Sujiwo Tejo Sindir Fahri Hamzah : Pejabat Cuma Jongos, Rakyat Komisarisnya

Iwan Supriyatna, Husna Rahmayunita

Kamis, 31 Oktober 2019 | 11:56 WIB
Sujiwo Tejo Sindir Fahri Hamzah : Pejabat Cuma Jongos, Rakyat Komisarisnya
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (7/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pesan menohok disampaikan budayawan Sujiwo Tejo kepada mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Hal ini terkait cuitan yang diposting jejaring Twitter pribadi milik Fahri Hamzah soal dirinya kekinian mengaku sebagai rakyat biasa, bukan pejabat lagi.

Bermula dari Fahri yang menanggapi kicauan aktivis Ananda Badudu tentang wawancara dirinya dalam acara podcast unggahan kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Ananda menilai wawancara yang terjadi gagal, lantaran pewawancara takluk di hadapan narasumber.

"Dalam dunia jurnalistik, wawancara (vlog) @DeddyCorbuzier dengan @FahriHamzah adalah contoh wawancara gagal karena pewawancara tak berdaya disetir narasumber. Itu bisa terjadi karena: 1. pewawancara minim pengetahuan dan tak banyak riset, 2. keberpihakan pewawancara tak jelas," cuit Ananda Badudu, Selasa (29/10/2019).

Sebagai tanggapan, Fahri Hamzah pun membalas bahwa ia kini siap terlibat dalam berbagai acara asal diberi kebebasan menyampaikan pendapat dan membeberkan bukti temuannya.

Hal itu karena dirinya mengaku sudah menjadi rakyat biasa, bukan siapa-siapa setelah tak lagi menjabat sebagai anggota parlemen.

"Saya siap diundang oleh siapapun...asal saya bebas buka data..karena saya kan bukan siapa-siapa sekarang..rakyat biasa. Yang saya buka juga data lama...sudah saya sampaikan dulu...orang gak percaya karena citra pejabat gak bagus".

Di lain pihak, pernyataan Fahri itu mengundang atensi Sujiwo Tejo, khususnya soal sebutan rakyat biasa, bukan siapa-siapa.

baca juga

Ia menganggap justru pejabatlah yang bukan siapa-siapa. Mereka bekerja untuk rakyat yang notabene sebagai penguasa negera.

"Rakyat biasa bukan siapa-siapa? Justru pejabatlah yang bukan siapa-siapa. Pejabat cuma jongos/cecunguk/suruhan/pegawai rakyat. Tapi rakyat adalah Komisaris Utama di negeri ini," kata Sujiwo Tejo.

Secara gamblang, Sujiwo Tejo pun menyebut cuitan Fahri Hamzah salah total sehingga perlu dikomentari.

"Kali ini twit Bang Fahri salah total tingkat dewa sehingga perlu kutanggapi. Biasanya cuma salah-salah kecil yang aku males komen," imbunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Jawaban KPK Terkait Tudingan Fahri Hamzah Soal Tebang Pilih Kasus

Ini Jawaban KPK Terkait Tudingan Fahri Hamzah Soal Tebang Pilih Kasus

News | Rabu, 30 Oktober 2019 | 23:27 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Gaji Pegawai Seenaknya, Ini Klarifikasinya

Fahri Hamzah Sebut KPK Gaji Pegawai Seenaknya, Ini Klarifikasinya

News | Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:18 WIB

Deddy Singgung Pensiun dan Partai Gelora, Ini Respons Fahri Hamzah

Deddy Singgung Pensiun dan Partai Gelora, Ini Respons Fahri Hamzah

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 14:21 WIB

Terkini

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:41 WIB

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 08:37 WIB

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:36 WIB

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:30 WIB

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 08:23 WIB

×