Berakhir Damai, BEM SI Sebut Aksinya Sebagai Bentuk Solidaritas

Rabu, 02 Oktober 2019 | 00:30 WIB
Berakhir Damai, BEM SI Sebut Aksinya Sebagai Bentuk Solidaritas
Mahasiswa saat menggelar aksi lanjutan di Jalan Ladokgi arah DPR RI, Selasa (1/10/2019). (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di bawah jembatan layang atau flyover ladokgi Jalan Gatot Subroto arah gedung DPR berakhir damai. Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk solidaritas.

Koordinator pusat aksi BEM SI Muhammad Nurdiansyah mengatakan aksi solidaritas ditujukan kepada dua mahasiswa di Kendari yang gugur karena demonstrasi. Menurutnya, mereka telah gugur di medan juang.

"Aksi solidaritas, ini sebagai wujud duka cita kita kepada kawan-kawan kita yang sudah meninggal di Kendari, yaitu saudara Yusuf dan Randy," ujar Nurdiansyah di lokasi aksi, Selasa (1/10/2019).

Selain menganggap sebagai aksi solidaritas, Nurdiansyah juga menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kecaman kepada kepolisian. Ia menduga kepolisian sebagai dalang dari tewasnya Yusuf dan Randy.

"Kami mengecam pihak aparat yang telah melakukan penembakan terhadap rekan kita di Kendari kemarin," jelasnya.

Menurutnya aparat tidak perlu menggunakan tindakan kekerasan dalam menangani aksi demonstrasi. Para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, katanya, tidak membawa senjata apapun dan hanya berbekalkan tuntutan.

"Kami juga mendesak aparat, khususnya Kapolri untuk kepedan bisa lebih mengambil sikap lebih humanis," pungkasnya.

Aksi tersebut berakhir damai tanpa ada kekerasan. Meskipun hanya diizinkan menggelar aksi di lokasi yang jauh dari gedung DPR, massa yang didominasi mahasiswa tetap melakukan unjuk rasa.

Mereka juga menggelar aksi teatrikal dan berbagai orasi. Kepolisian bersama TNI juga ikut mengamankan aksi itu.

Baca Juga: Aksi Protes Telan Nyawa Mahasiswa, BEM SI: September Bulan Berdarah

Sejak demonstrasi digelar pekan lalu, tujuh poin menjadi tuntutan massa aksi. Di antaranya menolak RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan RUU Ketenegakerjaan. Lalu mendesak pembatalan UU KPK dan UU SDA. Massa juga menuntut agar RUU PKS dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Selain itu, Pimpinan KPK terpilih juga diminta agar dibatalkan karena dianggap bermasalah. Pihak TNI dan Polri juga diminta agar tidak menduduki jabatan sipil.

Massa mendorong penghentian kriminalisasi aktivis. Ada juga tuntutan mengenai Karhutla di beberapa wilayah. Pihak pembakar hutan diminta agar segera dipidanakan dan dicabut izinnya.

Terkait kemanusiaan, massa meminta agar pelanggaran HAM dituntaskan, pelanggar dari lingkup pejabat ditindak dan hak-hal korban dipulihkan.

Tuntutan lainnya yang muncul adalah soal permintaan pengusutan tuntas dua orang mahasiswa yang tewas di Makassar karena mengikuti demonstrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI