Hanya Lambaikan Tangan, Cara Kapolri Idham Hindari Awak Media di Istana

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 11 Desember 2019 | 15:35 WIB
Hanya Lambaikan Tangan, Cara Kapolri Idham Hindari Awak Media di Istana
Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz tampak menghindar dari kerumunan awak media. (Suara.com/Ummay Saleh)

Suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz tampak menghindar dari kerumunan awak media. Saat itu Idham usai menghadiri Rapat Terbatas dengan topik Penyaluran Dana Desa Tahun 2020 di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Berdasarkan pantauan Suara.com, awak media sudah menunggu Idham di pintu samping Kantor Presiden.

Tampak ajudan Idham pun telah bersiap-siap menunggu di mobil golf yang disediakan pihak Istana.

Saat Idham keluar dari pintu samping Kantor Presiden, Idham pun langsung menaiki mobil golf bersama ajudan-ajudannya.

Awak media yang telah menunggu keluarnya Idham, langsung mencoba memanggil Idham yang berada di mobil golf.

Mendengar namanya dipanggil, Idham hanya melambaikan tangan ke arah awak media dan langsung meninggalkan jurnalis yang sudah menunggu.

Untuk diketahui, Idham pun tidak melewati pintu masuk Kantor Presiden dimana para menteri melintas. Ia tampak melewati Pintu Depan Istana Merdeka.

Ini bukan kali pertama Idham menghindar dari awak media. Pada Senin (9/12/2019) atau saat Jokowi memanggil Kapolri terkait penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Idham juga tampak menghindar.

Ia malah meminta Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal yang memberikan keterangan pers kepada awak media.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). [Suara.com/Arya Manggala]
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). [Suara.com/Arya Manggala]

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Idham melaporkan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Jokowi meminta agar Kapolri secepatnya mengungkap kasus Novel.

"Oleh sebab itu saya tidak kasih waktu lagi, saya bilang secepatnya segera diumumkan," ucap dia.

Saat itu Jokowi meminta awak media untuk menanyakan kepada Kapolri kapan mengumumkan kasus Novel. Sebab ia tak ingin kasus tersebut berlarut-larut.

"Tanya langsung ke Kapolri. Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Tanya langsung ke sana," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mabes Polri Janji Bereskan Kasus Novel: Ada Upaya Tertutup

Mabes Polri Janji Bereskan Kasus Novel: Ada Upaya Tertutup

News | Rabu, 11 Desember 2019 | 12:14 WIB

KPK: Tak Perlu Sampai 1.000 Hari Ungkap Kasus Novel

KPK: Tak Perlu Sampai 1.000 Hari Ungkap Kasus Novel

News | Rabu, 11 Desember 2019 | 06:15 WIB

Pimpinan KPK: Ada Enggak Kemajuan Penanganan Kasus Novel?

Pimpinan KPK: Ada Enggak Kemajuan Penanganan Kasus Novel?

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 21:24 WIB

Terkini

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:32 WIB

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:23 WIB

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:07 WIB

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:30 WIB

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:29 WIB

Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?

Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:28 WIB

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:14 WIB

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:03 WIB

Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat

Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB