Yasonna Beri Pernyataan Kontroversial, Ini Kata Crazy Rich Tanjung Priok

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Rabu, 22 Januari 2020 | 17:29 WIB
Yasonna Beri Pernyataan Kontroversial, Ini Kata Crazy Rich Tanjung Priok
Demo warga Tanjung Priok. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Anggota DPR RI Ahmad Sahroni menilai, aksi demonstrasi warga Tanjung Priok di depan kantor Kementerian Hukum dan HAM merupakan murni gerakan masyarakat tanpa ada yang memobilisasi.

Pria yang dijuluki "Crazy Rich Tanjung Priok" ini mengatakan, unjuk rasa itu merupakan bentuk kegelisahan warga atas pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebut banyak pelaku kriminal berasal dari wilayah Tanjung Priok.

"Unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Hukum dan HAM atas label Tanjung Priok penghasil kriminalitas, merupakan gambaran bentuk kegelisahan masyarakat. Saya yakin unjuk rasa itu murni pergerakan masyarakat tanpa apa pihak yang memobilisasi,” kata Ahmad Sahroni, Rabu (22/1/2020).

“Bukan hanya warga Priok, masyarakat manapun juga akan bergerak menyuarakan kritikannya bila daerah tempatnya lahir, tumbuh dan menetap dituding berlabel negatif.”

Sahroni juga menyayangkan sikap Yasonna yang ia nilai telah mendiskreditkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Sebab, Yasonna memperbandingkan Tanjung Priok dengan Menteng.

Menurut Sahroni, sebagai seorang menteri dan akademisi, Yasonna harus bisa lebih menjaga perkataan.

Wakil Ketua Komisi III itu berujar, daerah Tanjung Priok saat ini sudah mengalami perkembangan yang signifikan sehingga tidak lagi bisa disamakan dan dijuluki dengan hal berbau kriminalitas.

Perkembangan Tanjung Priok tersebut dikatakan Sahroni berdasarkan rujukan dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

baca juga

"Pada masa lalu, Tanjung Priok memang lekat dengan julukan daerah slum dengan premanisme tinggi. Tetapi jangan lupa, sebuah daerah dapat berkembang menjadi lebih baik. Tanjung Priok misalnya, data BPS bahkan menunjukkan tingkat keamanan lebih baik dibandingkan dengan Menteng saat ini," kata Sahroni.

"Perekonomian di Tanjung Priok telah meningkat, salah satunya tampak dari sektor properti. Lagi-lagi data BPS terbaru menyebutkan Kecamatan Tanjung Priok saat ini memiliki tujuh komplek apartemen dan 18 kawasan elite.”

Sahroni mengatakan, jumlah itu hanya kalah dari Kecamatan Kelapa Gading yang memiliki 10 kompleks apartemen dan 45 kawasan elite dan Kecamatan Penjaringan memiliki 17 komplek Apartemen dan 61 kawasan elite.

"Logikanya sederhana saja, orang tidak akan mau berinvetasi kalau tidak aman dan yang tak kalah penting Pelabuhan Tanjung Priok menjadi barometer dan penopang perekonomian Indonesia," ujar Sahroni.

Untuk diketahui, warga Tanjung Priok memberikan ultimatum kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka lantaran telah mendiskreditkan wilayah utara Jakarta itu sebagai lokasi miskin karena marak tindak kriminal.

Para pendemo ini memberikan waktu kepada Yasonna selama 2x24 jam untuk menarik ucapannya dan meminta maaf.

Hal itu disampaikan setelah mereka gagal bertemu Yasonna lantaran tak sedang berada di kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Hari ini kami tadi tidak berhasil bertemu dengan dia (Yasonna), hanya di wakili dengan Kabid Humas dan jajarannya. Tidak ada dialog dalam pertemuan tadi," kata Koordinator Aksi, Kemal Abu Bakar di Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Kemarahan warga Tanjung Priok ini bermula saat Yasonna berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1/2020) lalu, Yasonna mengatakan kriminalitas muncul akibat dari kemiskinan.

Untuk menjelaskan itu, dia mencontohkan anak yang lahir dari Tanjung Priok akan lebih kriminil ketimbang anak Menteng.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," kata Yasonna di Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinilai Kecolongan soal Harun Masiku, PDIP Desak Yasonna Tegur Imigrasi

Dinilai Kecolongan soal Harun Masiku, PDIP Desak Yasonna Tegur Imigrasi

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 15:16 WIB

Gagal Ditemui, Warga Tanjung Priok Ancam Yasonna: 2x24 Jam Harus Minta Maaf

Gagal Ditemui, Warga Tanjung Priok Ancam Yasonna: 2x24 Jam Harus Minta Maaf

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 14:02 WIB

Warga Priok Marah ke Yasonna: Kami Dimiskinkan Sistem Pemerintahan Anda

Warga Priok Marah ke Yasonna: Kami Dimiskinkan Sistem Pemerintahan Anda

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 13:27 WIB

Cewek Cantik Tanjung Priok Ajak Menkumham Yasonna Dangdutan

Cewek Cantik Tanjung Priok Ajak Menkumham Yasonna Dangdutan

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 13:18 WIB

Dituduh Menghina, Yasonna Bertemu 15 Warga Tanjung Priok

Dituduh Menghina, Yasonna Bertemu 15 Warga Tanjung Priok

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 13:12 WIB

Diguyur Hujan Deras di Kemenkumham, Massa: Warga Priok Gak Takut Air!

Diguyur Hujan Deras di Kemenkumham, Massa: Warga Priok Gak Takut Air!

News | Rabu, 22 Januari 2020 | 12:41 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×