Presiden Angkat 7 Stafsus, PAN Pertanyakan Prinsip Efisiensi Anggaran

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Presiden Angkat 7 Stafsus, PAN Pertanyakan Prinsip Efisiensi Anggaran
Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh P Daulay. [DPR RI]

Bertambahnya jumlah stafsus, ditakutkan malah menjadikan birokrasi lebih gemuk di lingkungan Istana.

Suara.com - Partai Amanat Nasional (PAN) meminta kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjelaskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tujuh staf khusus (stafsus) presiden yang baru saja diangkat. Hal itu dikarenakan bertolak belakang dengan prinsip efisiensi anggaran yang selama inu telah dicanangkan.

Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan pengangkatan tujuh stafsus malah membuat khawatir. Karena dengan bertambahnya jumlah stafsus, ditakutkan malah menjadikan birokrasi lebih gemuk di lingkungan Istana.

"Saya simpatik dan mengapresiasi bahwa yang diangkat adalah kalangan milenial. Namun begitu, tentu perlu penjelasan terkait tugas dan fungsi yang akan mereka emban. Sebab, di luar mereka sudah banyak pembantu presiden lainnya," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Saleh menjelaskan, kalau pembantu presiden selama ini berjumlah tidak sedikit. Mulai dari menteri, wakil menteri, staf kepresidenan, staf rumah tangga kepresidenan hingga juru bicara. Kalau melihat banyaknya staf tersebut maka urusan internal di Istana Kepresidenan dianggap sudah bisa terselenggara dengan baik.

"Kalau sekarang ditambah dengan staf khusus kepresidenan, silahkan dinilai sendiri. Apakah itu efisien atau tidak," ujarnya.

Lebih lanjut, Saleh juga tidak begitu paham dengan jumlah staf khusus yang berada di Istana sebelumnya. Hal tersebut lantaran kurang terdengarnya kinerja para stafsus Jokowi tersebut.

"Saya tidak pernah dengar aktivitasnya. Mungkin bisa saja karena saya yang kurang mengikuti. Tapi mestinya, kalau gerakan dan aktivitasnya jelas, semua orang pasti akan tahu. Ini rasa-rasanya enggak seperti itu," tandasnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengangkat 7 anak muda untuk menjadi staf khusus. Mereka akan bekerja langsung di bawah Jokowi untuk memberikan ide dan terobosan.

Pengumuman itu dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/11/2019) sore.

"Saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru. Tugas khusus mengembangkan inovasi di berbagai bidang," kata Jokowi.

Ini daftarnya:

  1. Putri Tanjung - CEO dan Founder Creativepreneur
  2. Adamas Belva Syah Devara - Pendiri Ruang Guru
  3. Ayu Kartika Dewi - Perumus Gerakan Sabang Merauke
  4. Angkie Yudistia - Pendiri Thisable Enterprise (Kader PKPI, difabel tuna rungu)
  5. Billy Mambrasar - Direktur PT Papua Muda Inspiratif
  6. Aminuddin Maruf - Aktivis Kepemudaan , mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII)
  7. Andi Taufan Garuda Putra - CEO PT Amartha Mikro Fintech

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS