PM Australia Diusir Warga saat Kunjungi Korban Kebakaran Hutan

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Jum'at, 03 Januari 2020 | 15:18 WIB
PM Australia Diusir Warga saat Kunjungi Korban Kebakaran Hutan
Gelombang panas memicu kebakaran hebat di Australia. (Foto: TAMAN PETER / AFP)

Suara.com - Video Perdana Menteri Australia Scott Morrison menuai protes dan diusir oleh korban kebakaran hutan di Kota Cobargo, New South Wales, viral di media sosial.

Disadur dari laman Reuters, Jumat (3/1/202o), kunjungan tersebut dilakukan Morrison pada Kamis (2/1).

Seorang korban menolak menjabat tangan Morrison sebagai ungkapan kekecewannya setelah sang pemimpin memilih berlibur ke Hawai ketika terjadi kebakaran hutan di malam Tahun Baru.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, Morrison mencoba meraih tangan korban dan berusaha menyampaikan permohonan maaf.

Sementara petugas kebakaran menjelaskan, pria itu telah kehilangan rumahnya ketika menyelamatkan rumah orang lain.

Adapun korban lainnya mengecam pemerintah Australia yang tetap menggelar pesta kembang api saat tahun baru, sementara api berkobar menuju arah selatan.

"Anda (Morrison) tidak memiliki pendukung di sini. Kamu idiot. Aku tidak melihat Kirribilli (kediaman Morrison) terbakar setelah pesta kembang api," ungkap seorang pria sembari mengusir sang perdana menteri.

Selepas mendapat protes dan pengusiran sedemikian rupa, Morrison memilih untuk meninggalkan korban dengan mobilnya.

Sementara itu, perempuan korban kebakaran lainnya menuntut Morrison untuk memberikan bantuan lebih untuk membantu sukarelawan pemadam kebakaran.

baca juga

"Ini tidak adil. Kami benar dilupakan di sini, Setiap kali ada banjir atayu kebakaran, kami tidak mendapatkan apa-apa," teriaknya.

Terkait protes yang dilayangkan korban kebakaran, Morrison mengklaim hal itu merupakan keluh kesah para korban.

"Saya hanya melihatnya sebagai rasai frustrasi, sakit hati kehilangan serta kemarahan orang-orang di sana tentang betapa ganasnya bencana ini," terang Morrison kepada awak media di Bairnsdale, Jumat.

Ia memahami protes tersebut dan berusaha akan memberikan dukungan secara maksimal kepada korban.

Untuk diketahui, Perdana Menteri Scott Morrison menang secara mengejutkan dalam pemilihan umum Mei lalu.

Pemerintahan di bawah kendali Morrison kerap disalahkan warga lantaran mendukung tambang batubara kontroversial yang direncanakan Grup Adani India, di Australia. Hal itu disebut kian memperburuk kondisi lingkungan di tengah efek perubahan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hutan Makin Parah, Ribuan Turis Diminta Tinggalkan Australia

Kebakaran Hutan Makin Parah, Ribuan Turis Diminta Tinggalkan Australia

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 10:38 WIB

Dilanda Kebakaran Hebat, Australia Kerahkan Kapal dan Pesawat Tempur

Dilanda Kebakaran Hebat, Australia Kerahkan Kapal dan Pesawat Tempur

News | Kamis, 02 Januari 2020 | 12:28 WIB

Kebakaran di Australia Kembali Memakan Korban, 2 Tewas dan 5 Hilang

Kebakaran di Australia Kembali Memakan Korban, 2 Tewas dan 5 Hilang

News | Rabu, 01 Januari 2020 | 05:17 WIB

Dilanda Kebakaran Hebat, Australia Tetap Gelar Pesta Kembang Api Tahun Baru

Dilanda Kebakaran Hebat, Australia Tetap Gelar Pesta Kembang Api Tahun Baru

News | Selasa, 31 Desember 2019 | 08:51 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB