Tolak Peperangan dengan Iran, Warga AS Gelar Aksi Besar-besaran

Iwan Supriyatna | Husna Rahmayunita | Suara.com

Selasa, 07 Januari 2020 | 05:27 WIB
Tolak Peperangan dengan Iran, Warga AS Gelar Aksi Besar-besaran
Kepala Pasukan Elite Quds Iran sekaligus tokoh militer berpengaruh, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, tewas dalam serangan udara oleh Amerika Serikat terhadap konvoi kedua petinggi militer itu di bandara Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020). [Irishtime]

Suara.com - Demonstrasi massal dilakukan hampir di seluruh wilayah Amerika Serikat. Warga AS mengutuk serangan udara ke Irak atas komando Donald Trump hingga menewaskan komandan militer Qaseem Soleimani.

Dilansir dari Reuters, Senin (6/1/2020), kelompok-kelompok pengunjung rasa turun ke jalan untuk memprotes keputusan Trump yang mengerahkan 3.000 tentara ke Timur Tengah pada Sabtu (4/1).

"Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian, AS keluarlah dari Timur Tengah," teriak ratusan demostran di depan Gedung Putih.

Protes serupa juga diadakan di New York, Chicago, Washington dan kota-kota lainnya. Kelompok anti-perang yang dipimpin Code Pink turut menyuarakan protes serupa.

Sementara itu, para demonstran di Washington memegang spanduk bertuliskan "Tidak ada perang atau sanksi terhadap Iran!" dan "Pasukan militer AS keluar dari Iran!".

"Anak-anak muda di sini harus tahu bahwa semua perang yang terjadi sejak Anda lahir telah disebabkan karena perebutan minyak," kata Jane Fonda di tengah kerumunan massa.

Aktivis yang pernah ditangkap karena protes perubahan iklim di Capitol AS juga menyerukan, "Kita tidak bisa lagi kehilangan nyawa, membunuh orang dan merusak lingkungan karena minyak".

Seorang demonstran lainnya pun berharap Donald Trump mau mendengar aspirasi rakyat.

"Melakukan pawai tidak banyak membantu, tapi setidaknya saya bisa keluar dan mengatakan sesuatu bahwa saya menentang tindakan ini. Dan mungkin jika banyak orang melakukan hal sama, dia (Trump) aman mendengarkan," tuturnya.

Untuk diketahui, Soleimani tewas dalam serangan udara militer AS di bandara internasional Baghdad pada Jumat (3/1) yang dikonfirmasi Pentagon atas arahan Presiden AS Donald Trump.

Selain Soleimani, komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis juga terbunuh dalam serangan itu.

"AS dan Israel adalah musuh yang bertanggung jawab atas pembunuhan mujahidin Abu Mahdi al Muhandis dan Qassem Soleimani," kata juru bicara kelompok pasukan, Ahmed al Assadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Iran Siapkan Hadiah Rp 1,1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

CEK FAKTA: Iran Siapkan Hadiah Rp 1,1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

News | Senin, 06 Januari 2020 | 17:48 WIB

Iran Kibarkan Bendera Merah Usai Jenderalnya Dibunuh AS, Apa Artinya?

Iran Kibarkan Bendera Merah Usai Jenderalnya Dibunuh AS, Apa Artinya?

News | Senin, 06 Januari 2020 | 16:51 WIB

Iran Tawarkan Rp 1,1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

Iran Tawarkan Rp 1,1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

News | Senin, 06 Januari 2020 | 14:41 WIB

Iran Sebut Presiden Trump Sebagai Teroris Berdasi

Iran Sebut Presiden Trump Sebagai Teroris Berdasi

News | Senin, 06 Januari 2020 | 07:06 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB