Dunia di Ambang World War III atau Akhir Hegemoni AS di Timur Tengah?

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 09 Januari 2020 | 13:42 WIB
Dunia di Ambang World War III atau Akhir Hegemoni AS di Timur Tengah?
Demonstran membakar bendera Amerika Serikat, Israel dan Inggris saat aksi protes menentang pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, kepala pasukan elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas saat serangan udara di bandara Baghdad, di Teheran, Iran, Jumat (3/1/2020). (Foto: VIA ANTARA/REUTERS/WANA NEWS AGENCY)

Suara.com - Serangan puluhan rudal Iran pada 8 Januari 2020 terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Ain al-Asad dan instalasi lain yang menampung pasukan AS dan koalisi di dekat Arbil, Irak, merupakan serangan balasan atas tewasnya Mayor Jenderal Qassem Suleimani.

Tampaknya, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, memenuhi janjinya untuk membalas luapan kemarahan rakyat Iran ke AS.

Apakah balasan Iran ini akan membuka sebuah perang yang lebih besar? Bagaimana melihat skenario perang yang tidak hanya melibatkan melibatkan AS dan Iran saja, tetapi meluas di kawasan Timur Tengah dan kawasan lainnya yang terdampak?

Sebelum melihat kemungkinan skenario ke depan tentunya perlu juga memahami secara tepat akar masalah yang sebenarnya. Bagaimana seorang perwira tinggi militer Iran bisa terbunuh dalam operasi militer AS di Irak.

Akar Masalah

Warga Iran memberikan penghormatan kepada Qassem Soleimani yang tewas terbunuh oleh serangan drone Amerika Serikat. (Foto: AFP)
Warga Iran memberikan penghormatan kepada Qassem Soleimani yang tewas terbunuh oleh serangan drone Amerika Serikat. (Foto: AFP)

Meningkatnya konflik AS dan Iran tentu tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan terakhir di Irak. Pasca Invasi AS ke Irak 2003 nampaknya menyisakan banyak masalah. Irak yang awalnya diharapkan segera menjadi stabil pasca terbunuhnya Saddam Husein ternyata justru sebaliknya. Rakyat Irak pun terbelah dalam Kelompok Syiah dan Sunni. Kurdi dan Syiah yang dulunya tertindas di masa Saddam Husein berbalik menjadi kekuatan besar dan menentukan dalam pemerintahan baru.

Guna menghancurkan Irak, Iran menyediakan wilayah perbatasannya untuk pendaratan pesawat-pesawat tempur AS. Dalam upaya menggulingkan Saddam Husein, AS mendukung kelompok Kurdi sementara Iran melalui Garda Revolusi melatih para milisi Syiah Irak.

Al Quds sendiri merupakan bagian dari pasukan elite Garda Revoulsi yang bertugas melakukan operasi di luar Iran guna menyebarkan pengaruh revolusi Iran. Kelompok milisi Irak yang kemudian menjelma menjadi Kataib Hizbullah ini tentu lebih loyal kepada pemimpin spiritual di Iran dibanding menjaga stabilitas Irak itu sendiri.

Pada saat penggulingan Saddam Husein, Iran menyediakan wilayah perbatasannya untuk dijadikan sebagai basis pendaratan pesawat tempur AS guna menyerang Irak. Hubungan AS dan Iran pada saat itu menunjukkan kedekatan.

Bahkan Suleimani berkali-kali berhubungan dengan AS mulai dari kerja sama pembentukan pemerintah baru di Irak, bahkan jauh sebelumnya dia juga membantu AS dalam menginvasi Afghanistan.

Hanya saja hubungan itu mulai memburuk ketika pengaruh Iran di Irak semakin kuat. Ribuan demonstrasi menolak pengaruh Iran dihadapi oleh para milisi Irak secara brutal. Irak benar-benar terbelah antara pendukung Iran dan Amerika. Tentu korbannya adalah rakyat Irak.

Agaknya posisi AS di Irak mulai terjepit. Rezim Irak lebih dekat dengan Iran, terutama kekuatan parlemen yang dikuasi oleh loyalis Iran.

Setelah berhasil menumpas kelompok teroris ISIS bekerjasama dengan milisi-milisi Irak yang dibentuk oleh Garda Revolusi Iran justru AS mendapatkan tekanan dari sekutunya yang pro Iran untuk segera meninggalkan Irak.

Hadi Al-Amiri dan Abu Mahdi Al-Muhandis anggota parlemen Irak, pimpinan partai Munazzam Badr bentukan Iran. Al-Amiri sendiri adalah veteran perang yang bergabung dengan Iran saat perang Iran-Irak (1980-1988). Al-Muhandis adalah mantan anggota Garda Revolusi Iran yang pernah terlibat dalam penyerangan kedutaan AS di Kuwait pada 1983.

Puncaknya, pada 27 Desember 2019, puluhan rudal yang dilancarkan oleh kelompok milisi Kataib Hizbullah dukungan Iran menghantam pangkalan militer Irak di Kirkuk dan menewaskan seorang kontraktor AS dan melukai puluhan tentara AS dan Irak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS - Iran Diambang Perang, Menlu Retno Minta Vietnam Turun Tangan

AS - Iran Diambang Perang, Menlu Retno Minta Vietnam Turun Tangan

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 13:03 WIB

Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Militer AS Diklaim Tewaskan 80 Tentara

Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Militer AS Diklaim Tewaskan 80 Tentara

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 08:02 WIB

5 Peristiwa Menggegerkan Pasca Kematian Soleimani

5 Peristiwa Menggegerkan Pasca Kematian Soleimani

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 17:46 WIB

Konflik AS - Iran, SBY Cemas Tapi Tak Yakin Terjadi World War 3

Konflik AS - Iran, SBY Cemas Tapi Tak Yakin Terjadi World War 3

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 12:43 WIB

Pangkalan AS Dihujani Rudal, FAA Larang Penerbangan di Irak dan Iran

Pangkalan AS Dihujani Rudal, FAA Larang Penerbangan di Irak dan Iran

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 11:18 WIB

Takut Diserang, Kanada Pindahkan Tentaranya dari Irak ke Kuwait

Takut Diserang, Kanada Pindahkan Tentaranya dari Irak ke Kuwait

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 09:41 WIB

SBY Minta Pemimpin Dunia Tidak Abstain dengan Konflik AS - Iran

SBY Minta Pemimpin Dunia Tidak Abstain dengan Konflik AS - Iran

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 09:08 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila

Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:51 WIB

Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:39 WIB

Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:28 WIB

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:52 WIB

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:50 WIB

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:09 WIB

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:08 WIB

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:37 WIB

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:35 WIB