Hotel di Bukittinggi Batalkan Sewa Tempat untuk Perayaan Natal

Chandra Iswinarno

Kamis, 14 November 2019 | 04:00 WIB
Hotel di Bukittinggi Batalkan Sewa Tempat untuk Perayaan Natal
Ilustrasi perayaan Natal. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Dewan Pengurus Pusat Studi Antar Komunitas (PuSAko) Darto Sudarto menyoroti isu toleransi yang terjadi di Bukittingi.

Persoalan tersebut bermula dari yang dialami Jemaat Gereja Bethel Indonesia di Bukittinggi dan pinggiran Agam, lantaran mendapat penolakan pengelola salah satu hotel untuk menggelar acara perayaan natal pada Desember mendatang.

Dari laporan yang diterima Covesia.com-jaringan Suara.com, pada awalnya pihak hotel menyatakan kesediaan untuk menyewakan tempat di hotel tersebut, namun begitu panitia bersiap pihak hotel membatalkan dan mengembalikan uang panitia.

Merespon persoalan tersebut, Darto menilai permasalahan ini lebih pada persoalan empati antar umat beragama.

"Bagaimana masyarakat yang beragam ini berbagi ruang publik dengan orang-orang berbeda agama dan berbeda keyakinan untuk bisa beribadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing," paparnya kepada Covesia.com melalui telepon pada Rabu (13/11/2019).

Berdasarkan penelitiannya, Darto mengemukakan selama sembilan bulan belakangan jemaat gereja tersebut sebenarnya tidak berharap mendirikan gereja. Namun mereka hanya berharap dipinjamkan tempat untuk merayakan acara tertentu seperti Natal.

"Kata pihak hotel ini mengacu kepada surat edaran Wali Kota Bukittinggi di era Djufri yang berisikan bahwa hotel-hotel diperuntukan untuk tempat bagi wisatawan bukan tempat ibadah. Sejak itu terjadilah pelarangan," kata Darto.

Lantaran itu, ia berharap kepada Wali Kota Bukittinggi agar bisa membuatkan surat khusus supaya pengelola hotel mengizinkan tempatnya digunakan untuk perayaan seperti Natal.

Darto memaparkan, penganut Kristen di Bukittinggi kekinian hampir mendekati 2.000 jiwa dan Katolik 1.400-an. Sementara itu, di Bukittinggi hanya memiliki dua gereja yakni Gereja Katolik Santo Petrus Claver di Sudirman dan HKBP Bukittinggi untuk pemeluk Protestan.

baca juga

Selain itu, ia juga mengemukakan, di Bukittinggi ada tujuh denominasi Kristen. Sehingga, mereka menuntut untuk mendirikan gereja tentu ada tujuh gereja.

"Namun mereka tidak meminta itu, hanya ingin diizinkan meminjam tempat untuk acara. Selama ini hanya menggunakan rumah dan tempat jemaat," katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakum Dinikum Waliyadin, Menengok Rukunnya Umat Beragama di Banjarpanepen

Lakum Dinikum Waliyadin, Menengok Rukunnya Umat Beragama di Banjarpanepen

Jawa Tengah | Selasa, 03 September 2019 | 04:55 WIB

Kebaktian Tutup Peti di Depan Masjid Darussalam Viral, Ini Kata Pengurus

Kebaktian Tutup Peti di Depan Masjid Darussalam Viral, Ini Kata Pengurus

Video | Senin, 02 September 2019 | 13:43 WIB

Umat Kristen Gelar Kebaktian Tutup Peti Mati di Halaman Masjid Jakpus

Umat Kristen Gelar Kebaktian Tutup Peti Mati di Halaman Masjid Jakpus

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 15:23 WIB

Pemilu 2019 Sebabkan Indeks Kebebasan Berkeyakinan Indonesia Turun

Pemilu 2019 Sebabkan Indeks Kebebasan Berkeyakinan Indonesia Turun

News | Senin, 29 Juli 2019 | 14:56 WIB

Terkini

Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026

Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:37 WIB

Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang

Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:35 WIB

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:34 WIB

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:31 WIB

Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih

Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:30 WIB

Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?

Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:28 WIB

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:27 WIB

Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu

Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:25 WIB

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:20 WIB

Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM

Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:19 WIB

×