Karni Ilyas Sebut Angka soal Bayaran Buzzer, Analis Medsos Ungkap Fakta Ini

Rendy Adrikni Sadikin

Rabu, 09 Oktober 2019 | 11:56 WIB
Karni Ilyas Sebut Angka soal Bayaran Buzzer, Analis Medsos Ungkap Fakta Ini
Ilustrasi buzzer. (Shutterstock)

Suara.com - Analis Media Sosial Drone Emprit, Ismail Fahmi, angkat bicara ketika ditanya soal bayaran seorang buzzer, terutama di pemilihan umum 2019 kemarin.

Awalnya, presenter Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One Karni Ilyas mengungkit sejumlah partai yang menggunakan jasa pelaku buzzer pada kontestasi Pemilu 2019 kemarin.

Kemudian, Karni Ilyas menanyakan bayaran yang diterima para pelaku buzzer tersebut, terutama yang digunakan parpol ketika Pemilu 2019.

"Itu kalau (buzzer) yang dibayar itu, per akun atau per tweet dibayar berapa?" ujar Karni Ilyas dalam acara ILC TV One bertajuk "Siapa yang Bermain Buzzer?" yang ditayangkan Selasa (8/10/2019).

Mulanya, Ismail menjawab tidak tahu. "Wah kalau (bayaran) itu saya enggak tahu," jawab Ismail singkat. Namun, Karni Ilyas kemudian mencecar dengan menyebutkan angka.

"Sebagai analis sudah menganalisa sampai ke sana, katanya 3 juta (rupiah), koordinator gajinya 9 juta (rupiah) atau berapa?" tanya Karni Ilyas.

Menjawab pertanyaan itu, Ismail mengaku memang ada penelitian yang menunjukkan hal tersebut. Tapi, dia mengaku tidak pernah melihat proposal atau struk sehingga tak bisa menggunakan sumber sendiri.

"Itu kalau saya bilang penelitian ada yang menunjukkan itu tapi saya sendiri tidak pernah melihat proposal atau struk jadi saya tidak bisa menggunakan sumber saya sendiri," kata Ismail.

Mana yang lebih banyak pakai buzzer?

baca juga

Ismail menjelaskan tidak semua partai politik pada Pemilu 2019. Menurut dia, ada sejumlah partai senior yang memilih menggunakan cara lain. Justru, partai itu meraup suara lebih banyak.

"Tidak semua Bang Karni, ada beberapa partai yang sudah tua dan mereka nggak peduli dengan sosial media. Mereka pakai cara lain. Dan, terbukti mereka mendapatkan suara lebih banyak ketimbang mereka yang menggunakan media sosial," ujar Ismail Fahmi.

Lantas, Karni Ilyas pun meminta informasi soal kubu mana dalam Pilpres 2019 kemarin yang paling banyak menggunakan buzzer. Seperti diketahui, kubu 01 adalah Joko Widodo dan Maruf Amin, kubu 02 adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Waktu pemilu kemarin, antara kubu 01 dan kubu 02, mana yang lebih banyak buzzer-nya?" tanya Karni Ilyas seperti dikutip Suara.

Ditanya seperti itu, Ismail mesem-mesem. Dia menjawab sambil tersenyum. Menurut dia, kedua kubu memiliki buzzer yang sama banyaknya.

"Saya nggak bisa bilang yang mana gitu. Saya bilang dua-duanya ini memiliki buzzer yang sama banyak," terang Ismail Fahmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diprotes Ali Ngabalin, Pemred Koran Tempo: Fungsi Pers untuk Kritik

Diprotes Ali Ngabalin, Pemred Koran Tempo: Fungsi Pers untuk Kritik

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Lebih Banyak Buzzer Kubu 01 atau 02, Analis Medsos Singgung Emak-emak

Lebih Banyak Buzzer Kubu 01 atau 02, Analis Medsos Singgung Emak-emak

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 11:20 WIB

Babe Haikal Kritik ILC Terkait Ninoy Karundeng, Begini Respons Karni Ilyas

Babe Haikal Kritik ILC Terkait Ninoy Karundeng, Begini Respons Karni Ilyas

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 10:53 WIB

Momen Menkumham Bentak Perwakilan Mahasiswa di ILC, Ini Pemicunya

Momen Menkumham Bentak Perwakilan Mahasiswa di ILC, Ini Pemicunya

News | Rabu, 25 September 2019 | 12:27 WIB

Gara-gara Kutipan, Karni Ilyas Disebut Andi Arief Wartawan Kardus

Gara-gara Kutipan, Karni Ilyas Disebut Andi Arief Wartawan Kardus

News | Senin, 16 September 2019 | 15:31 WIB

Berani Kritik Jokowi di ILC, Ini 5 Fakta Milenial Sherly Annavita

Berani Kritik Jokowi di ILC, Ini 5 Fakta Milenial Sherly Annavita

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 17:21 WIB

Sebut Ini di ILC TV One, Anies Sindir Slogan Jokowi 'Kerja Kerja Kerja'?

Sebut Ini di ILC TV One, Anies Sindir Slogan Jokowi 'Kerja Kerja Kerja'?

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 10:43 WIB

Hasil Kerja Anies Baswedan Ibarat Air Putih dan Air Soda

Hasil Kerja Anies Baswedan Ibarat Air Putih dan Air Soda

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:58 WIB

Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris

Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 10:39 WIB

Nasdem Dukung Anies Baswedan Nyapres, Sandiaga Lontarkan Kritik Pedas

Nasdem Dukung Anies Baswedan Nyapres, Sandiaga Lontarkan Kritik Pedas

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 12:00 WIB

Terkini

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 08:11 WIB

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

×