YLBHI: Infrastruktur Ekonomi Dibangun, Demokrasi Digembosi di Era Jokowi

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 21 Oktober 2019 | 17:33 WIB
YLBHI: Infrastruktur Ekonomi Dibangun, Demokrasi Digembosi di Era Jokowi
Presiden Joko Widodo atau Jokowi

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyoroti soal pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi seusai dilantik untuk yang kedua kalinya. Ketika mencermati pidato Jokowi, mereka menilai infrastruktur demokrasi digembosi.

Ketua Umum Pengurus YLBHI, Asfinawati menyebut pidato Jokowi mestinya bisa dicermati dengan baik karena menjadi gambaran pemerintahan lima tahun ke depan. Yang dilihat ialah dalam pidato yang disampaikan Jokowi justru tidak tampak adanya semangat menikmati proses namun berfokus pada hasil dari pembangunan ekonomi.

"Statemen itu sangat berbahaya, karena dengan hanya mencapai tujuan, jika dilakukan degan cara menindas rakyat dan melanggar hak-hak warga negara yang sepenuhnya dijamin konstitusi," kata Asfinawati dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/10/2019).

Melihat pidato Jokowi, YLBHI memandang justru mantan Gubernur Jakarta tersebut justru tidak menempatkan manusia di Indonesia sebagai manusia seutuhnya.

YLBHI melihat membangun sektor manufaktur dan jasa dikaitkan dengan mendorong SDM pekerja keras serta pembangunan Infrastruktur, jelas-jelas memberi ruang yang besar terhadap investor.

Untuk melahirkan SDM pekerja keras yang sesuai dengan selera pasar, hal itu akan beriringan dengan skema pendidikan nasional.

"Sama halnya dengan zaman penjajahan atau era kolonial dimana sekolah bagi bangsa pribumi adalah untuk mencetak tukang yang nantinya akan bekerja dan menghamba kepada kepentingan investasi," ujarnya.

Dengan begitu, YLHBI melihat kalau Jokowi akan terus menggenjot infrastruktur ekonomi dengan sistem yang terbaca di atas namun di sisi lain infrastruktur demokrasi malah diabaikan. Belum lagi sistem politik saat ini semakin terlihat berkepentingan kepada oligarki dan abai terhadap hak-hak rakyat.

"Infrastruktur ekonomi terus dibangun sementara infrastruktur demokrasi terus digembosi," ujarnya.

baca juga

Dalam kesempatan yang sama, YLHBI mengungkapkan mulai hilangnya ruang demokrasi. Ketika rakyat yang turun untuk membela hak-haknya malah merasakan tindakan represif dari aparat kepolisian bahkan lima peserta unjuk rasa harus kehilangan nyawa.

"Hal itu pertanda bagaimana infrastruktur demokrasi kita "Sakit". Bahkan lebih sakit lagi ketika tidak ada satupun ungkapan belasungkawa dari pemimpin negeri ini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jatah Menteri Jokowi, Prabowo: Yang Dipanggil Cuma Dua, Jadi Berapa?

Jatah Menteri Jokowi, Prabowo: Yang Dipanggil Cuma Dua, Jadi Berapa?

News | Senin, 21 Oktober 2019 | 17:24 WIB

Disebut Jadi Calon Menteri, Wali Kota Risma Ternyata Tak Berada di Jakarta

Disebut Jadi Calon Menteri, Wali Kota Risma Ternyata Tak Berada di Jakarta

Jatim | Senin, 21 Oktober 2019 | 17:23 WIB

Prabowo Siap Jadi Menteri di Bidang Pertahanan, Relawan Jokowi Kecewa

Prabowo Siap Jadi Menteri di Bidang Pertahanan, Relawan Jokowi Kecewa

News | Senin, 21 Oktober 2019 | 17:20 WIB

Prabowo: Saya Sanggupi Permintaan Jadi Menteri di Bidang Pertahanan

Prabowo: Saya Sanggupi Permintaan Jadi Menteri di Bidang Pertahanan

News | Senin, 21 Oktober 2019 | 17:14 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×