PA 212: Ahok Jadi Bos BUMN, Musibah Buat Indonesia

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir
PA 212: Ahok Jadi Bos BUMN, Musibah Buat Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seusai mengikuti pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

Novel menilai sebagai mantan narapidana Ahok dinilai tak pantas mengisi jabatan di BUMN.

Suara.com - Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai kabar Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang akan mengisi jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan musibah bagi Indonesia. Novel menilai sebagai mantan narapidana Ahok dinilai tak pantas mengisi jabatan di BUMN.

Menurut Novel kabar eks gubernur DKI Jakarta yang akan mengisi jabatan tinggi di BUMN seakan-akan tidak ada lagi sosok yang lebih pantas mengisi jabatan tersebut.

"Buat saya Ahok itu musibah buat bangsa ini dan yang nggak habis pikir kok residivis dijadikan pejabat BUMN. Seperti sudah tidak ada lagi putra/putri bangsa Indonesia yang terbaik di negara ini," kata Novel saat dihubungi, Kamis (14/11/2019).

Novel menilai sejatinya masih banyak putra dan putri bangsa yang bersih dari kasus hukum dan memiliki pengalaman lebih jika dibandingkan Ahok. Novel lantas menuding ada kepentingan lain dibalik penunjukkan Ahok sebagai pejabat di BUMN.

Baca Juga: Jokowi Sebut Ahok Ikut Tes Seleksi Jadi Bos BUMN

"Saya duga ada hutang budi yang merekomendasikan Ahok sebagai pejabat BUMN atau ada pesanan atau tekanan bahwa Ahok harus masuk sebagai pejabat dinegara ini," ujarnya.

"Ini pasti bisa jadi ada unsur politik kepentingan dari negara luar yang berpengaruh karna ada indikasi Ahok digadang-gadang menjadi orang nomor satu di Pertamina dan itu BUMN, obyek paling vital dinegara ini dan sangat berbahaya dipegang oleh Ahok. Bisa-bisa dibuat gaduh yang akan mengancam kestabilan nasional," sambungnya.

Untuk itu, Novel secara pribadi menolak jika Ahok benar-benar akan mengisi jabatan di instansi negara manapun.

"Tentunya kami sebagai anak bangsa menolak Ahok untuk memimpin di BUMN manapun atau yang terkait jabatan diinstansi negara manapun. Karena itu hak kami yang tidak mau negara ini dipimpin oleh residivis dan kasus hukum berkenaan dugaan korupsi nya blom jelas sampai saat ini," tandasnya.

Untuk diketahui, Ahok mendatangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Rabu (13/11/2019). Ahok mengaku kedatangannya di panggil Menteri BUMN Erick Thohir dan diminta untuk menjabat salah salah posisi di perusahaan BUMN.

Baca Juga: PPP: Kalau Jadi Dirut BUMN Ahok Jangan Emosian

"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu BUMN. Gitu saja," kata Ahok.

Komentar