Menlu Retno Marsudi Lapor Prioritas Politik Luar Negeri ke Mahfud MD

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 31 Oktober 2019 | 12:12 WIB
Menlu Retno Marsudi Lapor Prioritas Politik Luar Negeri ke Mahfud MD
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan ada empat plus satu prioritas politik luar negeri Indonesia untuk lima tahun kedepan. Retno mengatakan prioritas politik luar negeri tersebut diambil berdasar amanah konstitusi dan Undang-Undang 1945.

Hal itu dikatakan Retno usai menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Menurut Retno empat plus satu prioritas politik luar negeri Indonesia untuk lima tahun kedepan itu pun telah disesuaikan dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

"Prioritas ini kita ambil atau kita turunkan dari tentunya satu dari amanah dari konstitusi, muqaddimah paragraf 4 UUD 45 secara jelas memberikan amanah apa saja untuk pelaksanaan politik luar negeri, plus visi-misi presiden. Karena presiden sudah mengatakan tidak ada visi misi menteri yang ada hanya visi misi presiden," tutur Retno.

Berkenaan dengan itu, Retno mengungkapkan setidaknya ada empat plus satu prioritas politik luar negeri Indonesia untuk lima tahun kedepan. Pertama, penguatan diplomasi ekonomi, kedua diplomasi perlindungan, ketiga diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, keempat kontribusi dan kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia, dan kelima infrastruktur diplomasi.

"Infrastruktur diplomasi ini terkait lebih ke dalam mengenai reformasi birokrasi, untuk mendukung empat hal tersebut. Jadi itulah yang saya sampaikan," ujarnya.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menggelar rapat koordinasi tingkat menteri. Rapat koordinasi tingkat menteri tersebut merupakan rapat perdana sejak Presiden Joko Widodo alias Jokowi melantik jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Pantauan suara.com sejumlah menteri yang hadir dalam rapat tersebut yakni; Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menkominfo Jhonny G Plate.

Selain itu, turut hadir pula Kepala BIN Budi Gunawan, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BSSN Hinsa Siburian, Kepala Bakamla Laksamana Madya Achmad Taufiqqurahman, Kepala BNN Komjen Heru Widjanarko, dan Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tidak hadir dalam rapat tersebut dan diwakilkan oleh Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono.

Selain Prabowo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga berhalangan hadir. Tito diwakilkan oleh Plt. Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres JK: Sudah Cukup Mempunyai Prinsip Meminta Bantuan

Wapres JK: Sudah Cukup Mempunyai Prinsip Meminta Bantuan

News | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 11:48 WIB

DPR Protes Blokir Internet Papua, Minta Kemenlu Terdepan di Isu Papua

DPR Protes Blokir Internet Papua, Minta Kemenlu Terdepan di Isu Papua

News | Rabu, 11 September 2019 | 14:46 WIB

Dibuat Satu Pintu, Hanya Wiranto yang Boleh Bicara Soal Papua

Dibuat Satu Pintu, Hanya Wiranto yang Boleh Bicara Soal Papua

News | Rabu, 04 September 2019 | 17:32 WIB

Tanggapi Kerusuhan di Hongkong, Pemerintah RI Rilis Imbauan Perjalanan

Tanggapi Kerusuhan di Hongkong, Pemerintah RI Rilis Imbauan Perjalanan

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:51 WIB

Kemlu Kasih Peringatan WNI Pergi ke Hong Kong

Kemlu Kasih Peringatan WNI Pergi ke Hong Kong

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 06:35 WIB

Terkini

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:44 WIB

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:42 WIB

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:26 WIB

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:17 WIB

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:59 WIB

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:55 WIB

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:44 WIB

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB