Pasukan Kurdi Dikerahkan untuk Tangkis Operasi Militer Turki di Suriah

Bangun Santoso

Senin, 14 Oktober 2019 | 12:05 WIB
Pasukan Kurdi Dikerahkan untuk Tangkis Operasi Militer Turki di Suriah
Asap ledakan terlihat di kota perbatasan Ras al-Ain di Suriah yang menjadi ajang pertempuran pada hari kelima operasi militer Turki di Suriah. (AFP)

Suara.com - Militer Suriah akan dikerahkan di sepanjang perbatasan dengan Turki untuk membantu menangkis serangan Turki, kata pemerintah pimpinan Kurdi, Minggu (13/10/2019).

Hal itu tersebut berdasarkan sebuah kesepakatan dengan pemerintah pimpinan Kurdi di Suriah utara.

Pengerahan militer akan mendukung Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi melawan "agresi ini dan membebaskan sejumlah daerah yang disusupi militer Turki dan tentara bayaran," katanya, merujuk pada pemberontak Suriah dukungan Turki.

Pengerahan tersebut juga akan memungkinkan pembebasan kota Suriah lainnya yang diduduki oleh militer Turki seperti Afrin, bunyi pernyataan tersebut. Militer Turki dan sekutu pemberontak Suriah mengusir pasukan Kurdi dari Afin pada 2018.

Kesepakatan itu dibuat menyusul langkah mengejutkan dari Amerika Serikat untuk membawa pulang pasukannya dari perbatasan, membuka jalan bagi serangan Turki.

SDF, sekutu utama AS dalam memerangi ISIS, menyebut langkah Washington "menusuk dari belakang."

"Untuk mencegah dan menghadang serangan (Turki) ini, kesepakatan telah dicapai dengan pemerintah Suriah - yang tugasnya melindungi perbatasan negara sekaligus kedaulatan Suriah - bagi militer Suriah untuk masuk dan menyebar di sepanjang perbatasan Suriah - Turki," demikian pernyataan tersebut.

Pasukan pimpinan Kurdi mengendalikan sejumlah wilayah di timur dan utara Suriah sejak negara tersebut terjebak dalam perang saudara 2011, membentuk pemerintahannya sendiri tetapi selalu menyatakan tujuan mereka adalah otonomi bukan kemerdekaan.

Meski permusuhan menyelimuti kelompok-kelompok Kurdi dan Damaskus, SDF jarang berselisih dengan pemerintah Suriah selama perang.

baca juga

14 Orang Tewas

Foto diambil pada 8 September 2019, seorang tentara AS berjaga-jaga saat patroli bersama dengan tentara Turki di desa al-Hashisha di pinggiran kota Tal Abyad di sepanjang perbatasan dengan Turki. (AFP)
Foto diambil pada 8 September 2019, seorang tentara AS berjaga-jaga saat patroli bersama dengan tentara Turki di desa al-Hashisha di pinggiran kota Tal Abyad di sepanjang perbatasan dengan Turki. (AFP)

Sementara itu, Reuters melaporkan, Observatorium HAM untuk Suriah menyebut serangan udara Turki terhadap konvoi di Kota Ras al Ain, Suriah, menewaskan 14 orang, termasuk lima warga sipil, dan melukai 10 orang lainnya pada Minggu (13/10).

Direktur Observatorium Rami Abdulrahman menyatakan serangan tersebut menghantam sekelompok warga sipil yang datang ke Kota Ras al Ain untuk menunjukkan dukungan saat kota tersebut menjadi sasaran pasukan Turki, yang menyerang pasukan pimpinan Kurdi di utara Suriah. Mereka berasal dari Kota Qamishli

Sejumlah wartawan asing berada di konvoi tersebut saat serangan terjadi, menurut wartawan lembaga penyiar Prancis France 2.

"Suriah. Kami berada di konvoi sipil Kurdi yang dijadikan serangan pasukan Turki dan sekutu mereka di Ras al Ain," cuit Stephanie Perez di Twiitter. "Tim kami selamat, namun beberapa kolega meninggal."

Tidak ada penjelasan tentang kolega yang dimaksud.

France 2 menayangkan rekaman insiden yang menunjukkan warga sipil berbaur dengan Pasukan Demokratik Suriah dukungan Kurdi (SDF) yang hendak menuju Ras al Ain.

Gambar tersebut, yang diambil dari jarak sekitar 10 km dari kota itu, memperlihatkan mayat-mayat berserakan, sejumlah kendaraan lapis baja terbakar serta truk dan bangunan lainnya hancur.

Penyataan SDF menyatakan "pasukan invasi" Turki menargetkan konvoi sipil dengan jurnalis media internasional yang menuju Ras al Ain, yang dikawal oleh petempur mereka untuk "menyuarakan penolakannya terhadap invasi Turki."

Pihaknya mengatakan "puluhan warga sipil tewas dan mengalami luka."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sikap Amerika Atas Operasi Militer Turki di Wilayah Suriah

Sikap Amerika Atas Operasi Militer Turki di Wilayah Suriah

News | Senin, 14 Oktober 2019 | 11:32 WIB

Presiden Turki Ancam Eropa, Akan Kirim 3,6 Juta Pengungsi

Presiden Turki Ancam Eropa, Akan Kirim 3,6 Juta Pengungsi

News | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 21:23 WIB

Turki Serang Suriah, Donald Trump Geram dan Beri 3 Pilihan

Turki Serang Suriah, Donald Trump Geram dan Beri 3 Pilihan

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 15:42 WIB

Ratusan Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Turki di Suriah

Ratusan Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Turki di Suriah

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 12:53 WIB

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki, Ankara Tetap Nekat Mau Serang Suriah

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki, Ankara Tetap Nekat Mau Serang Suriah

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 16:21 WIB

11 Tahun Hilang di Suriah, TKW Asal Sumbawa Akhirnya Ditemukan

11 Tahun Hilang di Suriah, TKW Asal Sumbawa Akhirnya Ditemukan

News | Minggu, 22 September 2019 | 05:26 WIB

9 Tahun Hilang di Suriah, TKW Asal Sukabumi Ini Ditemukan Selamat

9 Tahun Hilang di Suriah, TKW Asal Sukabumi Ini Ditemukan Selamat

Jabar | Kamis, 19 September 2019 | 16:03 WIB

Terkini

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:37 WIB

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:36 WIB

Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat

Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:33 WIB

Purbaya Akui Dicopot Prabowo Gegara Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu

Purbaya Akui Dicopot Prabowo Gegara Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:32 WIB

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB

Di Prai Ijing, Warga Merawat Tradisi Sambil Menghidupkan Kampung Lewat Pariwisata

Di Prai Ijing, Warga Merawat Tradisi Sambil Menghidupkan Kampung Lewat Pariwisata

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:26 WIB

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:22 WIB

×