Usul Anggaran Dialihkan, PSI Minta Anies Batalkan Formula E 2020 di Jakarta

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Usul Anggaran Dialihkan, PSI Minta Anies Batalkan Formula E 2020 di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kemeja biru) memantau balapan mobil listrik Formula E di Brooklyn Street Circuit, New York. (Facebook/Anies Baswedan)

"Kita bisa kok dengan anggaran sebesar itu untuk membangun infrastruktur penunjang mobil listrik."

Suara.com - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan membatalkan rencana penyelenggaraan ajang balap mobil listrik, atau Formula E di Ibu Kota. Anggaran untuk acara yang rencananya akan berlangsung tahun 2020 itu diminta untuk dialihkan.

Anggota DPRD Jakarta fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, mengatakan sampai saat ini pihak Anies belum memberikan kajian lengkap terkait hal itu. Menurutnya, penyelenggaraan Formula E juga tidak ada di dokumen perencanaan RPJMD dan RKPD.

"Fraksi PSI meminta Formula E dibatalkan sampai ada paparan lengkap serta kajian mendalam dan meyakinkan dari Gubernur dan jajarannya," ujar Anggara di kantor fraksi PSI, gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, Anggara juga menilai acara ini tidak sejalan dengan kampanye penggunaan mobil listrik. Gubernur Anies kata Anggara, seharusnya membuat kebijakan strategis lain untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan itu.

"Kita bisa kok dengan anggaran sebesar itu membangun infrastruktur menunjang mobil listrik. Misalnya, Pemprov bikin charger-charger mobil listrik di ribuan tempat, beli juga ratusan bus listrik," kata dia.

Peresmian Jakarta sebagai salah satu tuan rumah Formula E musim 2019-2020 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Suara.com/Arief Apriadi).
Peresmian Jakarta sebagai salah satu tuan rumah Formula E musim 2019-2020 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Suara.com/Arief Apriadi).

Selain itu, Anggota DPRD dari fraksi PSI, Anthony Winza Probowo juga mengklaim ajang ini tidak sesuai jika diadakan dengan kondisi Jakarta saat ini.
Menurutnya masih banyak rakyat yang kesulitan mulai dari air bersih, modal usaha hingga gedung sekolah rusak.

"Ini malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan untuk dipakai event panggung harian,” kata Anthony.

Ia menganggap ajang ini hanya event beberapa hari dengan biaya fantastis. Ia juga menyebut banyak negara lain yang rugi setelah menjalankan Formula E dan memilih untuk tak melanjutkannya di tahun-tahun berikutnya.

“Kalau mau gaya-gayaan dan mencari panggung jangan pakai uang rakyat. Apalagi, tidak jelas berapa proyeksi pendapatan yang kita terima. Mana kajian investasinya?” pungkas Anthony.

Sebelumnya Anies menyebut total anggaran untuk penyelenggaraan Formula E di Jakarta tahun 2020 bakal mencapai Rp 1,6 triliun. Anggarannya bakal menggunakan APBD Jakarta.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS