Usai Surya Paloh, Prabowo Bakal Temui Airlangga Hartarto dan Cak Imin

Iwan Supriyatna | Muhammad Yasir
Usai Surya Paloh, Prabowo Bakal Temui Airlangga Hartarto dan Cak Imin
Prabowo Subianto bertemu Surya Paloh. (Suara.com/Muhammad Yasir)

"Lagi diatur ketemu Pak Airlangga Golkar, Cak Imin, semua partai saya akan (temui),"

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan akan menemui sejumlah ketua umum partai politik. Menurut Prabowo, dalam waktu dekat ini dirinya akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Hal itu dikatakan Prabowo usai menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Prabowo menemui Surya Paloh dikediamannya Jalan Permata Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019) malam.

Prabowo mengungkapkan kekinian dirinya tengah mengatur jadwal untuk bertemu sejumlah ketua umum partai politik. Diantaranya yakni Airlangga dan Cak Imin.

"Lagi diatur ketemu Pak Airlangga Golkar, Cak Imin, semua partai saya akan (temui)," kata Prabowo.

Sebelumnya Prabowo dan Surya Paloh melakukan pertemuan selama kurang lebih dua jam. Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Surya Paloh, Prabowo turut didampingi beberapa elite Partai Gerindra, yakni Sekjen Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo, Sugiono, dan Sufmi Dasco Ahmad.

Sementara itu, Surya Paloh ditemani Sekjen Nasdem Johnny G Plate dan Ketua Dewan Pembina Siswono Yudo Husodo.

Dari pertemuan antara Prabowo dan Surya Paloh setidaknya ada tiga poin yang disampaikan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G Plate.

Berikut poin kesepakatan Partai Gerindra dan NasDem usai Prabowo dan Surya Paloh bertemu.

Pertama, bahwa kedua pemimpin partai politik sepakat untuk memperbaiki citra parpol dengan meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan lain dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan serta menjaga keutuhan bangsa.

Kedua, sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme berdasar paham apapun yang dapat merongrong ideologi Pancasila dan konsensus dasar kebangsaan.

Ketiga, sepakat bahwa Amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh yang menyangkut kebutuhan tata kelola negara sehubungan dengan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS