Sehingga hasil yang dicapai dari dialog itu adalah benar-benar secara konprehensif dan merespon apa yang menjadi harapan semua pihak baik rakyat di tanah Papua maupun apa yang diharapkan oleh negara," kata Ferdinando usai melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

Jokowi sempat melakukan dialog bersama 61 Tokoh Papua di Istana Negara beberapa waktu lalu. Namun Ferdinando berharap kalau Jokowi mau membuka dialog dengan semua pihak yang ada di Papua, termasuk dengan gerakan separatis Papua.

"Pihak yang berseberangan ini bisa menyampaikan apa yang menjadi harapan mereka, apa yang menjadi pergumulan mereka selama ini, apa yang menjadi maunya rakyat Papua," ujarnya.

Selain untuk menyelesasikan masalah perkepanjangan di Papua, mereka pun akan membawa soal otonomi khusus (otsus) Papua yang dinilainya tidak menyampaikan implementasinya secara menyeluruh. Lebih lanjut Ferdinando pun berharap apabila dialog tersebut dapat terwujudkan, ia ingin adanya mediator agar penyelesaian masalah pun akan segera terwujudkan.

"Kita minta pihak netral yang akan menjadi mediator sehingga kita berharap bisa diselesaikan sehingga kita tetap berada dalam bingkai NKRI," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Bergerak! Mahasiswa Aceh: Anggota DPR Dipilih Rakyat, Bukan Kapitalis

Ikut Bergerak! Mahasiswa Aceh: Anggota DPR Dipilih Rakyat, Bukan Kapitalis

News | Selasa, 24 September 2019 | 14:10 WIB

Pemerintah Bersedia Berdialog dengan Kelompok Pro Kemerdekaan Papua

Pemerintah Bersedia Berdialog dengan Kelompok Pro Kemerdekaan Papua

News | Selasa, 24 September 2019 | 13:55 WIB

Korban Tewas Kerusuhan di Wamena Bertambah, Jadi 23 Orang

Korban Tewas Kerusuhan di Wamena Bertambah, Jadi 23 Orang

News | Selasa, 24 September 2019 | 13:32 WIB

KNPB Bantah Tudingan Polisi Susupi Aksi Pelajar SMA di Wamena

KNPB Bantah Tudingan Polisi Susupi Aksi Pelajar SMA di Wamena

News | Selasa, 24 September 2019 | 13:30 WIB

LIVE: Menko Polhukam Tanggapi Pembahasan  RUU

LIVE: Menko Polhukam Tanggapi Pembahasan RUU

Video | Selasa, 24 September 2019 | 13:18 WIB

Terkini

Ratusan Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Pulang ke  Kuta Tengah

Ratusan Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Pulang ke Kuta Tengah

Sumut | Senin, 07 September 2026 | 14:30 WIB

Ulasan Bapakmu Kiper: Drama Ayah dan Anak dalam Sepak Bola Tarkam

Ulasan Bapakmu Kiper: Drama Ayah dan Anak dalam Sepak Bola Tarkam

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 14:30 WIB

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

News | Senin, 07 September 2026 | 14:23 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan

Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:22 WIB

Ancaman Bencana Kepung Jogja, DPRD Sindir Pemda: Anggaran Beli Tanah Ada, Keselamatan Warga Tak Ada

Ancaman Bencana Kepung Jogja, DPRD Sindir Pemda: Anggaran Beli Tanah Ada, Keselamatan Warga Tak Ada

Jogja | Senin, 07 September 2026 | 14:21 WIB

Praktisi Hukum Dukung Perampasan Aset Tanpa Pidana untuk Kejar Harta Koruptor

Praktisi Hukum Dukung Perampasan Aset Tanpa Pidana untuk Kejar Harta Koruptor

News | Senin, 07 September 2026 | 14:16 WIB

Purbaya Tunggu Prosedur Clear untuk Bayar Cicilan Koperasi Desa Merah Putih

Purbaya Tunggu Prosedur Clear untuk Bayar Cicilan Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:16 WIB

12 Arti Mimpi Ditangkap Polisi atau Dikejar Orang Menurut Primbon

12 Arti Mimpi Ditangkap Polisi atau Dikejar Orang Menurut Primbon

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 14:15 WIB

Republik Makan Siang: Keselamatan yang Tersisih demi Perut yang Kenyang

Republik Makan Siang: Keselamatan yang Tersisih demi Perut yang Kenyang

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 14:15 WIB

Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!

Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:10 WIB

×