Banjir Lumpur di Sigi, Dua Orang Meninggal dan Ratusan Lainnya Mengungsi

Rima Sekarani Imamun Nissa | Suara.com

Jum'at, 13 Desember 2019 | 10:44 WIB
Banjir Lumpur di Sigi, Dua Orang Meninggal dan Ratusan Lainnya Mengungsi
Warga berjalan di atas lumpur yang menggenang di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah, Kamis (2/05). [ANTARA FOTO/David Muharmansyah]

Suara.com - Dua orang dilaporkan meninggal akibat banjir lumpur yang menerjang Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (12/12/2019) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan dua korban yang dimaksud bernama Cristison Bambarehi yang berusia 51 tahun dan Rezky Bambarehi, laki-laki 8 tahun.

"Banjir lumpur terjadi akibat hujan deras yang melanda Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi pada Kamis pukul 18.30 WITA," kata Agus melalui siaran pers, seperti dilansir dari Antara, Jumat (13/12/2019).

Hingga Jumat pukul 06.00 WIB, dilaporkan bencana alam tersebut juga menyebabkan sebanyak 218 kepala keluarga atau 707 penduduk Desa Bolapapu mengungsi.

Pengungsi berasal dari Dusun II RT I sebanyak 42 kepala keluarga atau 149 jiwa, Dusun III RT III 55 kepala keluarga atau 168 jiwa, Dusun III RT II 59 kepala keluarga atau 180 jiwa, serta Dusun III RT I sebanyak 62 kepala keluarga atau 210 jiwa.

"Warga mengungsi di tempat aman yang ada di wilayah Desa Bolapapu seperti dua unit sekolah, 10 unit hunian sementara, 15 unit rumah warga, dan satu unit rumah dinas camat," papar Agus.

Agus juga mengatakan, kejadian banjir lumpur juga menyebabkan tujuh rumah rusak berat, 50 rumah rusak ringan, serta satu gereja terendam.

"Pukul 20.00 WITA hujan sudah mulai reda tetapi belum ada pengungsi yang kembali ke rumahnya masing-masing," tuturnya.

Bencana banjir lumpur di Desa Bolapapu merupakan yang kedua kali menerjang wilayah Kabupaten Sigi. Sebelumnya, Minggu (8/12/2019), sekitar pukul 06.00 WITA, banjir lumpur juga menerjang Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan yang merendam puluhan rumah dan membuat warga mengungsi.

"Pada 2011, wilayah Desa Poi juga pernah diterjang banjir dan menimbulkan 11 korban jiwa," imbuh Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.600 Pelajar di Aceh Ikuti Kompetisi Simulasi Evakuasi Mandiri

1.600 Pelajar di Aceh Ikuti Kompetisi Simulasi Evakuasi Mandiri

Foto | Sabtu, 30 November 2019 | 12:55 WIB

Mengenang Bencana di 4 Destinasi Dark Tourism di Indonesia

Mengenang Bencana di 4 Destinasi Dark Tourism di Indonesia

Lifestyle | Senin, 18 November 2019 | 18:05 WIB

Bebaskan Lahan di Sulteng, Pemerintah Bakal Pakai UU Kebencanaan

Bebaskan Lahan di Sulteng, Pemerintah Bakal Pakai UU Kebencanaan

News | Kamis, 14 November 2019 | 18:38 WIB

Limpahan Tugas JK, Maruf Amin Pimpin Rapat Bencana Sulteng dan NTB

Limpahan Tugas JK, Maruf Amin Pimpin Rapat Bencana Sulteng dan NTB

News | Kamis, 14 November 2019 | 15:23 WIB

Terkini

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB