Presiden Turki Ancam Eropa, Akan Kirim 3,6 Juta Pengungsi

Arsito Hidayatullah | Rifan Aditya | Suara.com

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 21:23 WIB
Presiden Turki Ancam Eropa, Akan Kirim 3,6 Juta Pengungsi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]

Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan ancaman kepada Eropa jika serangan militer ke Suriah yang dilakukannya dianggap pendudukan.

Dalam pidato di depan parlemen baru-baru ini, Erdogan menyebut akan mengirim 3,6 juta pengungsi ke Eropa jika langkahnya didefinisikan sebagai invasi.

"Hei EU (Uni Eropa), sadar. Saya mengatakannya lagi: jika kalian mencoba menyebut operasi kami di sana (Suriah) sebagai invasi, tugas kami sederhana: kami akan membuka pintu dan mengirim 3,6 juta migran kepada kalian,"kata Erdogan.

Dilansir dari Dailymail, Presiden Turki menyebut serangan militer ke Suriah telah menewaskan 109 teroris. Kementerian Pertahanan Turki juga mengumumkan dua desa perbatasan telah dibersihkan dari teror yang merujuk pada para pejuang Kurdi.

Invasi ini telah banyak dikutuk di seluruh dunia. Para pemimpin Eropa dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memperingatkan Erdogan atas serangan militernya.

Menurut mereka, tindakan Erdogan dapat memperburuk penderitaan di wilayah yang dilanda perang dan memungkinkan ISIS untuk berkembang. Padahal pasukan Kurdi yang didukung AS diklaim telah menggulingkan para jihadis ISIS awal tahun ini.

Sementara itu, otoritas Kurdi mengklaim telah terjadi penembakan pada Rabu malam di sebuah penjara yang menahan para pejuang ISIS. Mereka menyebut ini adalah upaya yang jelas untuk membantu pejuan ISIS melarikan diri.

"Serangan terhadap penjara-penjara yang menahan para teroris ISIS ini akan menimbulkan bencana yang konsekuensinya mungkin tidak akan bisa ditangani oleh dunia nanti," begitu bunyi pernyataan tersebut.

Rabu malam, pasukan komando Turki bergerak melawan milisi Kurdi setelah artileri dan angkatan udara menghantam Suriah utara dengan rentetan penembakan dan mengirim ribuan orang melarikan diri.

Turki telah lama memandang pasukan Kurdi yang berbasis di Suriah sebagai teroris. Mereka telah berulang kali mengancam melakukan serangan terhadap pejuang Kurdi di Suriah yang didukung AS.

Ankara mengklaim ada hubungan antara pejuang Kurdi Suriah dengan gerilyawan Kurdi yang beroperasi di perbatasan Turki. Serangan militer Turki ini dilakukan setelah pasukan AS ditarik dari Suriah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wisata ke Turki, Mayangsari Nikmati Indahnya Cappadocia Lewat Balon Udara

Wisata ke Turki, Mayangsari Nikmati Indahnya Cappadocia Lewat Balon Udara

Entertainment | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 16:00 WIB

Turki Serang Suriah, Donald Trump Geram dan Beri 3 Pilihan

Turki Serang Suriah, Donald Trump Geram dan Beri 3 Pilihan

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 15:42 WIB

Ratusan Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Turki di Suriah

Ratusan Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Turki di Suriah

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 12:53 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB