FACE OF JAKARTA: Jalan Sunyi Gloria Elsa, Sang Perias Jenazah Kaum Miskin

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 Desember 2019 | 15:59 WIB
FACE OF JAKARTA: Jalan Sunyi Gloria Elsa, Sang Perias Jenazah Kaum Miskin
Gloria Elsa tengah merias jenazah. (Suara.com/Fransiska Ditha)

Perjalanan karier perias jenazah Elsa tidak mulus. Di tahun yang sama, tetiba ekonomi keluarganya goyang saat suaminya divonis gagal ginjal dan diabetes yang mengakibatkan kebutaan dan berujung kematian.

Namun keahlian merias jenazah, membuatnya bertahan hidup.

“Tuhan sudah luar biasa baik. Pada saat suami saya sakit dan dalam keadaan ekonomi kita sedang carut-marut, tapi disaat itu juga, ketika saya melayani orang yang berduka itu, Tuhan justru malah memeberikan berkat dari tempat-tempat lain, buat saya dan keluarga. Dan saat itu memutuskan untuk, ya sudah, kalau memang Tuhan memilih saya menjadi alatnya, untuk melayani orang-orang berduka, yasudah (saya lakukan),” ujar Elsa.

Tuhan sudah baik, begitu Elsa berpikir. Sehingga dia ingin membalasnya dengan berbuat kebaikan untuk merias jenazah keluarga miskin.

"Tuhan tidak membiarkan saya dan keluarga kelaparan," lanjut dia.

3 Januari 2018, nama Elsa viral di media sosial. Dia mengumumkan ke pengikutnya di Facebook untuk mengirimkan maka up kedaluarsa.

"Buat teman-teman yang memiliki makeup kedaluarsa. Jangan dibuang yah. Bisa dierikan kepada saya, buat makeup jenazah secara gratis. Dan buat teman-teman yang memiliki kerabat atau daudara atau tetangga yang meninggal dan mungkin dalam keadaan susah, membutuhkan makeup jenazah, dan masih seputaran Jakarta bisa menghubungi saya. WA: 081298876465 (Gloria Elsa Hutasoit). Dan yang mau mendonasikan makeup yang kedaluarsa bisa WA saya agar saya berikan alamat rumah saya. Terimakasih. Mohon dishare," tulis Elsa kala itu.

Nama Elsa jadi buah bibir, kiriman make up bekas pun berdatangan.

Kosmetik disumbangkan untuk Gloria Elsa merias jenazah. (Suara.com/Fransiska Ditha)
Kosmetik disumbangkan untuk Gloria Elsa merias jenazah. (Suara.com/Fransiska Ditha)

“Banyak teman-teman saya yang beli makeup mahal, begitu kadaluarsa, dibuang. Karena sebagai orang yang peduli dengan lingkungan juga, daripada itu dibuang, mending buat saya makeup jenazah,” kata dia.

baca juga

Salah satu yang mengirimkan makeup kedaluarsa itu adalah Veronica Kintan Pravasthi. Dia mengatahui aksi Elsa di Instagram @gloriaelsa_hutasoit. Perempuan 22 tahun punya beberapa makeup yang hampir kedaluarsa dan beberapa yang sudah kadaluarsa. Kemudian Veronica kumpulkan.

“Aku nyumbang karena pertama aku memang punya makeup yang sudah expired, tidak terpakai, dan hampir expired. Sebenarnya karena bingung mau buang ke mana, karena kan ada beberapa yang memang tidak boleh dibuang sembarangan juga kan. Aku juga ada banyak barang yang masih banyak belum perpakai. Aku semakin berniat kasih dan biar banyak orang yang tergerak hatinya buat memberi juga,” kata Veronica.

Penyumbang kosmetik untuk Gloria Elsa merias jenazah. (Suara.com/Fransiska Ditha)
Penyumbang kosmetik untuk Gloria Elsa merias jenazah. (Suara.com/Fransiska Ditha)

Veronica sudah 2 kali mengirimkan makeup kedaluarsanya ke Elsa. Dia pun meminta makeup kedauarsa dari teman-temannya untuk dikirimkan kediaman Elsa, Petogogan, Jakarta Selatan.

Nissi Taruli Felicia Naibaho juga begitu. Nissi berusia 22 tahun.

“Makeup-makeupnya tidak terpakai, tapi sayang kalau dibuang, jadi saya sumbangkan,” katanya.

Pemanfaatan makeup bekas untuk rias jenazah secara langsung mengurangi limbah kimia kosmetik bekas. Seorang aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Sawung Eknas menjelaskan hal tersebut. Limbah kosmetik itu mengandung mercury, exfoliants dan bahan kimia lain yang tak terurai. Dampak langsungnya, berbahaya untuk pencemaran air.

“Jelas bahaya. Zat-zat seperti merkuri, exfoliants, zat yang terkandung dalam bedak misalnya, beberapa ada yang tidak dapat terurai. Akibatnya, mencemari air dan tanah,” kata Sawung.

Ilustrasi kosmetik bekas. (Pexels/Free Creative Stuff)
Ilustrasi kosmetik bekas. (Pexels/Free Creative Stuff)

Sawung Eknas mengapresiasi dengan Elsa yang memanfaatkan limbah kosmetik untuk rias jenazah.

“Bagus. Dari pada (limbah kosmetik) dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” ucapnya.

Sampai akhir 2019, Elsa mentaksir sudah sampai 40 jenazah yang dirias sejak 2017.

Kini Elsa pun mulai kuwalahan menerima panggilan rias jenazah gratis ke orang tak mampu. Tak hanya dari Jakarta, dia pernah mendapatkan panggilan ke Surabaya sampai Medan. Persoalan jarak dan waktu jadi persoalan.

"Kematian tidak diprediksi, saya pun tak mungkin terbang dalam sekejap," kata Elsa.

Elsa pun membentuk komunitas Maraton Kebaikan. Mulanya, Maraton Kebaikan hanya saluran donasi makeup untuk merias jenazah dengan kampanye “Don’t throw your makeup”.

Kekinian Maraton Kebaikan membukan kursus rias jenazah untuk sosial. Elsa ingin 'menduplikatkan' dirinya.

Khusus rias jenazah ini, Elsa berlakukan berbayar, tapi seiklasnya. Uang itu, dipakai untuk keperluas rias jenazah.

Salah satu murid rias jenazah Elsa, Lelaki. Dia Alief Rendi, warga Bogor. Alief datang bersama dengan sang istri untuk belajar merias jenazah hingga siap tutup peti. Alief ingin seperti Elsa, tapi membantu keluarga tak mampu di Bogor.

“Umur saya sudah 33 atau 34, saya benar-benar ingin dikenal sebagai orang apa ya? Saya inginnya unik, tidak mau sama dengan orang. Saya ingin jadikan ini sebagai profesi sampai tua, saya ingin dikenal sebagai perias jenazah,” kata Alief.

Maraton Kebaikan menjadi pintu Elsa untuk mengajak orang lain untuk bergabung dengannya. Ke depan dia ingin mengumpulkan donasi untuk membuat rumah duka sampai mobil jenazah. Semua itu untuk orang-orang yang tidak mampu di akhir hayatnya.

"Mungkin kalau ada orang mampu yang bingung punya banyak uang, tapi mau dikemanakan, bisa disalurkan ke tempat itu (rumah duka Maraton Kebaikan)," kata Elsa.

(Fransiska Ditha)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FACE OF JAKARTA: Peramal Masa Depan, Nasib di Atas Garis Tangan

FACE OF JAKARTA: Peramal Masa Depan, Nasib di Atas Garis Tangan

News | Minggu, 09 Juni 2019 | 07:45 WIB

FACE of JAKARTA: Sulap Limbah Kayu Jadi Frame Kacamata

FACE of JAKARTA: Sulap Limbah Kayu Jadi Frame Kacamata

Video | Rabu, 03 April 2019 | 17:50 WIB

FACE OF JAKARTA: Peruntungan Para Penggali Kubur Mister X

FACE OF JAKARTA: Peruntungan Para Penggali Kubur Mister X

News | Jum'at, 29 Maret 2019 | 16:10 WIB

FACE OF JAKARTA: Jejak Kuburan Tanpa Nama dan Penggali Kubur Mister X

FACE OF JAKARTA: Jejak Kuburan Tanpa Nama dan Penggali Kubur Mister X

News | Jum'at, 29 Maret 2019 | 12:19 WIB

Dekat dengan Kematian, Profesi Unik Perempuan Ini Bikin Merinding

Dekat dengan Kematian, Profesi Unik Perempuan Ini Bikin Merinding

Lifestyle | Rabu, 19 September 2018 | 20:00 WIB

Terkini

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Tembus Rp1.270 Triliun, Transaksi Agen BRILink Perkuat Dominasi BRI

Tembus Rp1.270 Triliun, Transaksi Agen BRILink Perkuat Dominasi BRI

Bri | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Galaxy Watch9 Dipakai Keliling Bekasi, Suara di Atas Ojol Tembus 103 dB

Galaxy Watch9 Dipakai Keliling Bekasi, Suara di Atas Ojol Tembus 103 dB

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:43 WIB

Sangat Butuh Air Bersih! Warga Bantargebang Tagih Kepastian Waktu Perbaikan Sumur Artesis

Sangat Butuh Air Bersih! Warga Bantargebang Tagih Kepastian Waktu Perbaikan Sumur Artesis

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:37 WIB

×