Tahanan di Malaysia Dilanda Penyakit Kulit, Seorang TKI Meninggal Dunia

Bangun Santoso

Sabtu, 18 Januari 2020 | 18:09 WIB
Tahanan di Malaysia Dilanda Penyakit Kulit, Seorang TKI Meninggal Dunia
Orang tua TKI yang meninggal dunia karena sakit kulit yang parah selama dalam tahanan PTS Kemanis Papar Kota Kinabalu Sabah, Malaysia. (Antara)

Suara.com - Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah Malaysia selama dalam tahanan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kemanis Papar Kota Kinabalu, Malaysia dilaporkan meninggal dunia akibat menderita sakit kulit yang cukup parah.

WNI yang meninggal dunia tersebut bernama Torning (20) akibat gatal-gatal yang parah selama berbulan-bulan di PTS Kemanis Papar. Meninggal dunia di Hospital Queen Penampang Kota Kinabalu.

Paulus bin Markus (49) ayah dari Torning yang meninggal dunia itu yang ditemui di penampungan Rusunawa Nunukan, Sabtu menceritakan, anak ketiganya meninggal dunia setelah lama menderita sakit gatal-gatal. Akibat gatal-gatal yang dideritanya menyebabkan badannya luka hingga kelihatan tulang belulangnya.

Bahkan, akibat gatal-gatal yang diderita anaknya itu sehingga badannya membusuk karena luka-luka akibat digaruk dan kuman-kuman yang terus menggerogotinya.

Paulus mengungkapkan, anaknya (Toni sapaannya) meninggal dunia pada 8 Desember 2019 di Hospital Queen Penampang setelah sempat menjalani perawatan medis. Namun akibat penyakit kulit yang dialaminya mulai membusuk sehingga menghembuskan napas terakhir.

Ayahnya pun sangat menyesalkan tindakan petugas di PTS Kemanis yang tidak memberikan izin untuk dirawat di rumah sakit sebelum penyakit kulit yang dialaminya menjadi parah.

Beberapa kali melaporkan kepada petugas PTS tetapi tidak ada respon malah mendapatkan ancaman pemukulan saja, cerita Paulus alias Pol ini asal Solor Pemagayo Kabupaten Flores Timur, NTT ini.

Ia mengaku, menjalani hukuman selama tujuh bulan lebih di PTS Kemanis bersama korban dan tiga anak dan istrinya karena kasus tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah bekerja di negara itu.

Bahkan, Paulus mengatakan, sewaktu mendapatkan informasi anaknya meninggal dunia tidak diberikan izin untuk keluar menyemayamkannya.

baca juga

"Saya beberapa kali minta izin supaya anak saya (Toni) dirawat di rumah sakit karena sakit kulitnya mulai luka-luka. Tapi tidak pernah diberikan. Bahkan waktu meninggal pun saya tidak dikasi izin untuk keluar melihatnya," beber Paulus dibenarkan Martha istrinya.

Paulus pun berkata, anaknya Toni yang meninggal dunia karena kekejaman petugas PTS di Kemanis yang tidak memberikan kesempatan untuk berobat diperlakukan layaknya binatang yang telah mati dan dibuang begitu saja. Sebab, keluarganya tidak diberikan kesempatan untuk mengurus mayatnya.

Rekan korban bernama Yongki Lewar asal Maumere, NTT mengatakan, penyakit kulit yang diderita seluruh tahanan di PTS Kemanis Papar disebabkan air mandi atau cuci badan sangat kotor.

Setiap habis mandi, badan terasa ditusuk-tusuk dan penuh dengan kuman-kuman. Hal ini dia mencurigai, karena air mandi yang dipakai setiap saat berasal dari sungai yang digunakan mencuci kotoran ayam potong yang letaknya tidak jauh dari PTS Kemanis Papar.

Sumber: Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Ini Ditolak Warga Makamkan Bayinya karena Tak Punya Uang

Pria Ini Ditolak Warga Makamkan Bayinya karena Tak Punya Uang

News | Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:56 WIB

5 TKI Diculik di Perairan Malaysia

5 TKI Diculik di Perairan Malaysia

News | Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:42 WIB

Pulangkan Ganda Malaysia, Kevin / Marcus Kian Dekat Pertahankan Gelar

Pulangkan Ganda Malaysia, Kevin / Marcus Kian Dekat Pertahankan Gelar

Sport | Jum'at, 17 Januari 2020 | 19:28 WIB

Balas Dendam, Anthony: Saya Sudah Tahu Mainnya, Cuma di Malaysia Kecolongan

Balas Dendam, Anthony: Saya Sudah Tahu Mainnya, Cuma di Malaysia Kecolongan

Sport | Jum'at, 17 Januari 2020 | 17:04 WIB

Misteri Penampakan 'Rider Hantu' Dalam Kecelakaan Ini Bikin Heboh

Misteri Penampakan 'Rider Hantu' Dalam Kecelakaan Ini Bikin Heboh

Otomotif | Jum'at, 17 Januari 2020 | 13:23 WIB

Indonesia Masters 2020: Jumpa Pasangan Muda Malaysia, Kevin / Marcus Siaga

Indonesia Masters 2020: Jumpa Pasangan Muda Malaysia, Kevin / Marcus Siaga

Sport | Jum'at, 17 Januari 2020 | 09:15 WIB

Malaysia Ganti Sedotan Plastik dengan Serai Lho, Solusi Ramah Lingkungan

Malaysia Ganti Sedotan Plastik dengan Serai Lho, Solusi Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2020 | 13:30 WIB

TKI di Malaysia Ramadan Ini Rajin Kirim Uang ke Kampung, Capai Rp 1,17 T

TKI di Malaysia Ramadan Ini Rajin Kirim Uang ke Kampung, Capai Rp 1,17 T

Bisnis | Kamis, 30 Mei 2019 | 07:57 WIB

Terkini

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:11 WIB

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:08 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:06 WIB

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

×