Cerita Kudus, Hidup Tanpa Listrik di Tengah Gemerlap Jakarta

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Kamis, 07 November 2019 | 11:49 WIB
Cerita Kudus, Hidup Tanpa Listrik di Tengah Gemerlap Jakarta
Kudus, warga yang hidup tanpa listrik di tengah gemerlapnya Jakarta. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Kudus, pria paruh baya berusia 55 tahun itu rela bertahan puluhan tahun hidup tanpa listrik di rumahnya yang berada di pemukiman padat penduduk di Jalan Kalianyar X RT 002/RW 006, Kalianyar, Taman Sari, Jakarta Barat. Keadaan ekonomi yang memaksa Kudus harus bertahan tanpa listrik.

Kepada Suara.com, Kudus bercerita bahwa rumah itu sudah ia tinggali sejak lahir sekitar tahun 1964. Saat itu, keluarga Kudus tinggal berlima dengan kedua orang tua, kakak dan adiknya.

"Dulu yang tinggal di mari masih ada orang tua dua-duanya, berlima, tiga anak, ada satu wanita udah lama pisah karena sudah punya suami, ikut suami, saya anak nomor dua," kata Kudus kepada Suara.com, Kamis (7/11/2019).

Sementara, hidup tanpa listrik, disebut Kudus sudah terjadi sejak tahun 2011-an. Karena kondisi ekonomi yang membuat ia tidak bisa lagi membayar listrik.

"Ya sudah lama ini sekitar 10 tahun lalu rumah saya tidak dialiri listrik karena memang tidak mempunyai uang dan sudah diputus," ungkap Kudus.

Kudus menceritakan awal mula listrik diputus, hal itu terjadi saat dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai cleaning service di kawasan Thamrin sekitar tahun 2000-2001.

Setelah itu, dia tidak bekerja tetap dan memilih kerja serabutan seperti mengamen, pengepul plastik hingga mencoba kuli bangunan.

"Pak saya itu tamatan kelas 5 SD, ya alhamdulilah saya bisa baca dan tulis. Sempat kerja jadi OB, nah mungkin karena kantornya butuh pegawai yang punya ijazah ya udah saya keluar. Saya pernah lah kerja dan tahu kerja sama orang pak," ucapnya.

Kondisi Rumah Kudus

baca juga
Kudus (55), beraktivitas di rumahnya di Kawasan Kalianyar, Jakarta Barat, Selasa (5/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Kudus (55), beraktivitas di rumahnya di Kawasan Kalianyar, Jakarta Barat, Selasa (5/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Rumah Kudus memang tampak memprihatinkan, bahkan tempat itu lebih layak disebut kamar ketimbang rumah karena luasnya tak lebih dari 5x3 meter dan berada di pojok gang sempit pemukiman padat.

Di dalamnya, hanya terdapat satu buah lemari plastik 3 pintu untuk menyimpan pakaian, satu buah bantal tanpa sarung dan satu buah kasur busa yang kondisinya sudah sobek-sobek tanpa sprei.

Plafon rumah Kudus pun terlihat bolong di sisi tengah. Dari situlah cahaya bisa masuk ke dalam rumah Kudus. Beberapa hari lalu ketika cerita soal Kudus menjadi viral, petugas RW langsung memasang satu lampu dari listrik tetangganya.

"Ini baru dipasang kemarin, sekitar hari minggu siang, sekitar jam setengah satu atau jam satu-an," katanya.

Kondisi itu semakin parah ketika hujan deras, air merembes di dinding kuning rumah Kudus yang mengakibatkan terdapat jamur di beberapa titik.

Kudus mengakui keadaan ekonomi membuatnya terpaksa bertahan di hidup di kondisi rumah yang memprihatikan itu.

Bahkan untuk urusan kebersihan diri saja dia sudah tidak terlalu peduli, bau pesing di rumahnya diakuinya sebagai akibat tingkah buruknya sendiri.

"Bau pesing kalau saya sering lupa buang air kecil di depan situ lupa disiram, saya suka minta air ke tetangga buat siram," ucapnya.

Sementara untuk mandi, Kudus mengandalkan wc umum milik RW yang terdapat di samping rel kereta.

"Kalau ke WC ya, WC umum bayar Rp 2 ribu itu sekalian semuanya, kadang juga nggak bayar, orang juga sudah paham pak," ungkap Kudus.

Enggan Meminta-minta

Kudus (55), beraktivitas di rumahnya di Kawasan Kalianyar, Jakarta Barat, Selasa (5/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Kudus (55), beraktivitas di rumahnya di Kawasan Kalianyar, Jakarta Barat, Selasa (5/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Meski hidup serba kesusahan, Kudus mengaku tidak mau meminta-minta dan berusaha menolak bantuan tetangga karena malu.

"Tetangga kadang juga ngasih, cuma saya seringnya menolak, karena malu, jangan bu jangan kasih setiap hari, kita juga orang susah juga," kata Kudus.

Dia juga enggan menerima bantuan listrik dari tetangga dan pengurus RW yang berniat membantu.

"Pernah saya ditawarin tetangga saya enggak mau, saya suka gelap-gelapan saya bilang," ujar Kudus.

Untuk makan dan bertahan hidup, Kudus mengumpulkan botol di depan rumahnya yang dibungkus dalam satu karung plastik putih.

"Biasa dapat Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu dari kumpulin botol ini dikasih ke pengepul. Atau pemulung datang kasih uang ke saya, ya cukup buat makan," imbuh Kudus mengakhiri cerita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Kudus, Warga Jakarta Hidup Tanpa Listrik

Kisah Kudus, Warga Jakarta Hidup Tanpa Listrik

Foto | Rabu, 06 November 2019 | 10:08 WIB

Muazin Musala Darul Ulum Dibacok saat Lantunkan Salawat

Muazin Musala Darul Ulum Dibacok saat Lantunkan Salawat

Jawa Tengah | Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:03 WIB

Ketipu Janji Polisi Palsu, Duit 99 Juta Milik Puspita Habis Tak Bersisa

Ketipu Janji Polisi Palsu, Duit 99 Juta Milik Puspita Habis Tak Bersisa

Jawa Tengah | Kamis, 24 Oktober 2019 | 08:19 WIB

Era Revolusi Industri 4.0, SMK di Kudus Kembangkan KBL

Era Revolusi Industri 4.0, SMK di Kudus Kembangkan KBL

Otomotif | Selasa, 15 Oktober 2019 | 19:15 WIB

KPK Periksa Pejabat Terkait Kasus Eks Bupati Kudus M Tamzil

KPK Periksa Pejabat Terkait Kasus Eks Bupati Kudus M Tamzil

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 11:15 WIB

Fenomena Halo Matahari Hebohkan Warga Kudus

Fenomena Halo Matahari Hebohkan Warga Kudus

Tekno | Selasa, 01 Oktober 2019 | 22:00 WIB

Tontowi Ahmad Sayangkan Penghentian Audisi Umum PB Djarum

Tontowi Ahmad Sayangkan Penghentian Audisi Umum PB Djarum

Sport | Senin, 09 September 2019 | 14:22 WIB

Terkini

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB