Demo di Chili Berlanjut, 20 Ribu Orang Turun ke Jalan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rifan Aditya

Minggu, 03 November 2019 | 15:31 WIB
Demo di Chili Berlanjut, 20 Ribu Orang Turun ke Jalan
Aksi kerusuhan di Chile. (AFP)

Suara.com - Demo di Chili yang dipicu kenaikan tarif transportasi sejak Oktober lalu masih berlanjut hingga Jumat (1/11/2019). Lebih dari 20.000 orang kembali turun ke jalan di sekitar Plaza Baquedano (Plaza Italia), pusat kota Santiago de Chile.

Aksi dengan massa yang besar ini terjadi seminggu setelah lebih dari satu juta orang melakukan demonstrasi di ibu kota Chili.

Dilansir dari Aljazeera, sekitar seribu wanita berpakaian hitam dan membawa bunga berbaris di jalan-jalan Santiago, Jumat (1/11/2019). Mereka menyerukan keadilan untuk dua puluhan orang yang telah meninggal selama kerusuhan yang bergejolak di Chili dalam dua minggu ini.

Ribuan orang lainnya juga dilaporkan terluka selama aksi demo dan kerusuhan ini terjadi.

"Pawai aksi diam" ini juga menunjukkan protes besar terhadap ketimpangan sosial di Chili.

Sebastian, seorang guru berusia 29 tahun yang ikut berdemo, mengatakan, "Ini tidak akan berhenti".

"Hari ini adalah hari libur nasional di Chili, tetapi lihat, semua orang di sini, mereka tidak peduli dengan liburan, semua yang mereka inginkan adalah martabat, kehidupan baru," imbuhnya.

Para pengunjuk rasa menyerukan perubahan sosial dan ekonomi yang drastis di Chili.

Sebastian mengatakan bahwa para pemrotes "ingin memberi tahu kepada pemerintah Chili bahwa segala sesuatunya tidak beres".

baca juga

"Kami perlu perbaikan serius di masyarakat. Aku datang ke sini hampir setiap hari sejak ini dimulai dan aku bermaksud untuk datang ke sini sampai kita mendapatkan konstitusi baru," ucap Sebastian.

Demonstran marah atas uang pensiun yang buruk, privatisasi layanan kesehatan dan pendidikan, kesenjangan ekonomi yang makin meluas, upah rendah, serta biaya hidup yang tinggi. Bahkan seruan yang meminta Presiden Sebastian Pinera untuk mengundurkan diri kini menjadi nyanyian para demonstran.

Presiden Pinera sebenarnya telah berupaya menenangkan situasi dengan mengakhiri status darurat dan jam malam militer.

Ia juga mengumumkan perombakan kabinet pemerintahan serta melakukan reformasi sosial, termasuk menaikkan 20 persen dana pensiun dan menambah upah minimum bulanan, dari 413 dolar AS (sekitar Rp5,8 juta) menjadi 481 (Rp6,7 juta).

Tetapi bagi banyak pengunjuk rasa, reformasi itu hanya menyelesaikan masalah di permukaan saja.

Saat orang-orang yang ikut aksi demo makin banyak, Pinera memutuskan, Chili mundur dari penyelenggaraan dua konferensi internasional, yaitu KTT APEC dan pertemuan perubahan iklim COP25.

Presiden mengatakan, itu adalah "keputusan menyakitkan", tetapi ia mengaku perlu memprioritaskan pembangunan kembali ketertiban umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo di Hong Kong Kembali Ricuh, Kantor Media China Dirusak

Demo di Hong Kong Kembali Ricuh, Kantor Media China Dirusak

News | Minggu, 03 November 2019 | 13:45 WIB

Donald Trump Ungkap Lokasi Perundingan Amerika Serikat - China

Donald Trump Ungkap Lokasi Perundingan Amerika Serikat - China

Bisnis | Jum'at, 01 November 2019 | 08:01 WIB

Tarif BPJS Naik, Jokowi Imbau Menterinya Jangan Sampai seperti Chile

Tarif BPJS Naik, Jokowi Imbau Menterinya Jangan Sampai seperti Chile

News | Jum'at, 01 November 2019 | 10:04 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×