Erick Ungkap Cucu Usaha Garuda, Fahri Hamzah: Budaya Asal Bapak Senang

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Sabtu, 14 Desember 2019 | 13:01 WIB
Erick Ungkap Cucu Usaha Garuda, Fahri Hamzah: Budaya Asal Bapak Senang
Salah satu insiator Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menemukan cucu usaha PT Garuda Indonesia Persero Tbk yang bernama PT Garuda Tauberes Indonesia. Erick bahkan belum mengetahui perusahaan tersebut bergerak di bidang apa.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memiliki pendapat sendiri menyikapi penemuan Erick Thohir tersebut.

Melalui kicauan yang diunggah ke akun Twitter pribadinya, @Fahrihamzah, pada Jumat (13/12/2019), Fahri menyebut peristiwa terungkapnya cucu usaha Garuda Indonesia dan kasus penyelundupan yang sebelumnya terbongkar merupakan sebuah "budaya asal bapak senang".

"Ini hanya menjelaskan budaya asal bapak senang di negeri kita," tulis Fahri.

Ia menambahkan, "Dirut setelah ketangkap menyelundup baru disalahkan (selama ini dibiarkan) lalu anak buah semuanya menjilat pejabat yang baru dan menginjak yang lama. Itu terjadi para presiden kita, kultur yang sadis!"

Kicauan Fahri Hamzah ini telah mendapatkan lebih dari 1500 like dan 500 retweet, pada Sabtu (14/12) siang. Banyak warganet yang menulis komentar di sana.

Fahri Hamzah menanggapi temuan cucu usaha Garuda Indonesia (twitter @Fahrihamzah)
Fahri Hamzah menanggapi temuan cucu usaha Garuda Indonesia (twitter @Fahrihamzah)

Sebagian warganet yang berkomentar mengaku sependapat dengan Fahri.

"Ini kadang yang gue suka dari Fahri, selalu melihat dari perspektif yang berbeda. Kita butuh banyak perspektif agar bisa lebih jeli dalam memahami masalah," tulis @lintang507.

Sementara warganet lain mempertanyakan kinerja Presiden Jokowi dan menterinya di periode sebelum ini.

"Jokowi 5 taun lalu ngapain aja (emotikon)," komentar @AgungZia.

"Rini Sumarno ngapain aja," komentar @elmo_fpv.

Untuk diketahui, Erick Thohir menyinggung soal anak usaha tersebut, setelah menanggapi pertanyaan media tentang banyaknya jabatan komisaris di anak usaha Garuda yang dipegang mantan dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara.

"Kalau enggak salah dia komisaris di enam anak perusahaan. Itu dicopot semua," ujarnya.

Erick mengaku heran dengan banyaknya jabatan komisaris yang bisa dipegang Ari Askhara. Sebab, menurut dia, rangkap jabatan semacam itu di sebuah korporasi tidak sehat dan tidak mencerminkan tata kelola yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Jadi Komisaris 6 Anak Usaha, Erick Thohir Syok

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Jadi Komisaris 6 Anak Usaha, Erick Thohir Syok

Bisnis | Jum'at, 13 Desember 2019 | 17:22 WIB

Erick Thohir Ngakak Dengar Nama PT Garuda Tauberes Indonesia

Erick Thohir Ngakak Dengar Nama PT Garuda Tauberes Indonesia

Bisnis | Jum'at, 13 Desember 2019 | 16:47 WIB

Khawatir 'Rayap', Erick Thohir Sasar 142 Anak Perusahaan Pertamina

Khawatir 'Rayap', Erick Thohir Sasar 142 Anak Perusahaan Pertamina

Bisnis | Jum'at, 13 Desember 2019 | 14:38 WIB

Mengulik Kasus Garuda: Harta, Tahta, dan Wanita

Mengulik Kasus Garuda: Harta, Tahta, dan Wanita

Your Say | Jum'at, 13 Desember 2019 | 11:33 WIB

Eks Sekjen IKAGI Blak-blakan soal Perjuangan 'Berdarah-darah' Pramugari

Eks Sekjen IKAGI Blak-blakan soal Perjuangan 'Berdarah-darah' Pramugari

News | Jum'at, 13 Desember 2019 | 10:59 WIB

Intip Gaya Traveling Sisi Asih, Pramugari Garuda yang Ramai Dibicarakan

Intip Gaya Traveling Sisi Asih, Pramugari Garuda yang Ramai Dibicarakan

Lifestyle | Jum'at, 13 Desember 2019 | 10:50 WIB

Terkini

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB