alexametrics

AS - Iran Diambang Perang, Menlu Retno Minta Vietnam Turun Tangan

Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh
AS - Iran Diambang Perang, Menlu Retno Minta Vietnam Turun Tangan
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Suara.com/Tyo)

Saat ini status Vietnam adalah sebagai Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku sudah menghubungi Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Binh Minh untuk membahas mengenai ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Diketahui, saat ini status Vietnam adalah sebagai Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Jadi tadi pagi, saya bicara telepon beliau (Pham Binh Minh) sudah ada di New York, intinya adalah kita mengharapkan dengan presidensi Vietnam, Vietnam juga dapat terus mengupayakan agar eskalasi tidak terus berlanjut," ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (9/1/2020).

Selain itu, Retno juga sudah berbicara langsung dengan Duta Besar Amerika dan Duta Besar Iran untuk Indonesia di Jakarta. Ia menyampaikan agar ketegangan antara Amerika dengan Iran tidak berlanjut.

Baca Juga: Kemenlu Minta WNI di Iran dan Irak Siap-siap Mengungsi

"Bahwa kita terus berusaha untuk menyampaikan pesan agar eskalasi tidak berlanjut. Saya sudah menyampaikan pesan ini juga melalui Duta Besar Amerika, Duta Besar Iran di Jakarta," ucap Retno.

Kemudian, yang perlu dipersiapkan pemerintah lebih matang yakni dampak ketegangan terhadap WNI di luar negeri. Kemenlu, kata Retno, terus melakukan komunikasi dengan para kepala perwakilan di negara-negara Timur Tengah.

"Kami terus melakukan komunikasi dengan para kepala perwakilan kita di negara-negara baik di Iran Irak maupun kemungkinan negara-negara yang akan terdampak kalau eskalasi terus berlanjut," ucap dia.

Tak hanya itu, Retno menyatakan sudah menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi memburuknya situasi di Timur Tengah. Kemenlu juga sudah mengaktifkan crisis center dalam melakukan langkah antisipasi.

"Jadi kita juga mengeluarkan imbauan kepada WNI jika sewaktu-waktu memerlukan bantuan jangan sungkan-sungkan menghubungi hotline yang ada, di Kementerian Luar Negeri kita juga sudah mengaktifkan crisis center," kata Retno.

Baca Juga: Iran Ogah Berikan Black Box Pesawat Ukraina yang Jatuh ke Boeing

Ia menyebut lebih dari 400 WNI yang berada di Iran. Namun, angka tersebut kemungkinan bisa bertambah.

Komentar