Soal Keraton Agung Sejagat, Polisi: Bukan Lucu-lucuan, Ini Kriminal Murni

Chyntia Sami Bhayangkara, Rifan Aditya

Rabu, 22 Januari 2020 | 12:37 WIB
Soal Keraton Agung Sejagat, Polisi: Bukan Lucu-lucuan, Ini Kriminal Murni
Warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, digegerkan oleh kemunculkan orang yang mengaku sebagai pemimpin Kerajaan Agung Sejagat alias KAS. [Facebook]

Suara.com - Direskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Budi Haryanto tidak setuju dengan pernyataan yang menyebut bahwa adanya Keraton Agung Sejagat (KAS) di Purworejo sebagai fenomena budaya.  Ia menolak bila KAS hanya dianggap sebagai lucu-lucuan saja.

Hal tersebut disampaikan Budi saat hadir dalam acara ILC TV One bertajuk Siapa di Balik Raja-raja Baru yang tayang pada Selasa (21/1/2020) malam. Budi menegaskan bila kasus KAS bukan perkara lelucon semata.

"Berdirinya Keraton Agung Sejagat ini bukan fenomena budaya. Ini bukan lucu-lucuan. Ini adalah kriminal murni," kata Budi seperti dikutip Suara.com, Rabu (22/1/2020).

Ia menjelaskan bahwa dua tokoh dalam kelompok Keraton Agung Sejagat, yaitu Totok Santoso dan Fanni Aminadia yang telah membuat resah warga sekitar lokasi kejadian. Banyak warga yang takut dengan keberadaan kelompok tersebut,

"Banyak masyarakat di sekitar situ dan kepala desa menyatakan resah. Karena kegiatan yang dilakukan kelompok ini sudah sangat menganggu. Kegiatan dari malam sampai pagi, bakar kemenyan, sehingga (warga) takut," tutur Budi.

Selain membuat resah warga, pemimpin KAS juga membuat keadaan palsu berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan oleh polisi. Salah satunya kartu diplomatik.

"Waktu itu kami tanya 'kamu utusan dari negara mana'. 'Dari negara Mars' katanya. Lha kan celaka," ungkap Budi.

Ia menjelaskan bahwa keadaan palsu ini digunakan Totok untuk mengelabuhi masyarakat yang tidak tahu.

Budi juga mengungkapkan ada uang sebesar Rp 1,4 miliar dalam rekening Totok. Namun pihaknya belum mengetahui sumber dana dan aliran uang di rekening tersebut.

baca juga

"Dari pendalaman kami sementara, ditemukan ada sekitar Rp 1,4 miliar di rekening saudara Totok. Tetap kita akan dalami lagi, sumber dari mana dan keluar digunakan untuk apa, nanti kita dalami lagi," kata Budi.

Ia juga menyampaikan bahwa ini tidak masuk dalam makar. Sebab dari aspek filosofi tidak ada permasalahan.

Hingga kini, polisi belum menemukan adanya bukti atas dugaan bahwa KAS dibiayai oleh pihak tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sunda Empire Klaim PBB dan Pentagon Lahir di Bandung, Roy Suryo Ngakak

Sunda Empire Klaim PBB dan Pentagon Lahir di Bandung, Roy Suryo Ngakak

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 10:15 WIB

Petinggi Sunda Empire: Jangan Samakan Kami dengan Keraton Baru Lainnya!

Petinggi Sunda Empire: Jangan Samakan Kami dengan Keraton Baru Lainnya!

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 09:16 WIB

Korban Keraton Agung Sejagat Takut Disemprot Istri saat Pulang ke Rumah

Korban Keraton Agung Sejagat Takut Disemprot Istri saat Pulang ke Rumah

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 08:39 WIB

Soal Kerajaan Fiktif, Guru Besar Psikologi UGM: Ke Depan Akan Tetap Ada

Soal Kerajaan Fiktif, Guru Besar Psikologi UGM: Ke Depan Akan Tetap Ada

Jogja | Rabu, 22 Januari 2020 | 07:56 WIB

Ternyata Raja Keraton Agung Sejagat Punya Rekening Rp 1,4 Miliar

Ternyata Raja Keraton Agung Sejagat Punya Rekening Rp 1,4 Miliar

Jawa Tengah | Selasa, 21 Januari 2020 | 17:25 WIB

Raja KAS Minta Maaf, Akui Kerajaan dan Janji kepada Pengikutnya Bohongan

Raja KAS Minta Maaf, Akui Kerajaan dan Janji kepada Pengikutnya Bohongan

Jawa Tengah | Selasa, 21 Januari 2020 | 13:31 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×