Hujani Gas Air Mata ke Massa Anak STM, KPAI Semprot Polisi

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Kamis, 26 September 2019 | 18:55 WIB
Hujani Gas Air Mata ke Massa Anak STM, KPAI Semprot Polisi
Massa pelajar sekolah menengah atau yang disebut sebagai anak STM, tampak masih bentrok dengan personel polisi, dalam rangkaian aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Layang Slipi, Jakarta, Rabu (25/9/2019) malam. [Suara.com / Arya Manggala]

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengkritik tindakan polisi yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pelajar STM yang berunjuk rasa di DPR RI, Rabu, (25/9/2019) kemarin.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI menilai polisi tak seharusnya melakukan tindakan kekerasan semisal memukul atau bahkan menembakan gas air mata ke pelajar.

"Saya melihat bahwa tampaknya tidak memiliki SOP (standar operasional prosedur) bagaimana menangani anak-anak ketika terjadi demo seperti ini. Akhirnya perlakuan terhadap anak-anak sama," kata Retno di kantor KPAI, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Meski penanganan semacam itu dilakukan polisi untuk meredam kericuhan, namun menurut Retno polisi harus menggunakan cara lain. Mengingat yang mereka tangani adalah anak usia sekolah.

"Padahal anak-anak ini kalau salah dan terindikasi melempar batu dan lain-lainnya melawan aparat, tangkap, lumpuhkan tapi bukan berarti harus dipukuli harus disiram gas air mata. Mereka ini akhirnya mengalami kekerasan dalam proses ini," tuturnya.

Hal itu pula, lanjut Retno yang bakal menjadi masukan dari KPAI untuk institusi Polri agar ke depan menerapkan SOP berbeda dalam menangani kericuhan yang melibatkan anak.

"Mungkin ini masukkan juga kepada kepolisian. Kami beri masukan bahwa menangani anak anak seharusnya berbeda," katanya.

Sebelumnya, massa pelajar dari SMA, SMK, dan STM terlibat bentrok dengan polisi di Flyover Slipi, Jakarta, tak kuasa menahan rasa perih di mata lantaran tertembak gas air mata. Tembakkan gas air mata dilepaskan polisi ke arah massa untuk membubarkan aksi.

Sambil memejamkan mata. Tak sedikit dari mereka yang turut dituntun rekannya untuk mencari air.

baca juga

"Air, air mana air," ujar massa yang terkena gas air mata, Rabu (25/9/2019).

Teriakan itu berlangsung beberapa kali sapai akhirnya merkea sadar kalau tak ada pasokan air bersih yang tersisa. Sebelumnya, massa menyediakan air mineral di tengah dan pinggir jalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelajar SMA Tewas saat Mau ke DPR, Polisi Bantah karena Dikejar-kejar

Pelajar SMA Tewas saat Mau ke DPR, Polisi Bantah karena Dikejar-kejar

News | Kamis, 26 September 2019 | 18:13 WIB

Ikut Long March ke DPR, Pelajar SMA Tewas Dihantam Truk Kontainer

Ikut Long March ke DPR, Pelajar SMA Tewas Dihantam Truk Kontainer

News | Kamis, 26 September 2019 | 17:19 WIB

Bawa Batu hingga Bom Molotov, Perusuh Berlindung di Ambulans Bukan Anak STM

Bawa Batu hingga Bom Molotov, Perusuh Berlindung di Ambulans Bukan Anak STM

News | Kamis, 26 September 2019 | 15:50 WIB

Melawan Disemprot Water Cannon, Anak STM ke Polisi: Woy, Buku Gue Basah!

Melawan Disemprot Water Cannon, Anak STM ke Polisi: Woy, Buku Gue Basah!

News | Rabu, 25 September 2019 | 20:43 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×