Pemprov DKI Godok Rencana PKL Bisa Jualan di Trotoar

Vania Rossa, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 22 Oktober 2019 | 05:33 WIB
Pemprov DKI Godok Rencana PKL Bisa Jualan di Trotoar
Suasana lalu lintas dan warga yang tampak berjalan di trotoar yang baru selesai direnovasi di Jalan Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan serius ingin membuat Pedagang Kaki Lima (PKL) bisa berdagang di sejumlah trotoar di Jakarta. Dasar hukum untuk melakukan rencana itu disebut sudah cukup kuat.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan pihaknya telah memulai persiapan untuk menjalankan rencana itu. Desain untuk membuat pejalan kaki berbagi dengan PKL juga sedang dikerjakan.

"Baru digodok. Artinya sekarang lagi dibuat desain. Mudah-mudahan tahun ini ada hasil," ujar Hari di Balai Kota, Senin (21/10/2019).

Menurutnya pembuatan trotoar itu sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan. Aturan tersebut, kata Hari, membolehkan menjadikan trotoar dengan lima meter lebih untuk dijadikan tempat berjualan.

"Kan Permennya memungkinan di atas 5 meter," kata Hari.

Hari beranggapan perizinan bagi PKL berjualan di trotoar adalah untuk melengkapi fasilitas pejalan kaki. Menurutnya, PKL bisa memenuhi kebutuhan penikmat pedestrian itu.

"Pejalan kaki ada PKL agar melengkapi. Jalan kaki dari Thamrin ke Sudirman jalan luas, tapi enggak ada satupun penjual. Engak lengkap kan," jelasnya.

Selain desain, ia juga menyebut pihaknya sedang memetakan kawasan yang trotoarnya bisa digunakan untuk PKL. Menurutnya untuk melaksanakan rencana itu harus dibahas matang.

"Bisa di Thamrin, Sudirman, Cikini, spotnya belum. Itu masih didrafting dulu. Jangan sampai kita buat aturan main, tapi ke belakangnya menjadi ekses yang tidak bagus," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov DKI Jakarta Kaji Penggunaan Skuter Listrik di Trotoar

Pemprov DKI Jakarta Kaji Penggunaan Skuter Listrik di Trotoar

Otomotif | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 19:45 WIB

Koalisi Pejalan Kaki Setuju Berbagi Trotoar Dengan Jalur Khusus Sepeda

Koalisi Pejalan Kaki Setuju Berbagi Trotoar Dengan Jalur Khusus Sepeda

News | Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:40 WIB

Rugikan Pengendara karena Lebarkan Trotoar, Anies: Mau Nyaman Naik Umum

Rugikan Pengendara karena Lebarkan Trotoar, Anies: Mau Nyaman Naik Umum

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 06:00 WIB

Terkini

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

×