Gerindra Bocorkan Kapan Keputusan Masuk Kabinet Jokowi

Arsito Hidayatullah, Rifan Aditya

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:45 WIB
Gerindra Bocorkan Kapan Keputusan Masuk Kabinet Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai gerindra Prabowo Subianto swafoto dengan wartawan Istana. (Foto dok. Istimewa)

Suara.com - Setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, sinyal Gerindra berkoalisi dengan pemerintah semakin kuat.

Partai Gerindra membocorkan kapan keputusan masuk Kabinet Jokowi.

Sinyal pertama berasal dari jawaban Partai Gerindra tentang berita yang berjudul "Gerindra Resmi Masuk Kabinet".

Melalui akun media sosial resminya Partai Gerindra menyebut bahwa belum ada putusan masuk Kabinet Jokowi. Keputusan itu baru akan diambil minggu depan.

"Belum, min @rmol_id. Putusannya baru akan diambil minggu depan," tulis @Gerindra dalam cuitan yang diunggah pada Jumat (11/10/2019).

Gerindra bocorkan kapan keputusan masuk Kabinet Jokowi (twitter @Gerindra)
Gerindra bocorkan kapan keputusan masuk Kabinet Jokowi (twitter @Gerindra)

Sinyal berikutnya berasal dari pernyataan Jokowi yang menjelaskan kemungkinan Gerindra masuk koalisi pemerintah. Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah bertemu dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

"Berkaitan dengan masalah koalisi. Tapi untuk urusan satu ini belum final, tapi kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita," ujar Jokowi.

Memang pembahasan soal kemungkinan merapatnya Gerindra ke koalisi Jokowi - Ma'ruf Amin belum final.

Sementara itu, menurut pengajar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Gajah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad, Partai Gerindra memiliki peluang besar ketimbang Partai Demokrat untuk mengisi kursi menteri Kabinet Kerja jilid II di Pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin pada periode 2019-2024 mendatang.

baca juga

Nyarwi menilai, komunikasi Prabowo terlihat lebih cair ketimbang Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang lebih dulu bertemu Jokowi sehari sebelum mengundang Prabowo.

"Saya mendapat indikasi dari dua peristiwa itu. Pertama daya tarik Gerindra untuk susunan koalisi ini sangat tinggi. Artinya Gerindra dibutuhkan untuk memperkuat koalisi pemerintahan Jokowi mendatang. Sementara, daya tarik Demokrat masih belum terlalu kuat," kata Nyarwi, dalam diskusi di 'Dinamika Politik Jelang Penyusunan Kabinet', di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerindra Dekati Jokowi, Nasdem Khawatir Picu Munculnya Parlemen Jalanan

Gerindra Dekati Jokowi, Nasdem Khawatir Picu Munculnya Parlemen Jalanan

News | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 14:50 WIB

Isi Kursi Menteri Jokowi, Kans Gerindra Disebut Lebih Besar dari Demokrat

Isi Kursi Menteri Jokowi, Kans Gerindra Disebut Lebih Besar dari Demokrat

News | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 14:20 WIB

Setelah Jokowi, Nasdem Sebut Surya Paloh Bakal Temui Prabowo

Setelah Jokowi, Nasdem Sebut Surya Paloh Bakal Temui Prabowo

News | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 12:41 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×