Miris, Puluhan Hewan di Kebun Binatang Ini Mati akibat Lampion Terbang

Rima Sekarani Imamun Nissa, Arendya Nariswari

Jum'at, 03 Januari 2020 | 11:22 WIB
Miris, Puluhan Hewan di Kebun Binatang Ini Mati akibat Lampion Terbang
Theodora salah satu induk orangutan saat menggendong anaknya yang baru lahir di kebun binatang Jardin des Plantes di Paris, Prancis, (24/10). (AFP/Eric Feferberg)

Suara.com - Belum lama ini publik dibuat bersedih dengan kebakaran yang terjadi di Kebun Binatang Krefeld, Jerman. Mirisnya lagi, kebun binatang tersebut terbakar akibat lampion yang diterbangkan saat malam Tahun Baru 2020.

Dilansir Suara.com dari laman Dailymail.co.uk, Jumat (3/1/2020), sebanyak 30 primata di Kebun Binatang Krefeld mati akibat kebakaran.

Beruntung, dua simpanse berhasil diselamatkan oleh petugas kebakaran malam itu. Keduanya dalam kondisi stabil meskipun mengalami luka bakar.

Direktur dari Kebun Binatang Krefeld menyebutkan bahwa hewan yang mati dalam insiden tersebut keberadaannya mulai langka dan nyaris punah.

Saksi kejadian menyebutkan, sebelum kebakaran mereka melihat ada lentera atau lampion diterbangkan ke langit.

Primata di Kebun Binatang Krefeld. (Instagram/@zookrefeld)
Primata di Kebun Binatang Krefeld. (Instagram/@zookrefeld)

Lampion bertuliskan harapan dan keinginan itu juga ditemukan dalam tumpukan puing-puing usai kebakaran.

Dengan sigap, asosiasi perlindungan hewan di Jerman memberikan seruan agar kembang api atau sejenis lampion tak dinyalakan dekat dengan kandang, peternakan, hingga kebun binatang.

Tak hanya berpotensi menyebabkan kebakaran, suara letupan kembang api juga sebenarnya membuat hewan ketakutan.

Dikutip dari laman New York Times, hingga saat ini petugas kepolisian tengah menginvestigasi tiga wanita yang diketahui menerbangkan lampion hingga menyebabkan kebakaran di Kebun Binatang Krefeld.

baca juga
Ungkapan duka cita membanjiri halaman Kebun Binatan Krefeld. (Instagram/@dv_foundation_for_wild_animal)
Ungkapan duka cita membanjiri halaman Kebun Binatan Krefeld. (Instagram/@dv_foundation_for_wild_animal)

Dalam sebuah pernyataan, mereka mengaku tidak tahu jika ada larangan menerbangkan lampion di Jerman. Ketiga wanita tersebut juga tak menyangka jika lampion itu mampu membuat kekacauan dan mengaku menyesal atas peristiwa kebakaran tersebut.

Sementara itu, sampai saat ini warga Jerman masih terus berdatangan ke Kebun Binatang Krefeld. Mereka semua ramai-ramai mendoakan dan memberikan ungkapan duka cita kepada primata yang menjadi korban kebakaran.

Dibuka sejak tahun 1975, Kebun Binatang Krefeld ini menjadi salah satu objek wisata edukasi populer di Jerman.

Tidak sedikit pula wisatawan yang datang untuk mengenal langsung berbagai spesies hewan di Kebun Binatang Krefeld ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Kebakaran Hanguskan Lima Kios di Pasar Ngemplak Tulungagung, Kerugian Capai Rp70 Juta

Kebakaran Hanguskan Lima Kios di Pasar Ngemplak Tulungagung, Kerugian Capai Rp70 Juta

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:38 WIB

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:58 WIB

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:00 WIB

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:00 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran

Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:49 WIB

Bahaya Kebakaran Mengintai Ratusan Ribu Unit Pengguna BMW dan Toyota Supra

Bahaya Kebakaran Mengintai Ratusan Ribu Unit Pengguna BMW dan Toyota Supra

Otomotif | Senin, 27 Juli 2026 | 13:20 WIB

Inggris Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Spanyol Buntut Darurat Nasional Kebakaran Hutan

Inggris Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Spanyol Buntut Darurat Nasional Kebakaran Hutan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 11:49 WIB

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:33 WIB

Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar

Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar

Foto | Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×