Fakta Miris Temuan Bangkai Gajah di Riau: Kepala Dipenggal, Gading Dipotong

Bangun Santoso

Kamis, 21 November 2019 | 09:54 WIB
Fakta Miris Temuan Bangkai Gajah di Riau: Kepala Dipenggal, Gading Dipotong
Gajah Sumatera ditemukan mati karena diracun di Aceh pada 19 Februari lalu (Antara).

Suara.com - Fakta miris diungkap tim dokter dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau usai penemuan bangkai gajah Sumatera di konsesi PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis.

Dari hasil autopsi gajah nahas itu diketahui mati akibat dibunuh dan kepalanya dipenggal oleh pelaku diduga pemburu. Gajah yang diperkirakan berusia 40 tahun itu dipotong gadingnya saat sudah tak bernyawa.

"Iya (kepala dipenggal) akibat perburuan liar," kata Kepala BBSKDA Riau, Suharyono, sebagaimana dilansir Riauonline.co.id (jaringan Suara.com), Rabu (20/11/2019).

Ia menjelaskan, hasil nekropsi dilakukan tim dokter tidak menemukan adanya tanda kekerasan dialami hewan bongsor itu. Baik itu akibat tembakan senjata api maupun dengan cara diracun.

Namun, kuat dugaan satwa tersebut mati dengan cara memenggal kepalanya untuk kemudian diambil gading gajah jantan itu secara sadis.

Menurut Suharyono, BBKSDA Riau menggandeng Polda Riau guna menyelidiki perkara perburuan satwa dilindungi itu. Temuan mencengangkan lainnya kondisi kepala gajah sudah terpotong dari pangkal belalai. Belalai terpisah dari tubuh dengan jarak 1 meter.

Kondisi bangkai gajah, kata dia, sudah membusuk dan diperkirakan satwa tersebut sudah mati kurang lebih 6 enam hari saat ditemukan.

"Gajah tersebut merupakan gajah termasuk dalam subpopulasi (kelompok) gajah Giam Siak Kecil," ungkapnya.

Korban Perburuan

baca juga
Petugas meneliti temuan bangkai gajah Sumatera di kawasan hutan konsesi di Kabupaten Bengkalis, Riau. (Dok. BBKSDA Riau / via Riauonline.co.id)
Petugas meneliti temuan bangkai gajah Sumatera di kawasan hutan konsesi di Kabupaten Bengkalis, Riau. (Dok. BBKSDA Riau / via Riauonline.co.id)

Sementara itu, dari video yang diterima Selasar Riau, drh Rini Deswita, dokter hewan BBKSDA Riau mengatakan, bangkai gajah tersebut merupakan korban perburuan liar dengan target utama gading hingga pangkalnya.

“Ini gajah korban perburuan dengan memotong gading hingga pangkalnya. Belalainya sendiri telah terpisah sekitar 1 meter dari bagian tubuhnya,” kata Rini Deswita melalui rekaman video diterima dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Dalam video itu, drh Rini, memperlihatkan sadisnya pemburu gajah Sumatera. Sisa potong gajah sebelang kiri, sengaja tak dibawa dan tercecer di dekat bangkai gajah 40 tahun tersebut.

Satwa bongsor tersebut sebelumnya ditemukan mati pada Senin siang, 18 November 2019, sekitar pukul 11.45 WIB. Informasi tentang kematian gajah, diterima dari Yuyu, pihak perusahaan.

Lokasi kematian gajah berada di petak SBAD 401 B-01 Koordinat ( 1o74’- 101 o27’ 15, 23.5 m.258”) di Distrik Duri II, konsesi PT. Arara Abadi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Sebagian besar populasi gajah, memang berada di wilayah konsesi PT Arara Abadi, pemasok tanaman industri jenis pohon akasia dan eucalyptus bagi PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Saat ini sebagian petak pada konsesi tersebut dilakukan kegiatan pemanenan (harvesting).

Bukan Kasus Pertama

Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)
Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)

Sementara itu, sebelum ada penemuan bangkai seekor gajah mati membusuk tersebut, di lahan konsesi PT Arara Abadi juga pernah ditemukan kasus gajah terjerat tali nilon.

Hanya saja lokasinya berbeda. Untuk penemuan bangkai gajah, ada di Distrik Duri II, Desa Tasik Serai Kecamatan Tualang Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Sementara kasus gajah terjerat tali nilon, ada di Distrik Melibur, Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Dua peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

Kejadian gajah terjerat tali nilon, dilaporkan oleh masyarakat, pada Selasa, 15 Oktober 2019. Gajah malang yang meregang nyawa tersebut diperkirakan masih berumur sekitar 1 tahun.

"Dikarenakan kondisi gajah yang mulai melemah dengan luka jerat parah, maka tim memutuskan untuk dilakukan tindakan medis darurat di lokasi," kata Suharyono, selaku Kepala BBKSDA Riau beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Satu Jari, Nong Perkosa Tantenya yang Tidur

Modal Satu Jari, Nong Perkosa Tantenya yang Tidur

News | Rabu, 20 November 2019 | 16:06 WIB

Lagi, Gajah Sumatera Mati di Tengah Kebun Konsesi Perusahaan di Riau

Lagi, Gajah Sumatera Mati di Tengah Kebun Konsesi Perusahaan di Riau

News | Rabu, 20 November 2019 | 08:07 WIB

Ngobrol Saat Kapolri Beri Pengarahan, Kapolres Kampar Langsung Dicopot

Ngobrol Saat Kapolri Beri Pengarahan, Kapolres Kampar Langsung Dicopot

News | Selasa, 19 November 2019 | 08:48 WIB

Eks Dirut PLN Sofyan Basir Divonis Bebas, KPK Resmi Ajukan Kasasi

Eks Dirut PLN Sofyan Basir Divonis Bebas, KPK Resmi Ajukan Kasasi

News | Senin, 18 November 2019 | 10:30 WIB

Anti Mainstream, Minuman Ini Gunakan Kotoran Gajah Sebagai Bahan Baku

Anti Mainstream, Minuman Ini Gunakan Kotoran Gajah Sebagai Bahan Baku

Lifestyle | Kamis, 14 November 2019 | 18:21 WIB

Perketat Penjagaan Pasca Ledakan Bom Medan, Polisi Dilarang Kerja Sendiri

Perketat Penjagaan Pasca Ledakan Bom Medan, Polisi Dilarang Kerja Sendiri

News | Rabu, 13 November 2019 | 10:58 WIB

Terkini

Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026

Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:58 WIB

Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini

Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:56 WIB

Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda

Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:51 WIB

Persis Solo Resmi Rekrut Feby Eka Putra, Bidik Promosi ke BRI Super League

Persis Solo Resmi Rekrut Feby Eka Putra, Bidik Promosi ke BRI Super League

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:50 WIB

Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli

Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:45 WIB

4 Physical Sunscreen Heartleaf Cegah Kulit Sensitif Iritasi Akibat Sinar UV

4 Physical Sunscreen Heartleaf Cegah Kulit Sensitif Iritasi Akibat Sinar UV

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bebas dari Status Tersangka, Piche Kota Akui Alami Trauma: Saya Belum Bisa Kembali Normal

Bebas dari Status Tersangka, Piche Kota Akui Alami Trauma: Saya Belum Bisa Kembali Normal

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:42 WIB

BGN Pamer Opini WTP, Langsung Dicecar Ramai-ramai Anggota DPR: Jangan-jangan Dibikin-bikin

BGN Pamer Opini WTP, Langsung Dicecar Ramai-ramai Anggota DPR: Jangan-jangan Dibikin-bikin

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:39 WIB

9 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Wajah

9 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Wajah

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB

Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:31 WIB

×