Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 07 November 2019 | 20:27 WIB
Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju
Maruf Amin (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa radikalisme dan intoleran ialah sebuah produk pemikiran manusia. Namun, menurut Ma'ruf, radikalisme dan intoleran tersebut mesti dibersihkan agar tidak menghambat pertumbuhan Indonesia.

Dia menjelaskan radikalisme dan intoleran itu harus sedianya diubah dan dihilangkan dari pemikiran manusia terutama masyarakat Indonesia. Sebab, kata dia, radikalisme dan intoleran menjadi krikil yang mengganggu peradaban.

"Cara berpikir yang harus dibetulkan, perilaku harus diubah, dan cara bertindak. Ini kerikil-kerikil yang bisa menghambat tercapainya Indonesia maju," jelas Ma'ruf saat berpidato di acara peresmian Rumah Sakit Umum Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11/2019).

Ma'ruf menyampaikan, hal yang harus dikukuhkan ialah bagaimana menciptakan manusia yang berakhlak mulia. Salah satu cara untuk memanfaatkan hal tersebut ialah dengan cara bergotong royong demi majunya Indonesia.

"Kalau kita gotong royong bersama, pemerintah tidak bekerja sendirian tapi bersama elemen masyarakat, dan elemen bangsa yang lain," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Radikalisme Masuk Desa, Kapolri Idham Harus Kuatkan Bhabinkamtibmas

Cegah Radikalisme Masuk Desa, Kapolri Idham Harus Kuatkan Bhabinkamtibmas

News | Kamis, 07 November 2019 | 18:26 WIB

Haris Azhar: Radikal Jadi Masalah, Sementara Lo Pakai Kata Revolusi Mental

Haris Azhar: Radikal Jadi Masalah, Sementara Lo Pakai Kata Revolusi Mental

News | Kamis, 07 November 2019 | 17:25 WIB

Ini 4 Catatan Setara Institute untuk Kapolri Idham Azis Terkait Radikalisme

Ini 4 Catatan Setara Institute untuk Kapolri Idham Azis Terkait Radikalisme

News | Kamis, 07 November 2019 | 16:38 WIB

Wapres Maruf: Banyak Orang Menyimpang Ikuti Tafsir Jalan Lain

Wapres Maruf: Banyak Orang Menyimpang Ikuti Tafsir Jalan Lain

News | Kamis, 07 November 2019 | 15:38 WIB

Minta Menag Fachrul Perbaiki Cara Komunikasi, DPR: Jangan Bikin Kegaduhan

Minta Menag Fachrul Perbaiki Cara Komunikasi, DPR: Jangan Bikin Kegaduhan

News | Kamis, 07 November 2019 | 13:31 WIB

Datangi Kantor Wapres, KY Minta Didukung Penuh Maruf Amin

Datangi Kantor Wapres, KY Minta Didukung Penuh Maruf Amin

News | Rabu, 06 November 2019 | 14:37 WIB

Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama

Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama

News | Senin, 04 November 2019 | 17:14 WIB

Soal Ide Jokowi Ubah Istilah Radikalisme, Begini Kata Pengamat

Soal Ide Jokowi Ubah Istilah Radikalisme, Begini Kata Pengamat

News | Senin, 04 November 2019 | 14:07 WIB

Gejala Intoleransi Menguat Pada Periode Kedua di Awal Kepemimpinan Jokowi

Gejala Intoleransi Menguat Pada Periode Kedua di Awal Kepemimpinan Jokowi

News | Minggu, 03 November 2019 | 16:15 WIB

Jokowi Sebut Radikalisme Sebagai Manipulator Agama, Ini Kata Wamenag

Jokowi Sebut Radikalisme Sebagai Manipulator Agama, Ini Kata Wamenag

News | Minggu, 03 November 2019 | 10:44 WIB

Terkini

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:37 WIB

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:17 WIB