Wiranto Ditusuk, Prabowo: Saya Tidak Melihat Ada Rekayasa

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:30 WIB
Wiranto Ditusuk, Prabowo: Saya Tidak Melihat Ada Rekayasa
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menjenguk Menkopolhukam di RSPAD Gatot Subroto. (Suara.com/Tio)

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak menemukan adanya rekayasa terkait insiden penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto saat melakukan kunjungan ke Banten, kemarin.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menjenguk Wiranto yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019) sore.

Prabowo mengatakan kedatangannya sebagai bentuk jiwa korsa mengingat Wiranto adalah Panglima ABRI saat dirinya menjabat sebagai Pangkostrad di era Presiden Soeharto dulu.

Dalam kesempatan ini, Prabowo meyakini bahwa insiden yang terjadi terhadap Wiranto bukanlah sebuah rekayasa.

"Yang jelas saya lihat tadi ada beberapa, mungkin 9 dokter senior dari TNI. saya tidak melihat ada rekayasa, saya tidak melihat," tegas Prabowo.

Maka dari itu, dia secara tegas mengutus tindak terorisme di Indonesia terlebih jika sudah menyasar langsung ke pejabat negara.

"Saya mengutuk semua bentuk terorisme, semua bentuk radikalisme Semua bentuk kekerasan kita hindari. Dan harus kita cegah, dan tidak boleh ada di Indonesia. Kita harus selesaikan semua perbedaan dengan kesejukan," katanya.

"Musyawarah mufakat di ruangan kalau perlu pukul-pukul meja. Tapi enggak boleh ada penyelesaian dengan kekerasan," imbuhnya. 

Prabowo menjenguk Wiranto satu setengah jam sejak pukul 18.30 WIB, dari dalam dia meminta semua masyarakat Indonesia mendoakan kesembuhan Wiranto.

baca juga

"Alhamdulillah kondisinya stabil, mudah-mudahan cepet baik, kita doakan semua," ucapnya.

Diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kamis (10/10/2019) kemarin.

Aksi penusukan itu dilakukan Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Akibat peristiwa tersebut, Wiranto mengalami dua luka tusukan di bagian perut dan kini masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam kasus ini, polisi telah meringkus Abu Rara, dan istrinya, Fitri Andriana Binti Sunarto. Polisi menyebutkan Abu Rara teridentifikasi sebagai anggota teroris jaringan JAD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istri Hina Wiranto, Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan 14 Hari

Istri Hina Wiranto, Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan 14 Hari

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:24 WIB

Jenguk Wiranto di RSPAD, Prabowo: Saya Wajib Hormati Senior

Jenguk Wiranto di RSPAD, Prabowo: Saya Wajib Hormati Senior

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:12 WIB

Abu Rara Pernah Dipenjara, Pakai Narkoba hingga Ingin Berjihad ke Suriah

Abu Rara Pernah Dipenjara, Pakai Narkoba hingga Ingin Berjihad ke Suriah

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 19:09 WIB

Soal Pelantikan Jokowi, Prabowo: Jika Diundang, Harus Hadir Dong

Soal Pelantikan Jokowi, Prabowo: Jika Diundang, Harus Hadir Dong

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 18:52 WIB

Abu Rara Berharap Ditembak Mati saat Tikam Wiranto

Abu Rara Berharap Ditembak Mati saat Tikam Wiranto

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 18:23 WIB

Terkini

Tersangka Kasus Korupsi Haji Asrul Aziz Ajukan Penangguhan Penahanan

Tersangka Kasus Korupsi Haji Asrul Aziz Ajukan Penangguhan Penahanan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:07 WIB

Aksi di DPR, PB HMI MPO Angkat Patung Jelangkung dan Serukan 'Pembebasan Nasional'

Aksi di DPR, PB HMI MPO Angkat Patung Jelangkung dan Serukan 'Pembebasan Nasional'

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:59 WIB

Bukan Urusan Politik, Mensesneg Bongkar Isi Pertemuan Didit Hediprasetyo dan Jokowi

Bukan Urusan Politik, Mensesneg Bongkar Isi Pertemuan Didit Hediprasetyo dan Jokowi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:59 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:55 WIB

WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia

WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:44 WIB

Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran

Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:34 WIB

Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami

Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:23 WIB

Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini

Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:11 WIB

KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:56 WIB

Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!

Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:53 WIB