- Presiden Prabowo pimpin Sidang Kabinet bahas kesiapan mudik Lebaran 2026.
- Prabowo instruksikan diskon tarif transportasi dan sinergi TNI-Polri amankan mudik.
- Presiden dorong optimalisasi teknologi dan zakat guna tingkatkan potensi ekonomi nasional.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026) sore. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan strategis terkait kesiapan menyambut Lebaran 2026, khususnya kelancaran arus mudik nasional.
Prabowo menginstruksikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, untuk memastikan kebijakan diskon tarif transportasi terlaksana dengan optimal. Kebijakan ini mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, kapal laut, hingga tarif jalan tol. Selain aspek biaya, Prabowo menekankan pentingnya standar pelayanan yang prima di seluruh simpul transportasi.
Guna menjamin kelancaran mobilitas warga, Kepala Negara meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengerahkan personel serta aset pendukung. Prabowo menyarankan agar kapal-kapal milik Angkatan Laut dan Angkatan Darat dapat diperbantukan dan dikoordinasikan di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan.
Sidang Kabinet tersebut diawali dengan penayangan video progres pembangunan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia yang berhasil dirampungkan hanya dalam waktu 2,5 bulan. Presiden menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata reaksi cepat dan tanggap dari pemerintah dalam membenahi infrastruktur.
Sebelum memulai rapat inti, Prabowo menyapa satu per satu anggota kabinet. Menariknya, sebelum Sidang Kabinet Paripurna digelar, Presiden beserta jajarannya terlebih dahulu menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah dan zakat mal melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dalam forum tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya koordinasi serta konsolidasi antara badan zakat, lembaga keuangan, dan organisasi keagamaan di Indonesia. Ia mendorong adanya peningkatan kapasitas melalui pemanfaatan teknologi guna mengoptimalkan potensi ekonomi keumatan secara lebih signifikan di masa depan.