Istri Habiskan Rp 820 Juta saat Harbolnas, Suami Coba Bunuh Diri

Reza Gunadha
Istri Habiskan Rp 820 Juta saat Harbolnas, Suami Coba Bunuh Diri
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Setelah memborong banyak barang, tagihan pembayaran ternyata dibebankan kepada kartu kredit sang suami yang juga berusia 29 tahun.

Suara.com - Setelah mengetahui sang istri berfoya-foya saat hari belanja online 11.11, seorang lelaki di China mencoba bunuh diri.

Pasalnya, ia mendapat tagihan dari beragam pemilik toko online senilai RMB 300 ribu atau setara Rp 820 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (10/11/2019) malam di kota Luzhou, provinsi Sichuan. Sang suami, seperti diberitakan Red Star News, Sabtu (16/11/2019), hanya diidentifikasi dari marganya, Wang.

Semuanya berawal ketika sang istri yang diidentifikasi hanya sebagai Zhan (29) tanpa sepengatuan suami, berbelanja habis-habisan melalui internet, pada momen hari belanja 11.11 lalu. Di China, tanggal cantik tersebut juga ditetapkan sebagai hari belanja online nasional.

Setelah memborong banyak barang, tagihan pembayaran ternyata dibebankan kepada kartu kredit sang suami yang juga berusia 29 tahun.

Wang dan Zhan lantas terlibat percekcokan karena masalah tagihan tersebut. Minggu malam tersebut, Wang yang hanya memunyai gaji tak lebih dari Rp 10 juta per bulan, merasa tak memunyai jalan keluar atas persoalan itu.

Belakangan kepada polisi, Wang mengatakan dirinya kebingungan karena gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan menabung.

Wang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan  cara melompat dari gedung apartemen berlantai 33 tempat ia dan sang istri tinggal.

Zhang yang mengetahui Wang hendak bunuh diri lantas menelepon aparat kepolisian setempat, padakulul 22.00 waktu China.

Polisi berhasil membujuk Wang untuk mengurungkan niatnya. Setelah berhasil diselamatkan, Wang hanya bisa pasrah dan berjanji bekerja lebih keras untuk melunasi utang-utang sang istri.

“Kami membujuknya untuk berpikir ulang kalau ingin bunuh diri. Dia masih memunyai anak yang kecil dan memerlukan sosok ayah. Dia akhirnya menyesal dan mau menuruti kami,” kata polisi.

Polisi pada saat itu juga menelepon dan meminta orang tua Wang maupun Zhang datang guna mendinginkan suasana rumah tangga anak-anaknya.

Belakangan diketahui, ini bukan kali pertama Zhan berutang dan membuat Wang pusing tujuh keliling. Sebelumnya, ia juga pernah menghabiskan uangUSD 38.800 untuk berbelanja online. Dia sering membeli tas mewah, parfum, serta pakaian.

Zhang biasanya membeli barang-barang tersebut memakai kartu kredit atas nama suami dan pinjaman tanpa anggunan. Kecanduan belanja itu dilaporkan memburuk setelah dia melahirkan anak mereka tahun lalu.

Zhang sebelumnya bekerja  di sebuah perusahaan properti. Namun, ia berhenti bekerja setelah melahirkan buah hati mereka.

Meskipun Zhan telah sering menjual kembali barang dagangan yang dibeli setelah menggunakannya selama beberapa bulan, ia sering kali merugi dan tak bisa melunasi utang.

Namun, setelah sang suami mencoba bunuh diri, Zhang berjanji di depan orang tua mereka untuk tidak lagi berbelanja online.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS