Usul Anggaran Dialihkan, PSI Minta Anies Batalkan Formula E 2020 di Jakarta

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 November 2019 | 17:37 WIB
Usul Anggaran Dialihkan, PSI Minta Anies Batalkan Formula E 2020 di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kemeja biru) memantau balapan mobil listrik Formula E di Brooklyn Street Circuit, New York. (Facebook/Anies Baswedan)

Suara.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan membatalkan rencana penyelenggaraan ajang balap mobil listrik, atau Formula E di Ibu Kota. Anggaran untuk acara yang rencananya akan berlangsung tahun 2020 itu diminta untuk dialihkan.

Anggota DPRD Jakarta fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mengatakan sampai saat ini pihak Anies belum memberikan kajian lengkap terkait hal itu. Menurutnya, penyelenggaraan Formula E juga tidak ada di dokumen perencanaan RPJMD dan RKPD.

"Fraksi PSI meminta Formula E dibatalkan sampai ada paparan lengkap serta kajian mendalam dan meyakinkan dari Gubernur dan jajarannya," ujar Anggara di kantor fraksi PSI, gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, Anggara juga menilai acara ini tidak sejalan dengan kampanye penggunaan mobil listrik. Gubernur Anies kata Anggara, seharusnya membuat kebijakan strategis lain untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan itu.

"Kita bisa kok dengan anggaran sebesar itu membangun infrastruktur menunjang mobil listrik. Misalnya, Pemprov bikin charger-charger mobil listrik di ribuan tempat, beli juga ratusan bus listrik," kata dia.

Peresmian Jakarta sebagai salah satu tuan rumah Formula E musim 2019-2020 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Suara.com/Arief Apriadi).
Peresmian Jakarta sebagai salah satu tuan rumah Formula E musim 2019-2020 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Suara.com/Arief Apriadi).

Selain itu, Anggota DPRD dari fraksi PSI, Anthony Winza Probowo juga mengklaim ajang ini tidak sesuai jika diadakan dengan kondisi Jakarta saat ini.
Menurutnya masih banyak rakyat yang kesulitan mulai dari air bersih, modal usaha hingga gedung sekolah rusak.

"Ini malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan untuk dipakai event panggung harian,” kata Anthony.

Ia menganggap ajang ini hanya event beberapa hari dengan biaya fantastis. Ia juga menyebut banyak negara lain yang rugi setelah menjalankan Formula E dan memilih untuk tak melanjutkannya di tahun-tahun berikutnya.

“Kalau mau gaya-gayaan dan mencari panggung jangan pakai uang rakyat. Apalagi, tidak jelas berapa proyeksi pendapatan yang kita terima. Mana kajian investasinya?” pungkas Anthony.

baca juga

Sebelumnya Anies menyebut total anggaran untuk penyelenggaraan Formula E di Jakarta tahun 2020 bakal mencapai Rp 1,6 triliun. Anggarannya bakal menggunakan APBD Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Anies Berdandan Joker, Polisi Panggil Fahira Idris Besok

Kasus Anies Berdandan Joker, Polisi Panggil Fahira Idris Besok

News | Kamis, 07 November 2019 | 17:13 WIB

Minta Anies Fokus Kerja, Gerindra Siap Dukung Lagi Jika Berprestasi

Minta Anies Fokus Kerja, Gerindra Siap Dukung Lagi Jika Berprestasi

News | Kamis, 07 November 2019 | 15:05 WIB

Perbedaaan Anies Baswedan dan Ahok Susun Anggaran DKI Jakarta

Perbedaaan Anies Baswedan dan Ahok Susun Anggaran DKI Jakarta

News | Kamis, 07 November 2019 | 15:03 WIB

Taufiqurrahman Curiga pada Data Lem Aibon, Jubir PSI Beri Bukti

Taufiqurrahman Curiga pada Data Lem Aibon, Jubir PSI Beri Bukti

News | Kamis, 07 November 2019 | 14:06 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×