Pengamat: Jokowi Mau Hukum Mati Koruptor, Tapi KPK Dilemahkan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 Desember 2019 | 11:50 WIB
Pengamat: Jokowi Mau Hukum Mati Koruptor, Tapi KPK Dilemahkan
Momen Presiden Jokowi bertemu Inah. (Facebook/Presiden Joko Widodo)

Suara.com - Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai keinginan Presiden Jokowi untuk menghukum mati koruptor hanya wacana dan gaya semata. Kini, Jokowi dinilai tak pro pemberantasan korupsi.

Beberapa waktu lalu, Jokowi memberikan grasi kepada mantan Gubernur Riau, Annas Maamun. Annas adalah terpidana kasus korupsi alih fungsi lahan. Menurut Fickar, kebijakan grasi dengan wacana hukuman mati koruptor saling bertentangan. Karena itu, ia menyebut Jokowi bersikap ambivalen. Bahkan komitmen Jokowi dalam pemberantasan korupsi patut diragukan.

"Pak Jokowi telah membuka peluang untuk penerapan hukuman mati kepada koruptor, tapi di sisi lain dia juga memberikan grasi kepada koruptor," ujar pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar saat dihubungi, Rabu (11/12/2019).

"Tidak jelas arahnya, jangan-jangan komitmen terhadap pemberantasan korupsi pun begitu. Buktinya pak Jokowi setuju UU KPK direvisi dan KPK dilemahkan," sindir Fickar.

Sangat Disayangkan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menyebut hukuman mati diberlakukan dalam keadaan tertentu. Keadaan tertentu merupakan pemberatan bagi pelaku tindak pidana korupsi, apabila tindak pidana dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya seperti bencana alam nasional.

"Sehingga harus dipenuhi unsur kondisi tertentu yaitu residivis (pengulangan tindak korupsi), bencana alam atau keadaan perang. Kondisi ini jarang ditemui," terang Fickar.

Menurut dia, hukuman yang paling efektif bagi koruptor adalah dengan pendekatan asset recovery. Caranya, mengambil harta koruptor sebanyak banyaknya atau memiskinkan koruptor.

Melalui pendekatan asset recovery, semua akses napi koruptor terhadap dunia ekonomi harus ditutup. Misalnya tidak boleh memiliki perusahaan, kartu kredit, tidak boleh menjadi pimpinan perusahaan, dan pencabutan hak politik.

"Ini akan lebih membuat jera ketimbang hukuman mati. Dalam diksi populer disebut pemiskinan koruptor," ucap Abdul Fickar.

baca juga

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wakil Ketua KPK: Hukuman Mati untuk Koruptor itu Cerita Lama

Wakil Ketua KPK: Hukuman Mati untuk Koruptor itu Cerita Lama

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 21:39 WIB

Pimpinan KPK: Ada Enggak Kemajuan Penanganan Kasus Novel?

Pimpinan KPK: Ada Enggak Kemajuan Penanganan Kasus Novel?

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 21:24 WIB

Rocky Gerung Sebut Jokowi Baik Jadi Vlogger, Buruk sebagai Presiden

Rocky Gerung Sebut Jokowi Baik Jadi Vlogger, Buruk sebagai Presiden

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 21:23 WIB

Sebut Pelanggaran HAM Tak Ada di Era Jokowi, Mahfud MD: Kalau Dulu Banyak

Sebut Pelanggaran HAM Tak Ada di Era Jokowi, Mahfud MD: Kalau Dulu Banyak

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 21:03 WIB

Mainkan Lagu Phil Collins, Saut Berharap Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Mainkan Lagu Phil Collins, Saut Berharap Jokowi Terbitkan Perppu KPK

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 20:53 WIB

Anggota Dewas KPK Baik, Mahfud MD: Nanti Akan Jadi Kejutan

Anggota Dewas KPK Baik, Mahfud MD: Nanti Akan Jadi Kejutan

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 20:19 WIB

Terkini

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:25 WIB

Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan

Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:21 WIB

Mayat Terbungkus Karung di Kolong Jembatan Tol Bocimi, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Terbungkus Karung di Kolong Jembatan Tol Bocimi, Diduga Korban Pembunuhan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:19 WIB

NUVO Family Hadirkan DeoCare Series, Deo Care dan Skin Care dalam Satu Rutinitas Mandi

NUVO Family Hadirkan DeoCare Series, Deo Care dan Skin Care dalam Satu Rutinitas Mandi

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:17 WIB

Punya Akses Keuangan Belum Tentu Finansial Sehat, Ini Tantangan UMKM Perempuan

Punya Akses Keuangan Belum Tentu Finansial Sehat, Ini Tantangan UMKM Perempuan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:16 WIB

Diperiksa di Polda 9 Jam Soal Laporan Faizal Assegaf, Jubir KPK Dicecar 50 Pertanyaan!

Diperiksa di Polda 9 Jam Soal Laporan Faizal Assegaf, Jubir KPK Dicecar 50 Pertanyaan!

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:12 WIB

Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana

Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana

Bogor | Selasa, 29 September 2026 | 21:11 WIB

Vaksinasi Anjing dan Kucing Gratis, Menuju Indonesia Zero Rabies 2030

Vaksinasi Anjing dan Kucing Gratis, Menuju Indonesia Zero Rabies 2030

Video | Selasa, 29 September 2026 | 21:05 WIB

Geger Warga Pasar Kemis, Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Kosong

Geger Warga Pasar Kemis, Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Kosong

Banten | Selasa, 29 September 2026 | 21:04 WIB

Mau 27 Ribu GarudaMiles Gratis? Nasabah Prioritas BRI Wajib Tahu Ini

Mau 27 Ribu GarudaMiles Gratis? Nasabah Prioritas BRI Wajib Tahu Ini

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:01 WIB

×